“Zhan.”
“Dokter, iya dok ada apa?” jawab pemuda yang bernama Xiao Zhan.
“Orang itu sudah sadar, dia sudah melewati masa kritisnya.” ucap sang dokter menjelaskan tujuan dia memanggil Xiao Zhan.
“Syukurlah.” jawabnya singkat.
“Apa kamu tidak ingin melihatnya?”
“Ah, aku rasa tidak perlu dok. Yang penting dia sudah melewati masa kritis, lagi pula sudah ada yang menjaganya, dia pasti akan baik-baik saja.” ucap Xiao Zhan sambil tersenyum ramah.
“Hm baiklah, kalau gitu aku akan melanjutkan pekerjaanku. Jaga dirimu baik-baik, jangan sampai kamu melupakan obatmu.” ucap sang dokter berpesan pada Xiao Zhan.
“Siap dokter.” jawab Xiao Zhan dengan antusias dan tak ketinggalan senyum ramahnya.
Sang dokter mengusak rambut Xiao Zhan dan pergi meninggalkan pemuda itu untuk memeriksa pasien yang lain.
Sedangkan Xiao Zhan yang tadinya tersenyum ramah kini wajahnya dalam sekejap berubah datar dan terkesan dingin.
Mungkin karena tadi ia bertemu dengan seorang dokter sehingga dia terlihat ramah, dan sekarang tidak ada yang ia kenal makanya terkesan dingin.
‘Setidaknya dia tidak mati.’ batinnya.
Xiao Zhan yang sudah mendapatkan obatnya, ia melangkah pergi meninggalkan area rumah sakit untuk pulang ke rumahnya. Dan memang hari ini Xiao Zhan sudah di perbolehkan pulang sama dokter setelah dua hari di rawat di rumah sakit.
Sedang kan di bangsal VVIP rumah sakit yang sama terdapat seorang pasien dengan luka tembak di dada kirinya, beruntung operasinya berhasil sehingga orang itu bisa melewati masa kritis karena terdapat dua butir peluru bersarang di sana.
“Apa kalian juga melihatnya?”
“Iya aku melihatnya dengan jelas, dia benar-benar tuan muda.”
“Apa arwahnya tidak tenang karena meninggal akibat di bunuh?”
“Bisa jadi, makanya dia gentayangan kemari.”
“Aku bergidik ngeri, mana nanti malam giliranku jaga.”
“Lebih baik berhadapan dengan musuh daripada bertemu hantu walaupun hantunya itu bos kita sendiri.”
“Eh, menurutmu apa tuan Yibo juga melihatnya?”
“Bagaimana mungkin, tuan kemarin masih kritis bagaimana mungkin dia bisa melihatnya.”
“Bagaimana kalau nanti malam dia datang lagi?”
Begitulah percakapan bodyguard yang sedang berjaga di depan ruang VVIP membahas sesuatu yang sepertinya berhubungan dengan hantu.
“Apa yang kalian bicarakan? Kenapa berisik sekali, apa kalian tidak takut jika tuan terbangun dan memenggal kepala kalian karena telah menggangu istirahatnya, hah?” suara seseorang yang baru saja datang membuat mereka semua kicep dan kembali ke posisinya masing-masing.
“T-Tuan Liu.” mereka terlihat gugup.
“Jangan banyak bicara omong kosong saat bertugas.”
“Ta-tapi tuan Liu, kami tidak berbohong. Kami benar-benar melihat tuan muda Sean Xiao kemarin malam saat tuan dalam kondisi masih kritis.” ucap salah seorang bodyguard yang bertugas di depan ruangan VVIP pada orang yang bernama Liu.
“Benar tuan Liu, bahkan tuan muda Sean Xiao menghabiskan waktu lebih lama di dalam ruangan saat tengah malam. Sepertinya beliau juga mengkhawatirkan keadaan tuan Yibo.” timpal yang lain.
YOU ARE READING
I'm Yours
FanfictionWarning!!! Bagi yang tidak suka genre BXB tolong jangan hadir disini, ini lapak memang dikhususkan untuk penggemar bacaan BXB. Nama tokoh hanya meminjam, tidak mewakili orang itu sendiri. Dan tidak ada kaitannya dengan kehidupan pribadi mereka. Teri...
