"Enggak, gw lgi ga minat pacaran" Jawab Jaemin, tpi batinnya berkehendak lain *andai lu tw chan perasaan gw sm lu*
"Owhh.... Nana! Ayoo beli ice cream!" Ia menarik tangan Jaemin, untuk ikut pergi bersamanya.
"Iyaa, pelan² chan" Ujar Jaemin karena tiba² pergelangan tanganya ditarik oleh haechan.
|Skipp|
Kini kedua lelaki yang berstatus sebagai sahabat itu tengah berada di apartemennya. Jaemin dan Haechan 1 apartemen, karena Haechan tidak berani sendirian.
Haechan yang sedang asik melihat tontonan televisi, tak sengaja melihat Jaemin yang ingin pergi.
"Nana! Nana mw kemana??" Tanya Haechan.
"Gw mw pergi kebar, lu mw ikut?" Jawab lelaki bersurai putih itu.
"Emm.. Boleh??" tanya haechan lagi.
"Iyaa, cepat siap² gw tungguin nih lama gw tinggal" Haechan langsung menuju kamarnya untuk bersiap.
|Skip|
"Haechan?? Lu mabuk?" Jaemin yang menyadari haechan mabuk, langsung membawa haechan pulang. Haechan digendong ala bridal style menuju mobil milik Jaemin.
"Uhmm panashhh" Haechan tak bisa diam didlm mobil. Ia membuka 2 kancing atas kemejanya, lalu naik ke atas pangkuan Jaemin, ia gesekan sedikit pantatnya.
"Sh1t! Jangan bergerak Haechan.." geram Jaemin
"Ahh Jaehhh, panashhh" Haechan angkat tangan Jaemin ke dada berisinya, seolah menyuruh Jaemin meremas dadanya.
"Salah lawan haechan"
|Skip|
"Ahk! Ahhh Jaehhh eunghhh!!" Desah Haechan, tubuhnya tersentak mengenai bedboard karena tusukan Jaemin yang brutal.
"Call me Daddy babe.." Ucap Jaemin
"Ouhhh, fashhtehrhh daddyhh ahh"
"Your wish, dear"
Tusukan Jaemin semakin brutal, membuat yang dibawah kewalahan.