ARLO&MICHELLA!

226 8 2
                                        

Setelah mencabut paksa kuku Ruby, Arlo menyimpan tang jepit itu tepat dihadapan Ruby.

Dengan kesadaran penuh Arlo beranjak dan melangkahkan kakinya mengarah Michella yang tertawa puas dengan segelas wine ditangan.

"Good job, Pah." Michella mendekatkan dirinya kepada Arlo, mencium bibir manis sang suami.

Begitupun Arlo membalas ciuman itu yang semakin lama menjadi lumatan lembut namun cukup dalam.

"Manis aku suka." Ucap Arlo ketika ciuman itu usai.

Arlo mengambil gelas yang berisi wine dari tangan Michella, dan meminum tanpa menyisakan sang pemilik.

Dan didalam mulut Arlo masih tersisa wine yang belum ia teguk habis, dengan gerakan cepat Arlo kembali mencium bibir ranum sang istri menyalurkan wine ke mulut Michella.

"Telan jangan sampai aku melihat wine itu keluar sedikitpun!." Suara Arlo terdengar lebih rendah dan dominan.

Seluruh tubuh Michella seketika merinding mendengar perintah Arlo, dan dengan cepat ia menggangguk seraya menelan habis wine yang diberikan Arlo.

"Good girl." Arlo memberiskan sisa sisa saliva dibibir Michella menggunakan ibu jarinya begitu lembut namun seksual.

Kemudian Arlo mengangkat tubuh sang istri begitu mudah seperti koala.

Aakhhhhh.......

Ringisan Michella kala Arlo memukul bokong sintalnya dengan sangat keras menambahkan efek denyutan dibagian intimnya.

"Aku ingin bermain keras kali ini, pastikan kamu kuat menerimanya sayang." Bisik Arlo dengan berjalan keluar dari ruangan yang berada Ruby.

Bahkan Ruby dapat dengan jelas mendengar bisikan Arlo, namun apa daya dia masih histeris dengan jari kukunya yang sudah lenyap dan mengeluarkan darah segar.

Sedangkan Arlo ataupun Michella tidak memperdulikannya, mengganggap Ruby hanya sebuah mainan bagi mereka.

"Aku selalu menunggunya." Jawab Michella menggoda dengan menjilat pelan daun telinga Arlo.

Arlo tersenyum smirk, istrinya terlalu nakal dan tidak takut akan apapun, itulah mengapa dia semakin mencintai Michella.

Hanya beberapa detik saja mereka telah berada disebuah kamar bernuansa putih dengan jendela kaca besar yang memperlihatkan pemandangan Milan.

Arlo menutup pintu dan menguncinya, sementara Michella mengedik sedikit takut dengan Arlo yang seperti ini.

Secara perlahan Arlo menurunkan Michella. "Buka seluruh pakaianmu." Perintah Arlo dengan tatapan tajam dan wajah yang datar.

Mereka masih didepan pintu. Michella yang takut langsung membuka seluruh pakaiannya tanpa bertanya sepata kata pun.

Kini tubuh indah Michella terekspos begitu nyata dihadapan Arlo, seluruh lekuk tubuhnya dapat Arlo lihat, kulit yang putih dan lembut adalah bagian terindah untuk mata Arlo.

Sedangkan Michella dibuat merinding dengan suhu AC yang begitu tinggi, belum lagi Arlo yang terus menatapnya bak hewan liar yang mendapat mangsanya.

"Pah dingin." Lirih Michella sangat pelan.

Arlo masih belum bersuara, dia masih mengamati begitu detail setiap sisi bagian tubuh sang istri.

Kini mata Arlo bertemu kembali dengan mata indah dan sendu Michella, tapi bukan untuk menolong Michella justru Arlo meninggalkan Michella dan melangkahkan kaki kearah ranjang.

ARLO&MICHELLA⚠️Stories to obsess over. Discover now