Arya namanya, seorang anak yatim berusia 14 tahun.
ia tinggal di rumah panggung rapuh tepi sungai kumuh di tengah padatnya kota jakarta, bersama adik nya yang bernama rangga berusia 7 tahun yang menderita penyakit bipolar.
bipolar merupakan penyakit mental yang menyebabkan penderitanya mengalami perubahan sikap dan perilaku secara tiba² tanpa terkendali, tiba² sedih, tiba² marah dan terkadang berbicara sendiri diluar kendali.
jikalau sedang kumat rangga suka bersikap aneh diluar kendali nya bahkan tak jarang rangga menyakiti diri sendiri maupun kakak nya arya. namun setelah kumat nya mereda rangga selalu akan meminta maaf pada arya.
arya sangat tidak keberatan dan sangat sabar dengan apa yang di derita oleh adik nya, arya akan menenangkan adik nya dengan pelan² dan penuh kelembutan apabila adiknya sedang kumat.
1 tahun yang lalu ayah dari arya dan rangga meninggal dunia, dimana ayah nya meninggal karna menderita penyakit tbc, dan ibu nya pergi meninggalkan mereka berdua tanpa kabar entah kemana.
untuk memenuhi kebutuhan nya dan adiknya sehari hari arya berjualan balon milik seorang pengusaha mainan,ia akan berkeliling setiap hari di riuh dan padat nya jalanan kota jakarta.
arya mulai berjualan dari jam 10 siang hingga jam 9 malam hal itu ia lakukan setiap hari demi menebus obat penenang untuk rangga yang harus ia beli setiap hari agar rangga tidak kumat ketika arya sedang mencari uang.
penghasilan dari berjualan balon sangat lah tidak banyak, arya hanya mendapat 3ribu rupiah per 1 balon yang ia jual.
11 maret 2015,
seperti biasa arya memulai hari dengan memasak nasi dan telur untuk di hidangkan bersama adik nya, langit pagi itu terlihat sangat gelap yang menandakan akan turun nya hujan.
arya berdoa agar hujan tidak turun di pagi itu agar arya bisa berjualan di hari itu.
telur dan nasi hangat pun sudah matang, arya membangun kan rangga untuk sarapan bersama nya.
“dek bangun,ini kaka udah masak buat kita sarapan”
mereka berdua pun mulai menyantap hidangan sederhana tersebut dengan lahap.
ditengah tengah mereka berdua menikmati hidangan tersebut seorang tetangga datang memberinya lauk dan nasi tambahan karena tetangga sekitar tahu akan kondisi mereka berdua disana.
adik kaka itu makan dengan sangat lahap dan menikmati, mereka selalu mensyukuri pemberian yang ada.
setelahnya waktu menunjukkan pukul 9 pagi walau langit di pagi itu belum menunjukkan hangat mentari nya, arya bertekad untuk tetap pergi berjualan.
sebelum berangkat arya selalu mengecek persediaan obat rangga, hari itu arya melihat bahwa obat rangga hanya tersisa satu dan hari ini arya harus membeli lagi untuk kebutuhan esok hari.
“dek, kaka sebentar lagi berangkat nanti siang kamu jangan lupa diminum obat nya ya, itu obatnya masih ada 1 nanti kaka beliin lagi, yang itu diminum dulu nanti ya”
ucap lembut arya pada rangga ,
“iya kak, hati² yaa aku doain semoga banyak yang beli”
balas rangga ,
“amin”
ucap lembut arya pada rangga sembari tersenyum ,
arya pun mulai pergi melangkah menjauhi rumah, dengan rangga dirumah yang senantiasa menunggu kepulangan kaka nya dengan selamat dan membawa hasil yang cukup.
YOU ARE READING
TUHAN TAU KAKAK KUAT
RomanceSeorang anak sebatang kara berusia 14 tahun yang harus berjuang menghidupi adik nya yang menderita penyakit bipolar sendirian.
