pulang

347 16 9
                                        

"Nara~" panggil phuwin di parkiran
"Oh hay phu" balas pond tersenyum manis, "ee lo udah lama nunggu?" tanya pond memandang wajah cantik phuwin.
"Enggak gue baru aja nyampe" ujar phuwin sembari mengangkat koper pond ke bagasi mobil.

"Hmm udah nih yok balik" ajak phuwin"tapi lo yg nyetir ya"lanjutnya dan langsung masuk ke dalam mobil,
"Iya iya".

" kami pulang"ucap phuwin memasuki rumah,
"udah pulang phu" ucap joong
yg membawa toples besar di tangannya "iih joong lo kok makan kripik gue! " geram phuwin melihat kelakuan sangat kakak,

"Biasa aja kali, lo tuh gak boleh pelit pelit sama orang terganteng di dunia in,,,,, heh kripik gue!" triak joong saat ada pria dari blakang merebut toples di tangan joong.

"Sayang mau kripik?" ujar pria itu menyodorkan kripik singkong ke mulut phuwin

"Gak ah kamu aja yg makan" phuwin langsung mengmbil kripik di tangan pria itu dan langsung memasukkan kripik ke mulut si pria.

"Enak! Lagi dong yangg" ujar pria itu bersemangat "nata~udah ya, kita masuk dulu yuk" phuwin meraup wajah dunk dan mengecupnya sekali di hidung,

"okeyy" senang dunk sembari merangkul pinggang phuwin membawanya masuk ke ruang tamu.

_________skip____________skip_________

"Hadeh dasar bucin" grutu joong
"J-joong mereka?" tanya pond terkejut
"Pacaran" jawab joong mengambil susu di kulkas.

"Udah berapa lama?" tanya nya "udah dari dua taun lalu" joong merangkul pond dan berjalan bersama. "Joong bukannya lo suk... " perkataan pond terhenti atas apa yg dilontarkan joong"diam, gak usah bahas itu lagi, udah ah mending kita susul ke dalam".

______________________________________

"Ih nat kamu ngapain sih? Kepala kamu tuh besar, gimana coba kalo baju aku longgar, udah ahh" heran phuwin dan mencoba mengeluarkan kepala dunk dari dalam bajunya.

"Iyaa,,, tapi nanti dulu, kok kamu wangi banget sih yang? " gumamnya menghirup kuat aroma tubuh phuwin

"Iss udah ah nat gak enak nanti kalo diliat p joong sama Nara" ujar phuwin khawatir akan posisi anbigunya dan dunk.

"Humm iya iya" dunk duduk dari baring nya dan beralih memeluk pinggang phuwin dari samping.
"Phuu"panggil dunk " hm iya kenapa?"phuwin mengusap lembut rambut dunk, berharap sang kekasih nyaman akan perlakuan kecil nya, dan Yap itu pun berhasil membuat dunk mengeratkan pelukannya.

"Kok kamu manggil pond, Nara sihh, itu panggilan kesayangan kamu sama dia ya?" tanya dunk menyembunyikan wajahnya di tekuk leher phuwin

Take it backWhere stories live. Discover now