Chapter 1: Cari Pacar Woyy!!

74 1 6
                                        

Suara sapaan selamat pagi kian menggema di lorong loker sepatu sekolah yang sedang penuh dengan siswa dan siswi, seperti suasana sekolah pada umumnya di pagi hari. Namun suasana itu tiba-tiba buyar karena suara seseorang terjatuh dan tertiban tumpukan kertas.

"Hadehh.... surat-surat ini lagi, mereka gak bosen apa?" Keluh Yuuki sambil keluar dari tumpukan kertas yang menimpanya.

"Bro, lu gapapa kan? Gak ada yang lecet kan? Ginjalmu gapapa?" Ucap Teman Yuuki dengan nada mengejek dan senyum lebar.

"Akane.... Minimal bantuin kek.... Ini suratnya banyak banget elah..." Balas Yuuki pada Akane dengan sedikit kesal.

"Hehee, sorry.... Btw, itu surat-surat ini gak ada yang mau lu tanggepin gitu? Kek... lu gak bosen apa ngejomblo terus, aku aja udah capek...." Tanya Akane serius.

"Enggak sih.... soalnya gak ada yang bikin aku tertarik, dan yaa.... mereka semua terlalu mudah ditebak, klo aku sih pengennya cewek yang susuh ditebak"

Akane pun menatap sinis Yuuki, "Aku pukul lu sekali aja boleh kagak sih? Kesel gua dari kemarin itu mulu alasannya," ucapnya dengan kesal.

Yuuki memasang kuda-kuda, "Ohhh... mau gelud nih ceritanya? Ayo aja gue mah...."

"Tidak dalam pengawasanku!" Segera setelah itu, seorang gadis menepuk sisi samping tangannya ke kepala mereka berdua.

"DUKK!!"

"Aduuhh... apaan sih Aoi? Orang kami cuma bercanda doang...." Sahut Akane.

Awalnya Akane ingin membalas perbuatan Aoi, namun hal itu ia kurungkan karena bel masuk kelas sudah berbunyi. Akhirnya mereka bertiga pun menuju ke kelas mereka. Selama di jalan menuju kelas banyak suara bisik-bisik dari siswi yang tertarik dengan Yuuki, tapi ia tidak mempedulikan hal itu. Sesampainya di ruang kelas 2-3, Yuuki duduk di kursinya yang terletak di tengah belakang dan diikuti dengan Akane dan Aoi yang duduk di depannya dan di serong kanan depan. Suara canda tawa mememuhi seisi ruang kelas, ada yan membahas game, anime, film, make up, dan ada juga yang membahas idol. Ditengah keramaian itu Akane memutar kursinya dan mulai berbicara dengan Yuuki.

"Bro, mau sampe kapan mau ngejmblo terus? Lu gak ada keinginan gitu buat nyari pacar? Lu punya alasan tertentu gitu, kenapa jadi sering nolak cewek terus terusan?" Akane memulai pembicaraan.

["Bener lagi, beliau udah jelas-jelas banyak cewek yang suka, eh... malah ditolak semua, aku kan jadi iri!" teriak Author kesal]

"Hhhmmm.... Gimana ya jelasinnya, lumayan rumit sih...." Ucap Yuuki sambil menatap gelang di tangan kanannya yang terdapat sebuah wadah kecil dengan lubang kunci bergantung di gelangnya.

"Itu lagi? Bro, itu udah bertahun-tahun yang lalu, bahkan saat itu kau masih 9 tahun, move on lahh...." Balas Akane.

"Yaa... gimana ya, aku aja udah lupa gimana wajahnya, bahkan aku tidak tahu siapa namanya, yang aku ingat cuma kata-kata terakhirnya sebelum pindah rumah, 'suatu hari nanti, saat kita bertemu lagi, aku akan membuka kunci yang ada pada gelangmu dan kau akan menemukan jawaban perasaanku.' dan yaaa.... Aku masih memegang janjinya sampai sekarang." Ucapnya sambil memegang erat gelang ditangannya.

"Kurasa aku tak bisa menyalahkanmu kali ini, semenjak kejadian 'itu' kau melupakan beberapa hal yang seharusnya tidak kau lupakan, jika saja aku lebih cepat saat itu." Ucap Akane dengan raut sedih.

Tiba-tiba Aoi yang dari tadi diam seketika berdiri, "Akane, ayo keluar sebentar, ada yang ingin kubicarakan"

"Hah, aku? Baiklah.... Yuuki, kalau ada guru nanti bilang aja kami ke UKS." Ucapnya dengan muka sedikit kesal yang dibalas Yuuki dengan senyum tipis dan gestur jari "OK".

Akane dan Aoi pun keluar dari kelas, meninggalkan Yuuki dengan 3 kursi kosong disekitarnya, yaitu kursi Akane dan Aoi lalu satu kursi kosong di sebelah kirinya.

"Baik anak-anak, silahkan duduk!" wali kelas 2-3 masuk ke kelasnya dan menyadari bahwa Akane dan Aoi tidak ada di kelas.

"Dimana Igarashi dan Yamada?" Tanya sang wali kelas.

"Mereka ke UKS pak, Yamada kurang enak badan," jawab Yuuki.

Si wali kelas terlihat curiga namun tidak memperdulikannnya.

"Ngomong-ngomong, hari ini kita kedatangan murid baru"

Setelah sang wali kelas mengatakan itu, seisi kelas langsung rebut dengan sahutan-sahutan seperti "cewek atau cowok pak?", "orangnya gimana pak?", dan banyak pertanyaan lainnya yang langsung ditenangkan oleh sang wali kelas.

"Aku jadi penasaran, yaa... cewe atau cowo aku gak terlalu peduli sih...." Pikir Yuuki.

"Eh, tunggu bentar..... satu-satunya kursi yang kosong kan tinggal di sebelah kiriku, dan kalau misalnya anak pindahan itu cewek..... UUUWAAAHHH GIMANA INI?!!! AKU KAN GAK JAGO INTERAKSI AMA CEWE, KALO MISALNYA DIA MALAH NGIRANYA AKU ANEH GEGARA FIRST IMPRESSIONKU KE DIA GIMANA?!!! KENAPA SIH DI SETIAP CERITA YANG ADA MURID PINDAHANNYA PASTI ADA AJA SATU KURSI KOSONG DI DEKAT MAIN CHARACTER!!!! SIALAN KAU AUTHOORRR!!!!" Batin Yuuki sambil mengacak-acak kepalanya.


[Ceritaku, serah aku lah..... emang gua pikirin, itumah masalah lu :P]

BERSAMBUNG.....

DominanHikayelerin yaşadığı yer. Şimdi keşfedin