Malam selepas hujan, setelah menangis sampai lelah
Kepada pria yang tidak tahu kemana hatinya berlabuh
Kepada pria yang selalu baik pada setiap orang
Kepada pria yang selalu kurindukan
Katakan saja ini gila
Katakan saja ini menjijikan
Kau juga bisa mengatakan ini menyesakkan
Entah sudah berapa bulan berlalu
Entah sudah berapa bulan purnama terlewati
Entah sudah berapa banyak orang yang kuajak bercengkrama
Namamu sepertinya tersesat mencari jalan keluarnya
Aku tidak lagi melihatmu
Tidak pula mendengar suaramu
Kebaikanmu bahkan sudah mulai pudar dalam ingatanku
Anehnya, perasaannya belum hilang
Aku tidak lagi bisa menyampaikan perasaan ini pada teman-teman
Aku sudah di cap wanita gila
Aku sendiri tidak tahu bagaimana menghentikannya
Aku bukan wanita bodoh yang terobsesi dengan pria
Aku juga bukan wanita lemah yang dunianya hancur hanya karena pria
Aku melakukan banyak kegiatan
Aku berinteraksi lebih banyak dibandingkan dulu
Aku memaksa diriku untuk terus berproses
Terkadang memang sakit, sepertinya tidak perlu kuceritakan sakit apa
Aku ragu kau peduli
Aku tidak membencimu
Perasaanku masih sama, entah kapan habisnya
Percayalah, aku sudah berusaha maksimal
Aku berdoa sungguh-sungguh tidak ingin mengganggumu lagi
Maaf jika aku masih sering menangis
Maaf karena usahamu mencari pahala, justru sedikit terhalang karena ada wanita yang menangis rindu padamu
Ini cara lain yang kupunya untuk sedikit melepaskan perasaan sesak ini
Entah akan dibaca atau tidak, aku lebih peduli pada perasaanku
Sama seperti yang kau katakan
Katamu, aku harus mendahulukan diri sendiri, harus selesai dengan diri sendiri
Entah perasaanku yang akan hilang setelah mengirim surat-surat lainnya nanti
Atau justru perasaanmu yang mulai terbuka
Aku hanya berharap kebahagiaan menyertai kita berdua
Dari wanita yang pendiam, tetapi selalu ribut isi kepalanya
YOU ARE READING
Rumah Pilu
FanfictionRangkaian kalimat yang tidak diketahui penerimanya Kamu bukan rumah yang ku impikan. Tidak ada bahagia di dalamnya. Tidak ada kesenangan. Anehnya, aku nyaman. Rumah yang hanya ada kesedihan. Rasa lelah. Keluhan tak terhingga. Kamu mungkin bukan ruma...
