Ma, aku masih bertambah usia
Sedang Mama tidak juga
Mengapa begitu, Ma?
Aku masih ada sampai di sini
Tapi tak jua melihat Mama di sisi
Dunia tidak adil sekali
Dipanggil-Nya Mama ke Surga
Tapi aku tidak bersamanya
Inginku menyusul ia
Namun waktu belum membiarkanku
Masih banyak harapan yang menggantung
Masih banyak doa yang harus kutuntun
Ma, kadang aku bicara sendiri
Seakan Mama duduk di kursi itu lagi
menyimak tanpa suara tapi tetap mengerti
Aku hidup dengan sisa pelukanmu
Yang melekat di napas dan bayangku
Meski tak ada lagi tubuhmu
Aku tumbuh, Ma
Meski separuh hatiku tertinggal
Di hari saat kau berpulang
Tapi setiap aku melihat langit malam
Kutemukan tenangmu di antara bintang
Dan aku pun merasa tenang tanpa alasan
Jadi, biar aku lanjut berjalan
Dengan luka yang berubah jadi kekuatan
Sampai nanti tiba waktuku pulang
Dan Mama yang menyambutku dengan senyuman terang
YOU ARE READING
Bertaut✔
PoetryAku masih ada sampai di sini Melihatmu kuat setengah mati Seperti detak jantung yang bertaut Nyawaku nyala kar' na denganmu Semoga lama hidupmu di sini Melihatku berjuang sampai akhir Seperti detak jantung yang bertaut Nyawaku nyala kar'na denganmu
