Past.

106 13 0
                                        


Di kedalaman Neraka, di mana api dan kegelapan memerintah dengan kekuasaan absolut, Azaroth, Raja Iblis, menguasai dengan tangan besi. Kekuatannya tak tertandingi, kehendaknya tak terbantahkan, dan pemerintahannya adalah teror yang tak terbayangkan. Di sisinya berdiri Lilith, ratunya, seorang Iblis dengan kekuatan dan kecantikan yang tiada tara. Bersama-sama, mereka adalah perwujudan kegelapan, persatuan mereka adalah fondasi kekuatan Neraka.

Putra mereka, Enzo Alessa, ditakdirkan untuk mewarisi tahta gelap ini. Enzo adalah Iblis muda yang kuat, sangat setia kepada ibunya, dan melihat dalam diri Lilith sebagai perwujudan kekuatan dan kebijaksanaan. Namun, dunia bawah adalah tempat penuh rahasia, dan satu rahasia seperti itu akan segera meruntuhkan segala yang dianggap Enzo berharga.

Setelah umur Enzo Menginjak 6643 Tahun , Azaroth telah jatuh ke dalam godaan terlarang. Raja Iblis, meskipun terkenal menakutkan, telah jatuh cinta pada seorang wanita mortal, seorang manusia yang cantik dan lembut, berbeda dengan Lilith. Hubungan terlarang mereka disimpan rapat-rapat, dan dari persatuan ini lahir seorang anak—seorang anak manusia bernama panDa. Azaroth, mengetahui bahaya dari tindakannya, menyembunyikan panDa dan ibunya di dunia mortal, jauh dari pengawasan Lilith dan Iblis-Iblis Neraka.

Namun, kebenaran akhirnya terungkap. Lilith, yang selalu curiga dan cerdik, mengetahui pengkhianatan Azaroth. Pengetahuan bahwa suaminya tidak hanya berkhianat dengannya dengan wanita manusia tetapi juga memiliki seorang anak.


Ketika Azaroth kembali ke Neraka ,
Dalam istana Neraka yang dihiasi api abadi dan dinding berlumuran kegelapan, Lilith berdiri memandang Azaroth, suaminya sekaligus Raja Neraka, dengan mata penuh kebencian. Amarah yang membakar dalam dirinya tak lagi bisa dipendam. Di hadapannya berdiri pengkhianat—raja yang telah mengkhianati dirinya dan dunia yang mereka bangun bersama. Tangan Lilith mencengkeram cambuk apinya, setiap helai kekuatan iblis yang ia miliki siap meledak, tetapi Azaroth tampak tenang di tengah-tengah kekacauan yang akan pecah.

"Kau pikir aku tak akan mengetahuinya, Azaroth?" Lilith berkata dengan suara yang bergetar oleh amarah yang sulit ditahan. "Pengkhianatanmu dengan seorang wanita fana... Kau pikir aku akan membiarkan hal itu begitu saja?"

Azaroth, dengan wajah dingin tanpa emosi, mengangkat Trident. Suaranya dalam, penuh otoritas, tetapi tak menunjukkan rasa bersalah. "Ini bukan urusanmu, Lilith. Aku Raja Neraka. Aku berhak melakukan apa yang kuinginkan. Kau hanyalah alat kekuatan yang telah berkhianat kepada takdirmu sendiri."

Seketika itu juga, Lilith meluncur maju dengan kekuatan luar biasa, cambuk apinya mengarah ke Azaroth dengan kecepatan dan kekuatan yang tak bisa dihentikan. Tapi Azaroth, yang telah siap, menahan serangan itu dengan Tridentnya, ledakan energi gelap menghantam seluruh istana, membuat dinding-dinding runtuh dan lantai yang berlapis lava meledak.

Pertarungan brutal itu berlangsung dengan penuh kekerasan, keduanya memanipulasi kekuatan gelap dan api yang mereka miliki. Lilith menyerang tanpa henti, setiap serangannya diisi dengan kemarahan yang tak terukur, bertekad untuk menjatuhkan Azaroth. Namun, Azaroth, dengan kekuatan raja iblis yang mendominasi, bertahan dengan Trident raksasanya, menangkis setiap serangan Lilith.

Di tengah-tengah pertarungan, Azaroth berhasil menemukan celah. Dengan kekuatan brutal, dia menghantam tubuh Lilith dengan Tridentnya

, memukulnya mundur dengan keras. Lilith terlempar ke dinding istana, tubuhnya bergetar di bawah rasa sakit yang luar biasa. Darah hitam iblis mengalir dari luka-lukanya, dan kekuatannya mulai memudar.

Lilith berlutut, terengah-engah, tapi matanya tetap penuh dengan kebencian dan tekad yang tak tergoyahkan. "Kau mungkin bisa membuatku sekarat, Azaroth... tapi aku tak akan pernah kalah darimu."

Azaroth mendekatinya, wajahnya tetap tanpa emosi. Ia tahu pertarungan ini telah berakhir. "Aku tak punya waktu untuk membunuhmu sekarang, Lilith. Kau akan mati dengan perlahan di sini, di neraka yang kau cintai ini. Sementara aku... aku akan meninggalkan Neraka."

HellWhere stories live. Discover now