Part 01

294 15 2
                                        

Cerita ini versi narasi dari AU yang judulnya sama, yaitu 'Pleine lune', untuk versi AU aku up di X sudah tamat tapi yang pasti cerita itu tamat dengan banyak meninggalkan cerita yang belum selesai.

Note : cerita ini gak berlatar belakang Korea, disusun sedemikian rupa menarik mitologi Yunani, unsur kerajaan Eropa, dan reinkarnasi

Oops! This image does not follow our content guidelines. To continue publishing, please remove it or upload a different image.

Note : cerita ini gak berlatar belakang Korea, disusun sedemikian rupa menarik mitologi Yunani, unsur kerajaan Eropa, dan reinkarnasi.




:

“TERKUTUK LAH ENGKAU DEWA DEWI!”

Dia dewi Apollo, seharusnya dia masih duduk dalam kedudukan para dewi dewi di Olympus. Dengan perasaan panik dengan pupil yang mengecil ia menghentakkan kaki nya untuk segera turun ke bumi. Tak bisa dipercaya ia sekarang menjadi buronan para dewa dan dewi. Wanita anggun dibalik kepanikan itu entah harus kemana untuk berlindung.

“Apollo! Akan kau bawa kemana anak itu?” Salah satu nimfa mengejarnya, mereka berada disalah satu pohon besar dan Apollo dengan kaki yang meneteskan darah mencoba untuk berpikir, ia tak tahu membawa kemana bayi yang tak berdosa itu “Aku tak tahu, aku tak mungkin membiarkan anak ini mati begitu saja” ucap Apollo dengan nada gemetar. Nimfa itu mengulurkan tangannya dan berkata “aku dipihakmu. Berikan padaku anak itu, aku akan menyembunyikan nya di sebuah tempat perkumpulan nimfa, Dewa tak akan tau, aku akan membesarkannya” Apollo tak yakin tetapi suara menggelegar diatas langit membuat Apollo tak bisa banyak berpikir jernih.

Akhirnya Apollo memberikan anak itu kepada Nimfa dan dengan berat hati anak itu harus besar dikungkungan untuk bersembunyi dibalik dewa.

“Aku akan kembali, aku harus menghilang untuk sementara” Nimfa itu melihat Apollo berlari dan menghilang dibalik semak semak sekilas cahaya dikeluarkan oleh Apollo untuk teleportasi yang entah kemana ia pergi.

Nimfa itu membelai bayi itu seksama dan dengan ketakutan hebat ia membawa bayi itu ketempatnya. Sesampainya di tempat persembunyian Nimfa itu menyelipkan satu tangannya dibalik bendungan bayi itu dan membuat mantra. Memejam dengan seksama karna ini pertama kalinya ia harus bertanggung jawab sementara dan mengharuskan anak ini untuk berkelana ketika membesar.

Wahai Dewaku. Pergilah sebisamu setelah umurmu 5 tahun, kau ditakdirkan menjadi makhluk yang hidup abadi, Kau adalah Dewa, pergilah menjadi manusia dan pertahankanlah kekuatanmu

-

“Selamatkan gadis ini. Ia akan kehilangan darah!”

Dengan keributan dirumah sakit sebuah kecelakaan raya yang heboh terjadi. Kecelakaan itu tragis, membuat mobil yang dikendarai lompat dari jalur dan pengemudi ditemukan dengan keadaan sekarat, tetesan darah berada dilantai rumah sakit, Gadis itu sih pengemudi nya mencoba membuka mata tapi tak bisa. Seluruh badannya hancur remuk, ia tak bisa melakukan apapun untuk bernafas ia pun kesulitan.

Pleine LuneWhere stories live. Discover now