Prolog

587 49 6
                                        

Kang Yeseo berdiri di barisan bersama mahasiswa baru lainnya. Ini adalah hari pertama masa orientasi mahasiswa baru di kampusnya. Bagi seorang Kang Yeseo, Kegiatan seperti ini tentu hal yang tidak dia sukai.

Mereka akhirnya di bentuk suatu kelompok, dan dalam 1 kelompok terdiri dari 10 orang mahasiswa dengan jurusan yang berbeda.

Karena ini masa perkenalan kampus ke mahasiswa, mereka bergerak keliling kampus secara berkelompok, ya seharusnya begitu.

Tapi Kang Yeseo memilih duduk di suatu perpustakaan kampus dan enggan ikut bergabung.
Sifat angkuh, egois dan sombong masih sangat melekat pada Yeseo.

Yeseo berlari ke sisi sudut perpustakaan, mencari suatu buku untuk mengalihkan pikirannya. Ia memilih duduk di lantai selama aman dan tidak terdeteksi senior-seniornya yang lain.

Yeseo mengambil buku secara sembarangan, sekedar melihat isinya dan membolak balik halaman seakan memahami isinya. Yang Yeseo tangkap ini buku photography, yang pasti bukan bidang yang menarik di matanya. Bukunya tidak terlihat baru, namun terawat.

" The Art of Photography Bruce Barnbaum " Seseorang berbicara, Yeseo yang kaget langsung mengangkat kepalanya melihat seseorang yang ternyata sudah berdiri di sampingnya.

Laki-laki berpostur tinggi memakai pakaian rapi, namun terdapat ID pengenal ia sebagai mahasiswa baru, sama seperti Yeseo.

" anak photography? " tanya lelaki itu.
Yeseo hanya diam tak bergeming, lalu berdiri dan meletakan buku tersebut kembali ketempatnya dan bergegas untuk pergi menjauh dari laki-laki itu.

Namun ketika Yeseo ingin berjalan keluar dari lemari rak buku tersebut, Yeseo mendengar ada yang masuk ke dalam perpustakaan.

Yeseo terdiam, berjalan sedikit memundur dan mengintip dari sela-sela buku, dua orang laki-laki berjalan masuk ke dalam.

" Senior " Bisik laki-laki itu pelan.
Yeseo memandang kesamping, lagi-lagi laki-laki itu berdiri di sampingnya. Laki-laki itu kembali melihat Yeseo.

" kalau mau keluar ya gapapa " Jelas laki-laki itu.

" tapi kalau lihat dari respon sih, kamu juga kabur kek aku " tambah laki-laki itu santai.

Yeseo yang terdesak mau tidak mau akhirnya memutuskan untuk tetap berdiri di sana.

Sambil melihat laki-laki itu yang duduk di lantai, Lalu mengambil buku yang tadi Yeseo letakkan, The Art of Photography by Bruce Barnbaum.

Akhirnya Yeseo dengan sangat enggan memilih duduk di samping Laki-laki itu, tidak ada pilihan selain tetap berdiam diri.

Yeseo hanya diam sambil melihat langit-langit perpustakaan, Yeseo selalu suka belajar, dan tentu perpustakaan adalah tempat yang nyaman bagi Yeseo, Namun duduk di sebelah orang asing bukan lah hal yang baik bagi Yeseo.

Tidak lama mereka mendengar langkah dan suara kedua Seniornya berjalan dan keluar dari ruangan perpustakaan tersebut, entah apa yang di cari kedua orang tadi.

Yeseo yang tidak membuang waktu segera berdiri dan bersiap ingin keluar dari sela-sela rak buku perpustakaan itu.

Namun lelaki itu menarik menahannya, Yeseo yang tidak nyaman dengan sentuhan terutama orang asing segera menepis tangan lelaki tersebut.

Yeseo langsung melihat lelaki itu sinis.
Lelaki itu hanya memutar kedua bola matanya seolah geli dengan tingkah Yeseo.

" apa kau tidak punya sopan santun? " Tanya Yeseo sinis

Laki-laki itu segera berjalan mendekat, seolah tidak terima dengan ucapan Yeseo barusan, namun Yeseo menarik beberapa buku dari satu rak untuk dijatuhkan kelantai.

21Where stories live. Discover now