"Sial."
Till bergumam saat dia menatap bosan ke arah layar ponselnya. Dia saat ini berada di ruangan kosong yang tak jauh dengan kelasnya yang berada di lantai dua gedung sekolah, dan tentu saja hari ini tidak lebih berbeda dari hari-hari sebelumnya saat dia lebih memilih bolos kelas daripada mengikuti kelas yang berakhir membuat kepalanya mati kebingungan.
Dilihanya layar yang menampilkan kekalahan atas permainan yang dia mainkan beberapa saat lalu. Till mendengus dan dia hendak bangkit dari kursi yang sejak tadi dia duduki, namun tiba-tiba terdengar bantingan suara pintu yang terbukaㅡmengagetkannya hingga dia hampir terhuyung jatuh.
"Brengsek!!"
Till mengumpat, namum dibalas tatapan datar dari pelaku yang membuat jantung Till berhenti berdetak untuk sesaat.
"Lo dicariin sama cowo lo tuh."
cowo gue?
Till mendongak dan tatapannya tertujuh pada Luka, teman sekelasnya.
"Bajingan lo boti," Till mengumpat lalu dia menghela napas dan mengangkat alisnya, "Cowo gue? sejak kapan gue homo ya anjir."
Luka hanya memutar bola matanya dan dia bersender pada pintu ruangan, dia terlihat jauh lebih kurus saat lengan bajunya dilipat keatas dengan memberikan kesan orang yang sakit-sakitan, "Mana gue tau, lo berdua selalu barengan gitu."
"Gue sama dia cuma temㅡ" Till tiba-tiba terdiam lalu dia menggaruk-garuk kepala bagian belakanngnya, "Kenapa dia nyariin gue?"
"Gak tau ya, lo kan sering buat masalah tuh..." Luka berkata sambil berbalik dan meninggalkan Till seorang diri.
Till menatap ambang pintu dengan tatapan bingung, lalu dia menghela napas dan segera membereskan barang-barangnya untuk pergi menemui dia.
𖦹𖦹𖦹
"Van... Ivan~ sini aku bantuin bawain bukunya."
Seorang gadis dengan kuncir dua yang sejak tadi berusaha genit dan mencari perhatian pada murid teladan sekolah menengah atas itu, dia bahkan tidak malu-malu untuk mengecilkan suaranya sehingga menberi kesan gadis yang imut dan menggemaskan, sayangnya semua itu bukanlah tipe Ivan.
"Gapapa, aku bisa sendiri kok."
Ivan berkata dengan sopan dan tak lupa memasang senyum ramahnya. Dia saat ini berada di perpustakaan dengan membawa beberapa buku yang akan dia gunakan nanti.
Tatapan gadis itu menyiratkan bahwa dia sedikit kesal atas penolakan darinya, namun Ivan bersikeras untuk melakukannya sendiri, dan dia berjalan keluar perpustakaan tanpa ingin membuat keributan.
"Caper banget lo sama cewek-cewek."
Ivan mendongak dan tatapannya mencari pemilik suara yang begitu familiar itu. Dia tersenyum saat mata hitam legamnya menangkap seseorang yang sejak tadi dia cari, siapa lagi kalo bukan Till, teman masa kecilnya itu.
"Kemana aja kamu?" Ivan berkata dengan lembut sambil mnghampiri Till yang sedang cemberut.
Till menyilangkan muka sambil memalingkan muka, "Bukan urusan lo sih... lagian hari ini gue gak buat masalah lagi ya, kenapa lo cariin sih?"
Tatapan Ivan melembut lalu dia terkekeh pelan dan saat ini dia berdiri tepat di depan Till, sehingga perbedaan tinggi badan diantara keduanya terlihat begitu jelas.
"Emang gak boleh ya? lagian aku cariin kamu kemana-mana gak ada sih, kupikir kamu malah pulang ke rumah." Ivan berkata lalu tangannya mengacak-acak rambut Tillㅡkebiasaan kecil yang dia lakukan sejak mereka masih sd untuk menghibur temannya itu.
"Sekarang bantuin aku bawa buku ini, boleh?"
Ivan berkata saat tangan satunya lagi penuh dengan buku yang dia bawa.
Till menatap buku-buku itu, judul-judulnya terlalu asing untuk otaknya yang alergi oleh ilmu pengetahuan. Dengan enggan dia mengambil setengah dari buku yang dibawa Ivan.
"Emang lo mau bawa kemana?"
"Masih belum tau."
"Lah?! terus ngapain ambil buku sebanyak ini brengsek!"
Ivan terkekeh lalu dia mengangkat pundaknya, "Lagi cari alasan, buat nahan kamu lebih lama disini... sama aku."
Wajah Till seketika merah padam karena kesal.
Brengsek!
𖦹𖦹𖦹
Maap dengan cerita yg gak jelas ini <3
Dibuat karena gabut aja :p
Btw Ivantill canon😋
YOU ARE READING
Ivantill School AU!
FanfictionBerkisah tentang Till, laki-laki bersurai cerah itu dengan teman masa kecilnya, Ivan. Mereka menghabiskan waktu bersama di sekolah menengah akhir dengan perasaan baru yang mulai tumbuh diantara keduanya.
