TAKIISHI tau Endo nyembunyiin sesuatu di ruangan yang ada di ujung lorong rumah tua tempat mereka biasa ngumpul sama anggota Noroshi lainnya. Tapi rasanya dia nggak pernah lebih penasaran daripada sekarang.
Endo bilang dia melihara 'anak kucing' di sana. Awalnya Takiishi nggak peduli. Demi tuhan dia nggak mau terlibat sama apa yang si sinting Endo lakuin. Endo itu orang aneh yang bahkan selama Takiishi kenal ini, dia sama sekali nggak bisa di prediksi.
Waktu dia menyebutkan anak kucing hari itu, Takiishi tahu artinya. Seseorang ada di dalam sana, tak terkena sinar matahari, makan 1 kali dalam 2 hari. Entahlah, Takiishi berharap di dalam ruangan itu ada toilet atau aliran air hingga ia tidak perlu menemukan anak yang kukunya berdarah akibat dehidrasi.
Ia sama sekali tidak mengatakan apapun pada Endo. Ia tidak bilang bahwa ia akan ke markas hari ini. Jadi di sinilah ia. Berdiri sendirian di depan ruangan ujung lorong gelap yang terkunci. Bau pesing dan muntah tercium bahkan dari luar.
Pemilik rambut panjang berwarna api itu mengernyit. Ia bahkan gak tau mengapa ia peduli, tapi rasanya melakukan ini itu hal yang benar.
Brakkk!!
Kakinya bisa membobol kunci pintu dalam satu kali tendangan. Bau lembab, bau kamar mandi, bau darah kering langsung masuk ke indra penciuman Takiishi.
Kucing.
Endo benar. Di sini ada anak kucing.
Tiap langkah yang Takiishi ambil rasanya bisa membuat tulang Sakura luruh ke perutnya satu persatu. Remaja itu mepet ke tembok dengan desisan waspada.
Mata cantik yang gak serasi itu membuat Takiishi gak mau mengalihkan pandangan. Juga rambut yang terbelah menjadi 2 warna yang kontras. Takiishi berlutut di depan Sakura, mengulurkan tangannya.
Kutuk saja pemuda itu. Dia juga nggak mengerti kenapa dirinya melakukan ini.
"Ayo keluar." Seperti suara badai di malam hari.
Kewaspadaan Sakura mengendur, lalu dengan cepat tangan Takiishi menepuk tengkuknya.
Sakura kelelahan, kelaparan dan ketakutan terpukan (pukulan) kecil Takiishi aja bisa membuatnya pingsan.
Takiishi membungkus tubuh kedinginan Sakura dengan jaket kulit hitam favoritnya, mengangkat anak laki-laki yang lebih muda pergi dari sana.
Sekarang apa?
°
°
°
SAKURA mendouble kaos putih yang dia kenakan menggunakan hoodie abu-abu. Sakura keluar dari apartemen jelek yang dia tinggali setahun terakhir dan pergi menyegarkan kepalanya yang jenuh.
Udah setahun. Endo nggak lagi muncul dalam netranya. Hingga kini Sakura masih gak paham apa yang terjadi.
Ia ingat terkahir kali, ia sedang tidur, kelaparan karena hanya bisa minum dari keran kamar mandi selama seharian penuh.
Lalu pintu yang terbuka dengan kasar itu membangunkannya. Bayangan pria (? atau wanita?) berambut panjang membuat cahaya terblokir di sekelilingnya. Jelas bukan Endo, rambutnya tidak sepanjang itu.
Saat menyamakan tinggi badan, akhirnya Sakura agak kewalahan. Mata emas yang dingin tapi terasa hangat, suara serak seperti tidak pernah berbicara.
Ia pikir yang datang adalah malaikat.
Lalu kesadarannya hilang.
Trus pas bangun dia udah di apartemen ini, dengan tubuh yang terbungkus perban.
Orang itu ninggalin sekotak obat-obatan, futon, juga beberapa pasang baju bekas yang beruntungnya pas si badan Sakura.
