1. Can You?

254 47 7
                                        

Author's Note: 

Belum diedit, harap maklum.

**********************************

Alkisah, pada suatu masa, ada sebuah entertainment agency bernama Tanuwijaya Agency. 

Agency ini dipimpin oleh seorang laki-laki bernama Henry James Tanuwijaya. Selain jadi CEO sebuah production house paling populer di negeri ini, dia juga pemilik Chrysanthemum Art Institute, sebuat akademi seni paling terkenal di tanah air, yang mengajarkan acting, pementasan teater, pembuatan film, musik dan berbagai jurusan menarik lainnya. 

Sudah jadi sebuah tradisi dari Tanuwijaya Agency untuk mengadakan konser akhir tahun yang menampilkan artis-artis terbaiknya. 

Tak ingin konser ini menampilkan suatu hal yang terlalu sama dengan tahun-tahun sebelumnya, Henry sangat ingin sesuatu yang menggebrak, sesuatu yang menggemparkan. Sesuatu yang bisa membuat agencynya dibicarakan hingga bertahun-tahun mendatang. 

Suatu sore, Henry sedang minum kopi di balkon gedung agencynya. 

Dia sedang merasa penat, jadi dia berdiri di situ untuk sekedar beristirahat.

Tiba-tiba, Rafael dan teman-teman satu bandnya memasuki lobby. Forgotten Heroes adalah rock band yang punya jutaan fans di negeri ini, salah satu artis kebanggaan Tanuwijaya Agency. 

Mereka sepertinya baru akan bersiap untuk latihan di salah satu studio musik di gedung itu. 

Kebetulan, di saat yang sama, Ivana melangkah masuk. 

Tanuwijaya Agency membanggakan diri sebagai pelopor dunia entertainment Indonesia, yang bisa memberi artis dengan kualitas tinggi, tapi juga populer.

Ivana Melodia adalah nama panggungnya. Indonesia yang tadinya tak begitu menggemari pianis, tiba-tiba jadi demam Ivana selama dua tahun terakhir, efek dari collab Ivana dengan berbagai penyanyi terkenal agency mereka. 

Belum lagi tampilan Ivana yang cantik, mahal dan elegan, terlihat seperti princess dari negara Eropa.

Ketika Ivana merilis album solo, yang isinya full lagu klasik, mendadak Indonesia jadi demam lagu dengan denting piano. Lagu-lagunya bolak-balik diputar di banyak radio ternama, viral di Tik Tok, dan juga mendapat jutaan views di youtube. 

Puncaknya adalah ketika film romantis buatan Tanuwijaya Production House menggunakan alunan piano Ivana sebagai soundtracknya. Ivana langsung dielu-elukan, bahkan konser solonya sukses besar. 

Kalau Henry dulu ditanya, apa menurutnya mengorbitkan seorang pianis akan bisa sukses besar? Dia akan tertawa. Negara ini? Mana mungkin. Negara yang lebih suka artis mengumbar berita pacara dan selingkuh daripada kualitas, iya kan?

Tapi Ivana adalah kemenangan besar agencynya. 

Jadi bagaimana, kalau Rafael dari Forgotten Heroes duet dengan Ivana untuk year end concert agency mereka?

Pasti fenomenal. 

**********************************

Rafael dan Ivana sama-sama kaget ketika dipanggil oleh Pak Henry. 

"Saya ingin kalian berdua tampil bersama untuk year end concert kita," cetus sang CEO.

Ivana tak bicara. Terlalu tak masuk akal request ini. 

"Maksudnya, manggung duet, Boss?" tanya Rafael dengan nada tak percaya.

"Yes, that's exactly what I meant."

"Saya, boss? Sama dia ini?" Rafael bertanya sekali lagi.

"Jangan tunjuk-tunjuk sembarangan, ya," Ivana mendelik, kesal.

You've reached the end of published parts.

⏰ Last updated: Dec 23, 2024 ⏰

Add this story to your Library to get notified about new parts!

The Electric SonataWhere stories live. Discover now