Chapter 1. Pergulatan Batin

5 1 0
                                        

Di kedalaman lautan yang biru pekat, kerajaan Nautitopia berdiri megah. Istana terbuat dari karang-karang yang menjulang tinggi, dihiasi permata-permata laut yang berkilauan setiap kali terkena sinar bulan yang tembus ke dasar laut. Namun, keindahan itu tak bisa menutupi kekosongan di hati Nereus. Sebagai pangeran tunggal dari Raja Nautilus dan Ratu Aurelia, semua hal sudah ada dalam genggamannya—kekuasaan, kehormatan, dan kekayaan. Namun, setiap hari yang berlalu terasa sama. Hidupnya seolah terjebak dalam rutinitas yang tak ada ujungnya.

Nereus sering berenang sendirian, menjauh dari istana, menjelajahi jurang-jurang laut yang gelap, berharap menemukan jawaban dari kebingungannya. Ada sesuatu di dunia ini yang selalu terasa salah. Meski lautan penuh dengan warna-warni terumbu karang dan makhluk-makhluk eksotis, bagi Nereus, semuanya sunyi. Dia mendengar suara air, tapi bukan suara kehidupan. Semua terasa bisu.

Di malam-malam yang panjang, Nereus merenung di balkon istana, memandangi permukaan laut yang jauh di atas sana. Ia tahu bahwa dunia atas adalah tempat yang berbahaya bagi kaum laut, namun hatinya selalu tertarik ke arah sana. Ada kisah-kisah yang pernah ia dengar saat kecil, tentang daratan yang penuh dengan suara, tawa, tarian, dan nyanyian—sesuatu yang tak pernah ia alami di kedalaman lautan.

---

Suatu hari, saat Nereus berenang lebih jauh dari biasanya, ia menemukan gua gelap di dasar laut. Gua itu tersembunyi di balik tebing karang yang curam, seolah mengundang sekaligus memperingatkan siapa saja yang melihatnya. Rasa penasaran menguasai Nereus, dan meskipun hatinya dipenuhi keraguan, ia tetap masuk.

Di dalam, suasana semakin sunyi, hanya terdengar gemuruh halus air laut yang mengalir di sekitar bebatuan. Cahaya yang masuk semakin memudar, hingga akhirnya ia terbenam dalam kegelapan total. Namun, di tengah kegelapan itu, Nereus mulai merasakan kehadiran sesuatu—atau seseorang.

Tiba-tiba, sebuah suara tua namun tenang terdengar, "Apa yang membawa pangeran lautan ke tempat yang terlupakan ini?"

Nereus terkejut dan mencari asal suara. Di sudut gua, muncul sosok nenek tua yang terlihat rapuh, namun ada sesuatu yang aneh dan kuat dari dirinya. Rambutnya panjang, berwarna perak seperti alga tua yang tumbuh di dasar laut terdalam, dan matanya bersinar lembut dalam kegelapan. "Siapa kau?" tanya Nereus, suaranya bergetar antara waspada dan penasaran.

"Aku adalah Merenaiya," jawab wanita tua itu, suaranya bergema lembut di gua. "Aku sudah hidup lebih lama dari yang bisa kau bayangkan, lebih lama dari istana megah milik ayahmu berdiri. Aku telah menyaksikan banyak jiwa yang tersesat dalam pencarian makna. Dan aku tahu kau adalah salah satunya."

Nereus merasakan beban di hatinya seolah diungkapkan dalam kata-kata. "Apa yang kau maksud?"

"Hatimu gelisah, pangeran. Kau merasa dunia bawah laut ini tak cukup, bukan? Kau mencari sesuatu yang lebih, sesuatu yang tak pernah kau temukan di sini. Kau ingin tahu tentang dunia di atas sana," Merenaiya menjawab dengan senyum samar. "Aku bisa mengajarimu, jika kau mau."

Nereus menatap nenek itu penuh dengan rasa ingin tahu, tapi juga ketakutan. "Apa yang bisa kau ajarkan padaku?"

Merenaiya bergerak mendekat, matanya menyala dengan pengetahuan kuno. "Dunia atas penuh dengan kehidupan—warna, suara, tarian, dan nyanyian yang tak pernah bisa kau bayangkan di sini. Kau ingin merasakannya, bukan? Aku bisa memberimu kekuatan untuk menjelajahi dunia itu, tapi ingatlah, setiap pilihan ada harganya."

Nereus berpikir sejenak, merasakan keinginannya semakin menggebu. "Apa harganya?"

"Harga dari semua petualangan adalah kehilangan," kata Merenaiya penuh teka-teki. "Kau akan kehilangan bagian dari dirimu setiap kali kau melangkah lebih jauh dari yang kau tahu. Namun, di situlah kau akan menemukan jawaban."

Setelah merenung sejenak, Nereus memutuskan untuk menerima tawaran itu. Merenaiya lalu memberikan sebuah kalung, terbuat dari mutiara gelap yang memancarkan cahaya aneh. "Kenakan ini saat kau ingin menjelajah dunia atas, dan ingatlah, jangan terlalu lama meninggalkan lautan. Ada harga yang lebih tinggi jika kau lupa dari mana asalmu."

Dengan kekuatan baru di tangannya, Nereus merasa hatinya terbuka pada kemungkinan yang lebih luas. Namun, di balik kegembiraan itu, ada juga kekhawatiran yang tak ia mengerti.

---

Nereus Stories to obsess over. Discover now