Dia tidak pernah tau dunia luar selama belasan tahun tinggal didesa hingga sebuah keluarga menjemputnya untuk pulang berbicara kalau dirinya adalah salah satu anak kembar mereka.
Tiba tiba mendapat dua kembaran dan adik menggemaskan haruskah dia bah...
Harusnya akhir bulan adalah hari yang paling ditunggu selain karena pekerjaan yang melonggar tapi juga hari santai yang bisa dimanfaatkan untuk liburan.
Keluarga Park harusnya sedang liburan ke pantai seperti biasa atau sekedar staycation di villa mewah untuk melepas stress dan lelah selama sebulan ke belakang.
Tapi sekarang tidak bisa, hanya ada air mata yang terus turun membasahi wajah mereka semenjak kemarin.
Dimana orang yang mereka paling sayangi didunia ini harus berpulang lebih dulu ke pangkuan tuhan, meninggalkan empat anak yang beranjak remaja yang seharusnya masih membutuhkan kasih sayang mereka.
Empat remaja itu menunduk menyatukan kedua tangannya berdoa agar kedua orang tua bisa tenang disana, kecelakaan hebat yang menimpa mereka bukan disebabkan orang lain tapi murni kecelakaan.
"Hiks kakak.."
Sibungsu tidak kuat menahan tangisnya saat dua sosok yang menjadi panutan nya sekarang sudah tiada.
"Sst sudah Ayah dan Ibu pasti tidak mau kamu terus menangis seperti ini"
Sisulung hanya bisa menguatkan pikirannya berkelut dengan janji untuk menjaga semua adiknya dari sekarang.
"Kamu.. tidak apa?"
"Hm, pulanglah lebih dulu kau harus banyak istirahat" jawabnya datar.
Hanya rasa khawatir dihatinya saat salah satu kembarannya yang selamat dari kecelakaan itu memaksa hadir di acara pemakaman dengan tubuh penuh lukanya.
"Tidak apa..." Ingin melanjutkan tapi dirinya ragu.
.
Oops! This image does not follow our content guidelines. To continue publishing, please remove it or upload a different image.
Park Jihoon (anak pertama)
Oops! This image does not follow our content guidelines. To continue publishing, please remove it or upload a different image.
Park Yoshi (anak kedua)
Oops! This image does not follow our content guidelines. To continue publishing, please remove it or upload a different image.
Park Junkyu (anak ketiga)
Oops! This image does not follow our content guidelines. To continue publishing, please remove it or upload a different image.
Park Doyoung (bungsu)
.
"Aku tidak yakin kenapa di kecelakaan sehebat itu kau bisa selamat?"
Dirinya berbalik menatap adik kecil yang sangat disayanginya itu menjenguk ke ruang inap nya.
"Adek... Mungkin Kakak masih diberikan kesempatan untuk menjaga kalian" jawabnya dengan tenang.
"Ck kau bukan kakakku, hanya orang asing yang dibawa mereka untuk mengacaukan keluargaku" ucapnya dengan nada marah.
Dia hanya tersenyum bodoh membuat sibungsu itu mengalihkan tatapannya malas melihat orang didepannya, perasaan benci yang hadir di dirinya sudah sangat membara entah sejak kapan.
"Harusnya kau yang mati bukan mereka" lirihnya dengan air mata yang mulai turun.
"Kalau aku mati apakah kalian akan bahagia?" Tanya nya.
Yang lebih muda diam dengan masih terisak kata mati yang diucapkannya terasa salah dan malah menyakiti hatinya.