PROLOG : INI CERITA APAAN SIH?

50 4 0
                                        

"Bahkan sebelum kau lahir, kami para tetua disini sudah merasakan kekejaman Raja Varrel. Mulai dari penggusuran lahan, penghancuran rumah, bahkan sebagian dari kami yang merupakan penduduk biasa pada masa itu di bunuh karena tidak membayar pajak", Ucap seorang tetua pada pemuda kemaren sore yang baru mengetahui betapa kejamnya raja Varrel.

Pemuda itu ibarat manusia yang baru keluar dari goa setelah beberapa tahun lamanya tanpa mengetahui perkembangan berita yang beredar dari mulut ke mulut. Ia layaknya penduduk biasa yang hanya menghabiskan hidup hanya untuk bekerja, makan, minum, mencari uang demi bertahan hidup.

Aryan, itulah nama pemuda tersebut. Pemuda yang memimpikan akan kedamaian dan kesejahteraan negeri tempat kelahirannya. Sudah beberapa generasi yang hilang dan kian berganti, namun negeri yang dicintainya ini masih tetap sama. Bagaikan neraka di dunia yang penuh dengan siksaan. Dizholimi, disiksa, dipenjara, bahkan dibunuh, sudah biasa terjadi di negeri ini.

Mungkin itulah gambaran kecil yang terjadi di Negeri Oxion pada masa Dinasti Gyospi yang menerapkan sistem monarki, dimana hanya anak keturunan mereka sajalah yang bisa memerintah negeri Oxion ini.

"Entah mengapa setelah aku mendengar cerita dari para tetua desa, aku menjadi sadar akan tuntutan untuk melawan kejahatan dan menegakkan keadilan yang selama ini tidak dapat ditegakkan di negeri ini", ucap Aryan yang berbicara sendiri di kegelapan malam. Kesadaran sang pemuda mulai timbul setelah para tetua desa menceritakan kepadanya tentang kekejaman Raja Varrel. Para tetua mengatakan kepadanya bahwasanya harus ada sesuatu pergerakan kelompok penentang dari kalangan rakyat supaya Negeri Oxion bisa terbebas dari belenggu kekejaman Dinasti Gyospi yang sudah berabad-abad menjadi penguasa di tanah kelahiran mereka.

Kalau dilihat-lihat, Aryan sedikitpun tidak memiliki darah ningrat atau kerajaan. Namun, ia memiliki tekad seorang pejuang yang ingin memperjuangkan tanah kelahirannya dari belenggu kezholiman. Ia hanya anak seorang petani, tetapi memiliki mimpi yang besar. Ibunya hanyalah seorang pedagang keliling yang biasa berdagang di sekitaran pedesaan setempat. Kesehariannya tidak luput dari bekerja dan membantu kedua orang tuanya.

Ia memiliki seorang paman yang kaya raya. Namun, kedua orang tuanya lebih memilih untuk hidup sederhana karena paman yang merupakan adik ayahnya juga memiliki istri dan anak . Dengan kata lain, kedua orang tuanya tidak ingin merepotkan sang paman.

Hanya bermodalkan tekad yang besar, ia memulai perjalanan perjuangannya dengan merantau ke desa yang lebih dekat dengan area kerajaan. Desa tersebut bernama "Desa Raipo", yaitu desa yang hampir 24 jam tanpa henti melakukan transaksi jual beli. Penduduk-penduduk yang berasal dari desa lain juga datang kesini untuk membeli barang-barang yang mereka inginkan. Sehingga desa ini lebih dikenal orang-orang sebagai induk transaksi jual beli.

Selain dikenal sebagai tempat transaksi karena lokasinya yang strategis, desa ini juga penghubung antara Kerajaan Oikena dengan desa-desa lain di Negeri Oxion

Oops! Ang larawang ito ay hindi sumusunod sa aming mga alituntunin sa nilalaman. Upang magpatuloy sa pag-publish, subukan itong alisin o mag-upload ng bago.

Selain dikenal sebagai tempat transaksi karena lokasinya yang strategis, desa ini juga penghubung antara Kerajaan Oikena dengan desa-desa lain di Negeri Oxion. Pada masa Dinasti Gyospi, Desa Raipo mengalami kemajuan dan tidak lagi melakukan transaksi jual-beli makanan saja, namun juga melakukan jual-beli senjata-senjata tajam dan alat perang. Akan tetapi, pajak yang harus dibayar juga semakin tinggi seiring semakin banyaknya perang yang terjadi pada masa itu.

Riot Dynasty : Para Perusuh Official Mga kuwentong kahuhumalingan mo. Tumuklas ngayon