Prolog

221 6 0
                                        

Langit, Thitiphoom Teechapaaikhun. Memilih garis takdir yang tentu sangat sulit untuk ia lalui. Begitu banyak pahit yang harus ia telan demi memperjuangkan cintanya.

Memilih meninggalkan langit demi menemani bumi, cintanya.

Bumi, Tay Tawan Vihokratana. Sang penguasa bumi yang menuntut takdir akan kebebasan. Di anugerahi cinta istimewa oleh Yang Kuasa yaitu pangeran langit yang sangat ia hormati.

Bumi dan langit, dua kata yang sangat mustahil untuk bersatu. Namun mereka menghapus segala kemustahilan akan bumi dan langit.

"Kau sudah memilihnya sebagai pendampingmu, pangeran langit. Mulai hari ini kau akan kehilangan hak untuk menggunakan nama langit."

Sang pangeran langit menunduk memberi hormat pada Yang Kuasa sembari menggenggam tangan sang penguasa bumi, "Aku sudah meninggalkan tahta dan orang tercinta untuknya, Godness. Aku tau bumi adalah rumah terakhirku."

"Terima lah anugerahku, Pangeran langit. Dengan Bumi sebagai pendampingmu aku menganugerahkanmu tiga orang pangeran yang akan menjadi jembatan kau untuk pulang dan jembatan untuk Bumi mempersatukan semesta."

"Terima kasih, Godness. Pangeran langit sudah sangat cukup untukku namun Yang Kuasa memberiku tiga putra sekaligus. Hamba sangat berterima kasih, Godness." Ujar sang penguasa bumi.

"Berbahagia lah, Tay Tawan Vihokratana beserta pendampingmu, New Thitiphoom Vihokratana."

Satu tahun berlalu setelah penyatuan pangeran langit dan penguasa bumi. Dua raja yang dikenal dengan nama Tay dan New. Pemilik arti nama matahari dan langit.

Anugerah Godness juga telah lahir. Tiga pangeran tampan namun dengan tanda kelahiran yang cukup unik namun menakutkan.

Putra pertama memiliki tanda lahir simbol api pada pergelangan tangan kanannya,

Putra pertama memiliki tanda lahir simbol api pada pergelangan tangan kanannya,

Ops! Esta imagem não segue nossas diretrizes de conteúdo. Para continuar a publicação, tente removê-la ou carregar outra.

Putra kedua dengan elemen air pada lengan kanannya,

Dan putra terakhir dengan simbol elemen angin pada telapak tangan kanannya

Ops! Esta imagem não segue nossas diretrizes de conteúdo. Para continuar a publicação, tente removê-la ou carregar outra.


Dan putra terakhir dengan simbol elemen angin pada telapak tangan kanannya.

Dan putra terakhir dengan simbol elemen angin pada telapak tangan kanannya

Ops! Esta imagem não segue nossas diretrizes de conteúdo. Para continuar a publicação, tente removê-la ou carregar outra.
EleutheriaOnde histórias criam vida. Descubra agora