Prolog.

12 1 0
                                        

Saat itu, jalan raya sedang ramai. Seorang lelaki yang bernama Jevan Dylanna Pradipta sedang menunggu sebuah bis di halte nya saat ini, dengan bosan dia bermain handphone nya. Ia menoleh takkala ia merasa bahwa ada yang menepuk bahunya, mendapati seorang gadis asing yang tak pernah ia kenali.

"Maaf mengganggu, ini buat mu" gadis itu langsung menyodorkan sebuah permen kecil dan sebuah sepercik kertas dan meninggalkan lelaki tersebut dengan ekspresi bingung. "Apa ini?" tanya Jevan dalam hatinya

Ia mendapati 1 permen yupi stroberi dan sepercik kertas kecil, dan segera ia membuka kertasnya.

Ia mendapati 1 permen yupi stroberi dan sepercik kertas kecil, dan segera ia membuka kertasnya

Oops! This image does not follow our content guidelines. To continue publishing, please remove it or upload a different image.

Jevan terkekeh pelan, menurutnya bahwa ini adalah sesuatu yang aneh tetapi lucu. Ia menatapi nama pemberinya, dan nama itu tidak asing di pikirannya. "Adara ya?" dia kembali terkekeh dan menaiki bis yang tepat sekali berhenti di haltenya.

"Kamu lucu, Adara."

————

————

Oops! This image does not follow our content guidelines. To continue publishing, please remove it or upload a different image.
You've reached the end of published parts.

⏰ Last updated: Jan 01, 2025 ⏰

Add this story to your Library to get notified about new parts!

Melanam.Where stories live. Discover now