Chapter 2

889 62 2
                                                  

Hyo pov :
Sekarang aku sedang berlari sambil melihat ke arah jam tangan yang melingkar cantik di tanganku. Astaga, aku bisa gila jika seperti ini!

Aku tak sempat makan karena sepanjang istirahat tadi aku gunakan untuk menyiapkan ruang rapat. Aish jinjja!!!! Aku bisa gila!!

Aku pun masuk ke ruang rapat dan melihat rapat hampir dimulai. Aku dapat melihat semua mata melihatku. Leeteuk yang notabene nya sebagai ketua organisasi pun melihatku dengan tajam.

"Hyoyeon, kenapa baru datang?? Seharusnya kau sebagai sekretaris harus datang tepat waktu."omel Leeteuk.

"Mianhae."kataku sambil membungkuk kan badanku sedikit.

"Baiklah, duduk di tempat mu."kata Leeteuk.

Aku pun duduk di samping kiri Junhyeong. Kursi disamping kiri ku kosong. Saat badanku sudah di atas kursi, Junhyeong menoleh ke arah ku.

"Kenapa kau terlambat? Tidak seperti biasanya."kata Junhyeong.

"Susah untuk lepas dari genggaman Jung songsaenim. Dia memberi banyak tugas dan aku baru boleh keluar jika aku sudah menyelesaikannya."kataku dengan wajah lelah.

"Kalau begitu bersiaplah untuk rapat yang membosankan ini."kata Junhyeong dengan smirk nya lalu kembali melihat Leeteuk.

Aku pun membuka tas ku dan mengambil tab ku. Yap, setiap anggota disini boleh membawa tab untuk mencatat semua point-point dari presentasi.

Aku pun duduk dan mendengarkan semua yang diucapkan Leeteuk sambil menulis point yang kudapat sambil melihat hasil presentasi yang ditampilkan oleh LCD.

Karena aku sudah terlalu lelah untuk menulis, aku pun memberhentikan jariku. Sekarang pikiranku kosong, aku dalam keadaan bosan, dan perutku terus mengeluh untuk minta diisi. Entah kenapa aku pun menulis sesuatu yang tidak aku ketahui.

Kai bogoshipo

Setelah selesai menulis itu, aku hanya melihat tulisanku dan aku tersadar dengan apa yang ku tulis.

"Aish, nama siapa ini?? Bagaimana bisa aku menulisnya? Kenal saja tidak. Pasti otakku sedang bermasalah karena tak mendapat asupan."gumamku.

Mataku pun beralih kepada Sunhyun yang berada didepanku dan memperhatikan Leeteuk. Aku dapat melihat dibelakanhnya ada seorang namja yang memakai jaket coklat.

Dia pun melambaikan jarinya yang membentuk huruf V sambil tersenyum ke arahku. Tiba-tiba dia menghilang dan sudah berada disamping rak buku sambil menyenderkan tubuhnya di dinding dengan tangan terlipat.

Tak sampai 10 detik, ia sudah menghilang dan berada di belakang layar presentasi. Tapi dengan cepat ia menghilang lagi dan sudah berada disamping layar presentasi, di depan Leeteuk.

Namja itu mencodongkan badannya dan melihat presentasi Leeteuk. Dalam sekejap dia sudah duduk disamping kiriku. Dia pun menoleh ke arahku dan tersenyum. Astaga!! Senyum nya begitu manis.

"Nugu? Apa kau Kai?"tanyaku.

"Of course. Ikutlah denganku daripada kau bosan disini. Eotte?"tanya Kai.

"Aku..."

"Please.."bujuknya.

Setelah menimbang-nimbang, akhirnya aku menganggukkan kepala. Kai pun tersenyum, dia pun mengarahkan telapak tangannya tepat di depan wajahku.

"Sekarang, genggam tanganku."perintah Kai.

Dengan sedikit ragu, aku pun menyatukan tanganku dengan tangannya. Tiba-tiba ia menarikku dan sekarang kami berdua ada diteras sebuah rumah.

Rumah ini terbuat dari kayu dan dicat berwarna putih. Didepan rumah ini ada sebuah danau yang tak terlalu besar dan diteras di rumah ini ada satu set meja dan kursi piknik.

"Sekarang,temuilah Lay hyung."kata Kai sambil menunjuk ke arah belakangnya menggunakan jempol.

"Ta..tapi.."

"Tidak ada tapi-tapian."

Dalam sekejap, Kai sudah menghilang.

"Aish!!! Bisakah ia tidak selalu menghilang?! Sekarang bagaimana ini?"umpatku kesal.

Lalu, saat aku menatap ke arah kursi dan disana sudah ada namja yang memegang sebuah gitar. Dia pun melambaikan tangannya untuk menyuruhku mendekat.

Tanpa aku sadari, kini aku sudah berada didekatnya dan duduk disampingnya.

"Hey!"sapa namja yang ada didepanku dan kuyakini dia adalah Lay.

"Ah ya?? Ada apa Lay?"tanyaku.

"Aku membuat lagu. Kau mau dengar?"tanya Lay. Aku pun hanya menganggukkan kepala.

Dia pun mengambil sebuah gitar disampingnya. Jari-jari nya pun mulai memetik senar gitar itu dan menghasilkan melody yang merdu. Aku pun menikmatinya. Sangat menikmatinya.

Saat sudah selesai, dia pun mengambil tanganku dan menggenggamnya erat. Aku dapat merasakan darahku berdesir dan wajahku memerah. Lalu tanganku pun dituntunnya untuk mengelus pipinya.

"Tanganmu dingin sekali. Tunggu sebentar."kata Lay sambil mengangkat jari telunjuknya untuk menyuruhku menunggu.

Lalu dia pun mengambil sesuatu dari kantung jasnya dan mengeluarkan sepasang sarung tangan. Dia pun memakaikan sarung tangan ke tanganku dan menepuk tanganku pelan.

"Sekarang sudah hangat."kata Lay.
"Kau benar. Ini memang--"

KRUYUK KRUYUK

Kata-kata ku terputus oleh suara demo dari perutku. Wajahku memerah seketika sedangkan Lay terkekeh kecil.

"Sepertinya kau lapar. Kajja."

Lay pun menarik tanganku dan membawaku ke depan pintu. Lay mempersilahkan aku membukanya dan....
.
.
.
.
.
.
.
Akhirnya part 2 selesai. Ini aku buat berdasarkan VCR EXO. Tp ini agak beda. Aku akan buat kejutan. Tp kyknya gak akan ada yg kaget.
Ya sudahlah, yang penting kalian puas. Klo gx suka gx usah vote atau comment gpp.
Tp aku harap kalian vote atau gx comment. Okey??

Dating with EXO (END)Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang