Hari ini guru sejarah di kelas Renjun dan Haechan sedang ada urusan diluar, jadi kelas mereka diberikan tugas dan harus mencarinya lewat internet.
Seperti biasa jika tidak ada guru, kelas akan ribut. Renjun mengeryit saat tidak menemukan apa yang ia cari, ia lalu mencarinya di tas. Haechan yang melihat itu pun bertanya, dan Renjun menjawab jika ia tidak bisa menemukan hpnya.
"coba diingat-ingat dulu" itu yang Haechan katakan, Renjun menurut dan me-reka ulang apa saja yang ia lakukan dari pagi tadi. Setelahnya ia baru ingat bahwa hp nya di charge dan ia lupa membawanya, Haechan yg mendengar itu hanya mendengus dan mencibir Renjun.
"yaudah pake hp aku aja" mereka membagi tugas, Haechan yg akan mencari materinya dan Renjun yg akan merangkumnya. Tapi setelah beberapa menit menunggu Haechan belum juga menyerahkan materi pada Renjun.
"udah belum?"
"kuota ku habis" Renjun menyarankan untuk menggunakan wi-fi sekolah
"lemot ini, lama banget" Haechan lalu menyerahkan hp nya ke Renjun.
Renjun mencoba beberapa kali untuk menyambungkan dengan wi-fi sekolah dan tetap tidak bisa. Ia mencoba untuk mematikan wi-fi terlebih dahulu, lalu saat kembali menyalakannya wi-fi milik Haechan sudah tersambung dengan hotspot milik seseorang yang memang tidak diberi password.
"ini punya siapa?" tanya Renjun, yang di jawab gelengan oleh Haechan. Lalu tanpa mengindahkan rasa malu,
" 'Nananana' pake huruf latin itu hotspot punya siapa?" setelah berkata lantang, Renjun mengedarkan mata menatap teman-temannya
"punyaku"
menoleh ke suara bariton di samping kirinya. Disamping kirinya berjarak jalan setapak dan satu meja. Na Jaemin dengan hp ditangannya.
sedikit menarik nafas, "ekhm.. minta" setelah mendapat jawaban, Renjun kembali menyerahkan hp kepada Haechan. Lalu mereka mulai mengerjakan tugasnya.
.
.
.
.
.
Na Jaemin melihat tugas yang telah ditulis dipapan tulis, ia menatap teman sebangku sekaligus sahabatnya-Lee Jeno.
"aku kayak pernah baca tentang itu, tapi lupa halaman berapa" Gerutu Jeno dengan tangan yg sibuk membolak-balikkan halaman buku modul. Jaemin hanya tersenyum melihatnya, ia bukan orang yang kuat membaca buku seperti sang sahabat.
Mengeluarkan hp dari sakunya dan mulai menyalakan data seluler, tidak lupa juga ia menyalakan hotspotnya. Jaemin memang sengaja menyalakan hotspot selulernya. Alasannya? tidak ada, dia hanya ingin melakukannya saja. Siapa tau ada yg butuh.
"Ah, ketemu" ia menoleh kearah Jeno dan sedikit mendekat agar bisa melihat tulisan yang ditunjuk Jeno. Saat sedang melihat Jeno yang sibuk menjelaskan, tiba-tiba ada suara tak tahu malu yang menanyakan perihal hotspotnya.
Ia lantas menjawab, "punyaku"
Na Jaemin menahan senyum saat melihat mata itu bergerak acak, seakan menghindari kontak mata dengannya. Saat mendengar permintaan dengan nada gugup tersebut, ia lantas menjawab dan setelahnya senyum manis muncul di bibirnya.
Menghiraukan permintaan temannya yg lain.
Sebenarnya sebelum Renjun meminta ijin, ada beberapa perangkat yg memang sudah terhubung. Hanya saja setelah Renjun berkata, baru beberapa temannya ikut meminta ijin.
Jeno yg melihat itu bertanya "ada apa?",
Jaemin mengangkat alisnya dan menjawab dengan gelengan kepala. Setelah itu melanjutkan tugasnya yang sempat tertunda.
CZYTASZ
Hotspot
FanfictionHotspot adalah lokasi fisik tempat orang dapat mengakses Internet, biasanya menggunakan Wi-Fi, melalui jaringan area lokal nirkabel (WLAN) dengan router yang terhubung ke penyedia layanan Internet (ISP). Kebanyakan orang menyebut lokasi ini sebagai...
