Yoko
Aku begitu bahagia hari ini, bukan karena aku akan menjadi seorang mahasiswa baru di Rangsit University. Tetapi karena hari ini aku akan merayakan hari anniversary ku dengan Top. Merayakan tahun ke-2 kami telah bersama, rasanya aku ingin segera menunjukkan hadiah ini pada Top.
Aku membelikannya jam tangan baru, Top berkata ia menginginkan jam tangan Patek Philippe yang pernah kami lihat saat ia menemaniku berbelanja dua bulan lalu. Namun harga jam ini tidaklah semurah yang aku kira, jadi aku terpaksa mengumpulkan uang dan meminta kepada ayah agar aku cukup untuk bisa membelinya.
Namun Top sangat sulit untuk dihubungi belakangan ini, aku mengerti ia sedang menghadapi masanya untuk menyusun tugas akhir. Sehingga kami berdua jadi sulit untuk menghabiskan waktu bersama, tetapi aku berharap Top dapat mengingat hari ini. Seperti bagaimana tahun lalu kami menghabiskan waktu bersama merakayan tahun pertama kami.
Tanpa kusadari aku tersenyum sendiri, hari itu sangat romantis karena Top yang juga mahir dalam bermain gitar, menyanyikan lagu Enchanted dari Taylor Swift salah satu lagu favoritku. Aku berencana ingin merekam semuanya dalam video agar suatu hari aku dapat melihatnya kembali.
Aku mencoba menghubungi Top kembali, namun ia tidak menjawab panggilanku. Akhirnya aku mengirim pesan, berharap ia dapat membacanya. Selain itu aku membeli kue berukuran kecil dan bunga agar semuanya menjadi terasa lebih lengkap. Namun hingga sore hari, Top masih tidak membalas pesanku, apakah ia terlalu sibuk sehingga melupakan hari ini.
Pada akhirnya aku berinisiatif menemui Top di Apartemennya, mungkin ia berada disana. Menaiki taksi, aku tiba dengan membawa semua perlengkapan untuk merayakan anniversary ini. Untungnya aku mengingat dengan baik, sandi apartemen milik Top sehingga aku dapat memberikan kejutan ini pada Top.
Kemudian aku menekan nomor kunci apartemen Top, dan ketika terbuka aku terkejut melihat sepasang sepatu wanita, dan yang jelas itu bukanlah milikku. Jantungku berdegup dengan cepat, aku berjalan masuk lebih dalam dan menemukan seorang wanita tengah terlelap dibalik selimut ranjang milik Top.
Suara dari arah kamar mandi, menandakan bahwa ada orang didalamnya. Dadaku terasa semakin sesak, ketika Top keluar dari dalam sana. Ia menatapku dengan pandangan terkejut, sama dengan terkejutnya aku melihat apa yang terjadi sekarang.
"Yoko.. mengapa kau kemari?.."
"Jadi tugas akhir yang sering kau katakan padaku adalah ini..?"
Top tidak membalasku, aku melempar semua barang yang kubawa tepat dihadapannya.
"Kau brengsek Top!.. kau bajingan !".
Aku menangis seraya memukul Top meluapkan segala rasa sakit yang ada didalam hatiku. Selama ini kami baik-baik saja, dan aku tidak pernah menuntut apapun darinya. Tapi mengapa ia membalasku dengan pengkhianatan yang menyakitkan seperti ini.
Karena keributanku, wanita itu terbangun dengan kebingungan melihatku yang terus memukuli Top. Melihat wajahnya membuat amarah semakin menjadi-jadi dan menyerangnya dengan melempar bunga yang telah kubawa untuk Top kearahnya.
"Yoko.. hentikan !".
Top menahanku, dan mendorongku menjauh dari wanita itu yang saat ini telah menangis seolah ia adalah wanita yang paling tersakiti sekarang.
"Kau membelanya..?"
"Aku tidak membelanya, tapi kau keterlaluan yoko..!"
Aku tertawa ketika ia mengatakan bahwa aku keterlaluan sekarang, mengapa sekarang justru aku yang menjadi bersalah disini.
"Aku keterlaluan?.. hahaha... lalu yang kau lakukan disebut apa Top ?!".
Bukannya justru membelaku, Top malah merangkul wanita itu dihadapanku.
YOU ARE READING
THREADS
RomancePutus dengan kekasihnya Top, membuat Yoko merasa sedih dan frustasi sehingga ia pergi melarikan diri dan minum disebuah Pub dikota bangkok. Namun ternyata ia justru malah berakhir dengan melakukan One Night Stand dengan wanita bernama Mali seorang...