Setiap bulan, amplop uang bulanan selalu datang di pintu apartemen. Sakura tidak punya pilihan lain selain menggunakannya. Sesekali ada surat yang terselip diantara lembaran uang.
Surat yang masih Sakura kumpulan hingga kini dan ia baca berulang kali seolah kalimat di dalamnya adalah mantra.
Surat pertama hanya menunjukkan alamat sekolah. Sakura harus sekolah dan ia menurutinya. Penderitaannya di kucilkan bukanlah masalah. Lebih murah dari harga kebebasan yang ia dapatkan. Jadi Sakura bertahan.
Surat kedua datang 4 bulan kemudian. Lebih santai, masih dengan goresan kaku seolah tangan si penulis hanya diciptakan untuk meninju.
Menanyakan kabar, disusul oleh kabar penulisnya sendiri, lalu kalimat menenangkan. Endo tidak akan mencapai sakura kembali.
Sakura nggak tahu apa hubungan penyelamatan dengan Endo. Tapi ia mau belajar percaya.
Surat ketiga langsung datang di bulan berikutnya. Si penyelamat kali ini cuma bilang kalau Sakura harus makan banyak. Juga sayuran.
Sakura gak suka sayuran sama sekali. Tapi ia menambahkan menu itu 3 kali dalam seminggu. Jika ia benar-benar gak mau, Sakura bakal bergumam sambil diam-diam mengganti menunya menggunakan buah.
Surat keempat hanya berjarak seminggu. Isinya penuh huruf kapital.
MAKAN 3× SEHARI.
Hanya itu, membuat Sakura menggaruk tengkuknya bingung. Kalau sebanyak itu, bukankah uangnya gak akan cukup?
Sakuta nolak mikir kalau sebenarnya uang kiriman itu gak bakal habis bahkan kalau sakura makan 5 kali sehari.
Okelah, 3 kali sehari. Walau kadang Sakura masih sering kelupaan.
Kemudian gak ada lagi surat yang datang hingga pagi ini.
Pergilah ke Makochi.
Sakura memasuki tangannya ke dalam saku hoodie, berjalan menunduk sambil terus berfikir.
Makochi itu di mana jir?
Emang sih, sebentar lagi dia lulus dari sekolah menengah walau dengan nilai pas-pasan, dan dia juga belum menulis lembar SMA tujuan.
Sakura masuk ke rumah makan sederhana, duduk di kursi konter karena ia jelas gak mau berbagi meja sama pengunjung kelaparan yang lain. Habis memesan, Sakura menatap koran lama yang dipotong-potong menjadi kliping di meja bar.
Furin, Makochi, Tawuran.
Oke, jadi Makochi bukan tempat damai kayak yang dia pikirkan.
Sakura makan nasinya dengan lambat sambil membaca beberapa artikel lama lainnya yang entah kenapa dijadikan semacam motif di balik taplak meja transparan.
Membayar dengan cepat, Sakura cepat-cepat pergi sebelum jam makan malam datang. Orang-orang akan menatapnya kayak lagi liat hewan sirkus kalau dia tetap keras kepala dan tinggal lebih lama.
Ketika sampai di apartemennya, kotak pos di pintu Sakura membentur sesuatu. Bukankah tadi pagi suratnya sudah datang? Uangnya juga sudah, apa Sakura melewatkan barang lain?
Tangannya masuk meraih benda persegi di dalam.
Berkedip cepat.
Untuk apa ponsel kalau Sakura gak tahu cara ngegunainnya?
YOU ARE READING
drowned (DISCONTINUE)
RandomSemuanya nggak sebaik bayangan Sakura pas dia tiba di Makochi. Furin tahu Sakura berhubungan dengan Endo, curiga bahwa Sakura ada di sana sebagai mata-mata. Segalanya berbanding terbalik dengan apa yang di katakan surat dari penyelamatnya. ‼️DICLAIM...
