1.

1.9K 98 20
                                        

Jangan lupa vote sebelum baca yaa reader biar semangat up nyaaaaaaa!

Happy reading 🤗

Suasana sore yang sangat sejuk disebuah rumah sakit, sentuhan angin yang menyapu lembut wajah seorang dokter cantik yang tak lain adalah asa, dia saat ini sedang terduduk di sebuah kursi ditaman, dia sedang fokus pada sebuah buku yang sedang dia isi dengan tulisan.

Dia sangat serius dengan bukunya hingga mengabaikan panggilan telepon yang sudah cukup lama berbunyi terus menerus, seakan tidak ingin berhenti untuk terus menulis.

Setelah beberapa saat ponsel nya berhenti berbunyi, asa pun kini sudah selesai dengan aktifitasnya, dia mengambil ponselnya dan melihat bahwa ternyata rami yang menelponnya sedari tadi.

Asa menaruh kembali ponselnya dan menutup bukunya, kemudian dia pergi dari taman tersebut menuju ruangannya, sampailah disana, asa mengambil kembali ponselnya dan melakukan panggilan pada rami.

Setelah beberapa saat, rami menjawab teleponnya dan terdengarlah suara yang selalu asa tunggu tunggu itu.

"Kak asa, mengapa panggilanku sebelumnya tidak kau angkat, apa kau sudah tidak ingin mendengar suaraku lagi?" Ucapnya di sebrang sana, terdengar jelas dari suaranya bahwa rami kesal saat ini.

"Tidak seperti itu rami, aku sedang fokus dengan buku ku tadi, maafkan aku karena mengabaikan panggilan mu" Ucap asa menjelaskan, dia tersenyum membayangkan bahwa rami selalu marah jika dia telat mengangkat panggilannya.

Setelah 3 tahun kepergian canny dalam hidup asa, rami adalah orang yang selalu asa cari saat dia sedang merindukan canny, bisa dibilang bahwa rami sudah seperti adik baginya, mereka jalan-jalan bersama, makan bersama, bahkan asa sering mengajaknya untuk tidur dirumahnya.

Ntah karena asa berfikir bahwa dia merasakan kehadiran canny dalam diri rami karena paru paru adiknya itu hidup didalam tubuhnya, dan rami sangat menikmati kasih sayang asa yang bahkan perlakuan ruka sendiri sebagai kakaknya tidak se manis perlakuan asa terhadapnya.

"Aku baru saja pulang kuliah, ahyeon dan rora akan menginap di tempatku malam ini, tapi kami akan pergi ke panti terlebih dulu, kau mau bergabung? Aku sudah sering menginap dirumahmu kak, dan sekarang kau harus menginap dirumahku" Pintanya pada asa, asa berfikir sejenak sebelum menjawab permintaan rami.

"Eumm... Baiklah, aku akan menginap dirumahmu malam ini, aku akan pulang dengan ruka nanti, mungkin akan sedikit kemaleman karena aku masih harus memantau pasien-pasien ku" Jelasnya

"Ah, baiklah, aku tunggu dirumahku ya, aku tutup teleponnya sampai jumpa"  pamitnya

"Baiklah, sampai jumpa" Jawab asa

Setelah panggilannya berakhir, asa memasukan ponselnya kedalam saku dan keluar dari ruangannya, dia pergi menuju ruangan ruka, tak perlu mengetuk, dia langsung masuk kedalam ruangan ruka dan mendapati ruka yang sedang terduduk dengan kertas-kertas yang berserakan di atas mejanya.

Asa menjatuhkan dirinya di sofa yang berada diruangan tersebut, dia menarik nafas dalam-dalam dan menatap langit-langit ruangan itu.

Ruka yang melihat asa pun langsung tersenyum, dengan pena yang tak lepas dari tangannya memperlihatkan dia sangat sibuk saat ini.

"Kau tak apa-apa sa? Kau terlihat murung hari ini" Tanya ruka

"Kau pernah melihatku ceria setelah 3 tahun ini?" Tanya balik asa pada ruka

"Kau bilang sudah ihklas, ternyata masih tetap sama, aku mengerti perasaanmu asa, kau tak harus buru-buru seperti yang kau mau, tetap saja pikiran dan hatimu tidak akan sama" Ucapnya pada asa, asa masih setia menatap langit-langit ruangan itu tanpa menoleh pada ruka

Sakura 2قصص لتهوسّ بها. اكتشف الآن