8 Tahun Yang Lalu...
Di desa yang begitu indah, tak begitu banyak penduduk disana. Namun penduduk di desa itu sungguh ramah sekali, saling membantu satu sama lain.
Ya, Aktifitas di desa tersebut berjalan mulus pada umumnya.
Sebelum malam itu terjadi...
Malam hari di desa itupun begitu indah, bintang-bintang di langit menerangi desa tersebut. Banyak anak-anak yang suka melihat bintang-bintang di langit.
Sungguh begitu indah
Seorang anak berumur 10 Tahun, melihat bintang-bintang dengan anak sepantarannya, yang termasuk teman masa kecilnya
Mereka berdua berbagi cerita yang begitu menyenangkan. Sampai tengah malam itu..
*BOOM!
Terdengar suara ledakan dari desa tersebut, banyak orang yang berteriak. Berlari lari dari ledakan itu.
Kebakaran mulai terjadi di sekitaran desa itu, Anak-anak yang awalnya melihat bintang. Harus berlari dan berteriak mencari orang tua mereka.
Anak berumur 10 Tahun itu, bersama teman sepantarannya mulai berlari dari kehancuran tersebut dan memanggil orang tua mereka.
"AYAH, IBU!!! KALIAN DIMANA!!" Teriak Anak itu. Ia berlari mencari orang tuanya, begitu juga dengan teman sepantarannya yang mencari keberadaan keluarga nya.
Banyak Perumahan serta pembangunan yang sudah mulai roboh, banyak beberapa orang terkena pecahan bangunan tersebut.
Anak itu tetap mencari orang tuanya, ia melihat banyak perumahan yang sudah terbakar, banyak perumahan yang sudah hancur akibat ledakan tersebut.
"AYAH!! IBU!! DENGAR LAH SUARA KU!" Teriak anak itu.
Anak itu mencari orang tuanya di rumah yang ternyata sudah roboh akibat ledakan barusan.
Ia berteriak kepada orang tuanya yang tertiban reruntuhan rumahnya yang telah roboh.
Lalu ia dengan sekuat tenaga menyingkirkan beberapa robohan rumahnya, untuk mencari keberadaan orang tuanya yang sepertinya tertiban bangunan tersebut.
"AYAH, IBU!!! KALIAN DIMANA!!?" Teriak anak itu.
Ia sangat khawatir dengan keadaan keluarga nya entah dimana, air mata nya mulai mengalir membasahi pipinya. Tak bisa menahan tangisan yang ia rasakan.
Anak itu masih tetap mencari orang tuanya, dan hasilnya nihil. Ia langsung terkejut, menangis dalam kejadian kebakaran tersebut.
Temannya yang berlari mencari anak itu, menghampiri nya dan memohon pada anak itu untuk pergi dari sini.
"HEI! INI SUDAH HANCUR PARAH, AYO KITA PERGI DARI SINI!" Teriak Temannya sambil menarik tangan anak itu.
"ENGGAK! ORANG TUA AKU BELUM KETEMU!!" anak itu berteriak histeris.
"T-tapi, tempat ini nanti semakin hancur!" Teriak temannya masih menarik lengan anak itu.
"GAK!! ORANG TUA KU BAGAIMANA!?" Teriak anak itu menangis.
"Kita tak tau harus bagaimana... O-orang tua ku juga tak tahu kemana.." Ucap temannya yang memegang tangan anak itu, sambil menahan tangisan.
Ia langsung lemas, tak berdaya. Seperti mimpi buruk, bahkan keberadaan orang tuanya saja tak tahu. Anak itu langsung melihat sekitar, porak poranda pada tempat asalnya.
Ia kembali melihat kehancuran tempat tinggalnya dan hanya menemukan sebuah kalung, persis milik Ibu nya.
Ia mengambil, menaruh kalung yang dia ambil itu di kantongnya.
"Ayo! Kita harus keluar.. Tempat ini makin seram.." ucap temannya.
Anak itu akhirnya menuruti temannya itu dan mereka mulai berlari keluar dari desa itu, yang telah menjadi porak poranda.
Desa itu begitu sudah hancur, entah asalnya darimana ledakan itu terjadi. Dan kejadian itu, seperti trauma untuk seumur hidup.
...........
KAMU SEDANG MEMBACA
Pengelana Di Tanah Sihir
FantasyPengelana, yang harus meninggalkan tempat kampung halamannya karena ada tragedi buruk yang terjadi di kampung halamannya, yang mengharuskan Pengelana itu untuk mencari tempat tinggal yang pantas. Mulai nya Pengelana itu memulai perjalanan nya, bersa...
