01 | in the rain

79 5 0
                                        

“..gue tetep bisa peluk lo se-lama ini?”

--•oOo•--

Hujan deras mengguyur kota satu jam lamanya, entah mengapa cuaca sore ini sangatlah sendu. Bahkan petir sesekali turut menyambar dengan suaranya yang menggema dan bersahutan, seakan menambah suasana cekam bagi sore yang seharusnya bisa dijalani dengan indah.

Ethan melirik jam tangannya yang melingkar pada pergelangan, sudah menunjukkan pukul lima sore ternyata. Satu-persatu teman-teman kantornya telah berpamitan menyisakan ia yang masih berkutat dengan laptop dan mouse yang bergerak kesana-kemari.

“Masih di kantor?” satu pesan menarik yang membuatnya tiba-tiba mengembangkan senyum.

Hujan deras tak membuat senyum Ethan luntur, satu panggilan membuatnya kembali sumringah setelah banyaknya pekerjaan yang menghantui selama seharian ini. Buru-buru ia membereskan pekerjaannya sebelum mengangkat panggilan tersebut.

“Halo, lo masih di kantor?”

“Lima belas menit,” ucap Ethan menjawab pertanyaan perempuan di sambungan telepon.

“Oke, take care jalannya licin.”

“Hmm,” Ethan menggumam kecil sebelum mematikan telepon dan berjalan menuju mobilnya yang terparkir rapi di basement kantor bekerjanya.

Mobil hitam itu telah berlalu dan melesat menembus derasnya hujan. Diiringi dengan alunan musik yang berputar, Ethan mengemudikan mobilnya menuju suatu sekolah yang tak jauh dari kantornya. Tujuannya sekarang adalah menjemput Gisha, guru muda yang sudah dua tahun mengajar disana.

Dapat dilihat perempuan itu tengah berbincang dengan lima siswa laki-laki, entah apa yang dibicarakan Ethan juga tak mengerti. Yang pasti mereka tengah tertawa dengan lepas sebelum Gisha menyadari kehadiran mobilnya yang sudah memasuki area sekolah.

“Cie, Ibu di jemput cie,” ejekan itu terdengar manakala Ethan yang keluar dengan membawa payung.

“Heh mulutnya, Ibu duluan ya,” pamit Gisha sebelum lima pemuda itu mencium punggung tangan Gisha sebagaimana siswa dan guru pada umumnya.

“Hati-hati ya, Bu!"

“Kalian juga hati-hati, tunggu hujannya reda aja,” ucap Gisha sebelum berlari menghampiri Ethan yang malah membuat pakaiannya basah akibat hujan.

Tentu Ethan membeo atas kelakuan Gisha, bisa-bisanya malah berlari menghampirinya.

“Laptop lo basah nanti njir,” seru Ethan setelah berhasil memayungi perempuan itu.

“Gue cuma bawa notebook kok,” cengir Gisha, pasalnya berkas-berkas nilai dan laptop sudah ia taruh di laci mejanya.

“Iya deh Bu Guru, iya..” ledeknya membuat Gisha mencebik.

“Kita mau kemana dulu?” tanya Ethan manakala mereka sudah duduk nyaman di dalam mobil.

“Lo gak capek? Gue capek banget soalnya,” ungkap Gisha. Tidak biasanya ia pulang di jam se-sore ini jika tidak ada rapat.

Ethan terkekeh, “Bagi gue, ini predikat pulang kerja paling awal. Jadi gue gak capek.”

Gisha mendecih, “Sombong!” serunya membuat Ethan tertawa, “udah ayo jalan! Dari tadi mereka liatin kita!”

Our Memories | pjhStories to obsess over. Discover now