Chapter 1

185 28 27
                                        

"Pencuri! Siapapun tolong hentikan dia!"

Seseorang yang kebetulan akan dilewati oleh sang pencuri langsung mengarahkan kakinya ke depan dengan niat menjegalnya. Beruntung perkiraannya tepat sasaran hingga berhasil membuat penjahat itu tersungkur ke tanah.

"Sialan, berani-beraninya kau membuatku jatuh!" Pencuri itu yang merasa tidak terima hendak melawan, tetapi tangannya lebih dulu ditahan.

"Siapa yang bilang kalau kau boleh melayangkan pukulan padaku?" Dipukulnya tengkuk pencuri itu hingga tak sadarkan diri dan diambilnya barang curian tersebut. "Lain kali carilah uang dengan cara yang benar, Pak!"

"Terima kasih sudah membantu menghentikannya, Nona." Sang pemilik dompet akhirnya berhasil mengejar. "Aku benar-benar tidak tahu harus berbuat apa kalau dompet itu hilang."

"Kau bukan berasal dari sini, ya?" tanyanya to the point.

"Benar. Aku berasal dari London dan sedang melakukan suatu penelitian di New York," jawab pria tersebut.

"Ah, orang Inggris...ini aku kembalikan dompetnya." Dia mengulurkan tangannya untuk memberikan benda tersebut. "Berhati-hatilah dengan barang berhargamu. Di sini memang banyak pencuri."

"Tentu. Terima kasih, Nona..." Pria itu menggantung ucapannya karena tak tahu nama dari sang penyelamatnya.

"Sheyla Genevieve," ucapnya.

"Oh iya, terima kasih, Nona Genevieve." Pria itu meletakkan kopernya di tanah dan mengulurkan tangannya. "Aku Newt Scamander."

Jabatan tangan tersebut tentunya diterima dengan baik oleh sang gadis. "Halo, Tuan Scamander. Senang bertemu denganmu."

Sebuah suara yang terdengar sangat keras berhasil mengalihkan perhatian keduanya. Mereka yang merasa penasaran pun berjalan menghampiri sumber suara tersebut.

"Kota besar ini berjaya dengan penemuan-penemuan manusia. Gedung bioskop, mobil, alat tanpa kabel, lampu listrik. Semua mempesona kita, tapi di mana ada cahaya pasti ada bayangan. Ada yang mengintai kota kita, mendatangkan kehancuran lalu menghilang tanpa jejak. Kita harus berjuang! Bergabunglah dengan Salem Kedua dalam perang kita."

"Ah, wanita tua itu mulai lagi," decak Sheyla.

"Apa maksudmu?" tanya Newt tak mengerti.

"Wanita itu bernama Mary Lou Barebone. Dia adalah orang yang selalu membicarakan tentang penyihir dan semacamnya di depan publik." Sheyla memfokuskan pandangannya pada wanita tua yang tengah berbicara di depan sana. "Dia selalu mengatakan kalau penyihir benar-benar ada dan berada di sekitar kami."

"Bagaimana menurutmu tentang itu?" tanya Newt meminta pendapat.

Sheyla mengangkat kedua bahunya. "Entahlah, aku juga bingung. Kalau penyihir benar-benar ada, kenapa sampai sekarang tak ada sedikit pun kabar tentang keberadaannya?"

"Mungkin karena ada pihak yang menyembunyikan keberadaan mereka dengan baik," sahut Newt.

"Katakanlah seperti itu, tapi pernahkah kamu mendengar pepatah kalau sepintar-pintarnya bangkai ditutupi, baunya tetap tercium juga. Jadi, sepintar apapun pihak sana menyembunyikan penyihir, pasti ada saatnya mereka ketahuan juga. Yah, itu pun kalau penyihir benar-benar ada," kata Sheyla panjang.

Keduanya memutuskan untuk tetap di sana dan mendengarkan perkataan-perkataan yang terus dilontarkan oleh wanita bernama Mary Lou Barebone itu.

"Hei, pria tinggi yang menggunakan mantel berwarna biru tua."

Newt yang merasa kalau dirinya yang dipanggil mulai berbicara. "Kau memanggilku?"

"Benar. Apa yang menarikmu hadir dalam pertemuan hari ini?" tanya Mary.

Unexpected Love Stories to obsess over. Discover now