Bab 1 Hari Yang Sunyi dan Dua Sahabat Baru

18 1 5
                                        

Pagi hari di Kota New York, Amerika Serikat...

Aurora berjalan sendirian menuju lorong-lorong perusahaan Evander Cole Corporation, dia merasa banyak tatapan asing yang menyambut kehadirannya. Aurora hanya menghela nafas panjang, lalu tersenyum tipis.

"Apa ada yang salah denganku, hingga mereka menatapku seperti itu?" Aurora bertanya pada dirinya sendiri, dan mempercepat langkahnya menuju ruang kerjanya.

Aurora sampai di ruangannya, menghela nafas panjang dan duduk di kursi miliknya.

"Tatapan mereka membuatku tidak nyaman. Aku akan minum air putih saja untuk menghilangkan rasa itu," ujar Aurora.

Aurora mengambil tas miliknya, dan sialnya ia lupa membawa botol air yang telah disiapkan nya.

"Bagaimana ini? Aku lupa membawa botolnya, sebaiknya diriku membeli di kantin saja," ujar Aurora.

Aurora pun mengambil beberapa lembah uang, senilai 200 dollar lalu pergi.

Di sisi lain...

Aurora sudah sampai di kantin dan membeli beberapa makanan untuk makan siang nanti, karena dia tidak suka jika menjadi bahan perhatian semua orang.

"Semua nya berapa, Nyonya?" tanya Aurora dengan sopan.

"Lima puluh dollar," balas wanita paruh baya, dengan nada lembut.

Aurora memberikan uang seratus dollar pada pemilik toko itu.

"Nyonya. Tidak perlu dikembalikan, aku pamit dulu," ujar Aurora dengan senyuman khasnya.

"Terimakasih, gadis muda."

Aurora pun pergi dan saat ia akan menaiki tangga untuk kembali ke ruang kerjanya, dia melihat perdebatan dua wanita yang seusia dengannya.

"Ada apa ini? Kenapa kalian berdua bertengkar?" tanya Aurora.

"Nona Sekretaris. Dia mengambil uangku," balas gadis pertama.

Wanita kedua menatap tajam temannya. "Dia bohong, Nona Sekretaris. Aku bahkan tidak tahu apa-apa, dan dirinya malah menuduhku."

"Jangan banyak alasan kamu. Kembalikan uangku!" teriak wanita pertama.

"Bagaimana aku mengembalikan uangmu. Jika diriku saja tidak pernah mengambil uang milikmu!" teriak wanita kedua.

Mereka kembali bertengkar hebat bahkan saling menjambak dan mendorong, Aurora menghela nafas panjang dan...

"Cukup!" teriak Aurora kencang.

Teriakan Aurora yang menggema dan tegas, membuat semua orang menatap dirinya. Aurora tidak membalas tatapan mereka, lebih memilih mengabaikan saja.

Dua wanita itu diam, tampak sangat segan pada Aurora.

"Jika kalian bertengkar seperti ini, hal itu tidak akan menyelesaikan sebuah masalah!" tegas Aurora.

Dua wanita itu hanya diam dan setuju dengan perkataan Aurora.

"Siapa nama kalian?" tanya Aurora.

"Emily Anne," balas Emily.

"Kayla Marie," sahut Kayla.

"Sekarang kalian berdua saling meminta maaf dan berjabat tangan. Aku akan membantu menyelesaikan masalah ini," ujar Aurora dengan nada tenang.

Aurora tidak sadar bahwa dia sedang dipantau oleh, pemilik Perusahaan Evander Cole.

Emily dan Kayla berjabat tangan, mereka saling memaafkan.

"Kalian kembalilah bekerja. Aku akan memeriksa kamera pengintai untuk mencari kebenarannya, setelah tahu diriku sendiri yang akan memanggil kalian dan menghadapkan dengan pencuri yang sebenarnya." ujar Aurora.

My Singer Idol is My InspirasionMga kuwentong kahuhumalingan mo. Tumuklas ngayon