Pernahkah kau percaya akan adanya kehidupan kedua? atau pernahkah kau percaya akan adanya dunia lain? universe lain?
Aku termasuk orang yang mempercayai akan adanya hal yang tidak masuk akal itu— Tunggu, tidak masuk akal? mungkin masuk akal juga. Mengapa? karena percaya atau tidak percaya, aku mengalami dua hal itu sekaligus, di kehidupan ku kali ini.
᷍ ᷍ ᷍ ᷍ ᷍ ᷍ ᷍ ᷍ ᷍ ᷍ ᷍ 🎐
Warna biru cerah yang menghiasi langit dari arah manapun yang kulihat, awan putih yang bergerombol menjajahi birunya langit itu tampak sangat memanjakan mata. Sapuan lembut angin yang mengenai daun-daun pohon itu tampak membawa kedamaian. Terangnya cahaya pembawa kehidupan itu kini di temani dengan satu bola kecil yang tak jauh dari sosoknya. Ya, benar, matahari di dunia ini ada dua, namun yang satunya lebih kecil dan melayang-layang di langit. Entah bagaimana bisa seperti itu, tapi kata cerita rakyat itu adalah kerajaan para Dewa dan Dewi, itulah mengapa matahari itu lebih kecil dibandingkan dengan matahari yang biasa kita lihat, dan itulah mengapa matahari kecil itu tidak tenggelam di penghujung hari hingga hari berikutnya, bertengger selama 24 jam lamanya.
Hari ini lagi-lagi aku datang ke tempat favorit ku, melarikan diri dan bersembunyi dari para pengasuh dan 'Ibu'. Memang terdengar nakal, namun aku juga merasa sangat bosan jika seharian penuh berada di lingkungan rumah tua besar dan bertingkat dengan desain seperti rumah Belanda itu.
Jujur saja, ketika aku membuka mataku untuk pertama kalinya di dunia ini, aku merasa linglung dan terkejut karena aku merasakan tubuhku mengecil, mungkin sekitar umur 3 tahun? entahlah, pada awalnya aku hanya menganggap bahwa ini hanyalah mimpi sekilas sebelum aku di masukan ke neraka atau surga. Tapi ternyata semua itu bukanlah mimpi, namun kenyataan yang sudah kujalani selama 12 tahun. Yah memang tak terasa lamanya, terasa singkat namun penuh dengan tahapan.
"Hira?" Suara yang familier itu kini membuyarkan lamunanku. aku langsung menengadahkan kepalaku ke atas, ke arah sumber suara itu berasal. Ya, itu Noah. Salah satu teman seumuran ku yang mengetahui tempat favorit ku ini.
"Lagi-lagi kau kabur ke sini ya? aku tidak heran sih, memang sangat membosankan berada di panti seharian." Ucapnya saat dia melompat turun ke bawah setelah menuruni tangga yang bersandar pada tembok gua, ia lalu berjalan menghampiriku dengan kedua tangannya yang dimasukkan kedalam saku celananya.
"Lagipula... tempat ini memang sangat menenangkan dan memiliki pemandangan yang bagus... suasananya juga damai." Tambahnya saat dia memperhatikan tempat itu dengan seksama.
Ada satu fakta tentang Noah yang ku akui. Noah cukup pintar dan cerdik, terkadang dia mengungkapkan ide acaknya yang licik padaku entah dimanapun kita berada. Dia juga banyak di sukai oleh para gadis di panti. Yah, memang sih itu hal yang wajar, karena Noah adalah tipikal anak laki-laki dingin dan keren di mata para gadis. Aku tidak bisa menyangkalnya karena itu adalah faktanya. Noah juga memiliki paras tegas namun tampan, lalu dia juga cukup tinggi dikalangan anak seumuran kami, jadi wajar saja bukan jika gadis-gadis di panti menyukainya?
"Yeah... aku suka suasana di sini, apalagi dengan pohon ini yang berada di tengah-tengah gua... sangat unik dan cantik." Ucapku saat menengadah menatap pohon yang terkena sinar lembut dari lubang di atasnya.
Memang benar apa yang Noah ucapkan, tempat ini damai dan sunyi, sehingga membuat suasana di dalam gua itu sangat menenangkan.
Setelah hening beberapa saat, akhirnya Noah memutuskan untuk duduk di samping ku dan bersandar pada dinding gua, ia menghela nafas panjang saat menatap pohon itu.
YOU ARE READING
forget me not?
FantasyPernahkah kau percaya akan adanya kehidupan kedua? atau pernahkah kau percaya akan adanya dunia lain? universe lain? Aku percaya akan kedua hal itu, akan kujelaskan dan kuceritakan mengapa aku bisa mempercayai kedua hal tak masuk akal itu. original...
