Semua bermula disuatu tempat hutan yang sedang berjalan menuju ke sekolah sihir (lari).
"Zhen : SIALLL!!! AKU TERLAMBAT!!! (sambil berlari kencang di hutan)"
Zhen terus berlari kencang di dalam hutan yang lebat untuk menuju ke sekolah sihir , dan di depan terlihat dua perempuan juga yang sedang berjalan santai ke sekolah sihir.
"Zhen : (melompat tinggi) PERMISI!!! AKU SUDAH TERLAMBAT!!!!"
"Viku : hah , itukan Zhen ಠ_ಠ , apasih , selalu aja gitu"
"Aiku : .... Ah udahlah (. ❛ ᴗ ❛.) (menutup wajah dengan buku)"
"Viku : hadeh kamu ini -_"
Zhen terus berlari hingga dia bisa melihat atap sekolah sihir.
"Zhen : ITU DIAAA , Lightning jump!!! (Mencharge energi petir ke kaki dan melompat cepat dan tinggi ke atap sekolah sihir) BAAAAA!"
"Dann : a.... (눈‸눈) Apalah bang , belum terlambat astaga , selalu aja kamu jebolin atap sekolah -_"
"Zhen : hah iyakah ?? ARGGGHHH DASAR FRITZ!!! awas aja kalau ketemu!!!"
Tiba tiba Fritz dengan sengaja melemparkan bola api ke arah Zhen.
"Zhen : (menghindar serangan itu) HOI!! APA APAAN!!!"
"Fritz : ZEHAHAHAHAHAH!!!! kena kau!!!! (Terus melemparkan bola api)"
"Zhen : nkh , KAU INI!!!"
"Dann : Slow time!!! (Semua waktu menjadi melamban sekali) Bisakah kalian berhenti -_"
"Fritz : aaa... Iya iya , tolong jalankan lagi!!! Aku ga bisa nafas woilah!!!"
"Dann : back time!! (Mengembalikan semua seperti normal) Huh melelahkan! (Terjatuh pingsan)"
"Zhen : (menangkap tubuh Dann yang jatuh) hadeh , maafkan atas tingkah Fritz , sialan lu Fritz!!!"
"Fritz : ya maaf 😅"
"Viku : WAAAA!! Dann pingsan lagi kah ?? (Tiba tiba muncul di belakang fritz)"
"Fritz : WAAA , salam dulu kocak!!!"
"Viku : hehe 😅"
"Aiku : kalian kenapa ini 😶"
"Fritz : Dann pingsan lagi -_"
"Aiku : Oalah 😅"
Tiba tiba seseorang berteriak sangat kencang di sebuah ruangan , dan teriakan itu seperti perempuan, tapi itu laki laki.
"Aiku : eh apa itu!??"
"Zhen : keknya ada sesuatu yang terjadi disana , ayo kesana , oh ya Fritz, kau urus Dann , salah lu ini!!"
"Fritz : huh iyelah tuh -_"
"Viku : ayo cepat kesana!!!"
Dan Viku, aiku , dan Zhen pergi ke ruang utama yang luas di sekolah, disana terlihat raitz sudah terbeku di dalam es yang gelap.
"Youn : RAITZ!!! kau masih hidup kan , masih hidup kan , bagaimana kau bisa membeku disana (menangis)"
"Zhen : perempuan mana yang berteriak tadi!!!"
"Youn : AKU LANANG!!!"
"Zhen : owalah 😅"
"Youn : gw serius!!! Siapa pelaku ini!!! Tega sekali melakukan itu kepada temanku!!!"
"Viku : (memegang es itu dan langsung menggigil kedinginan dan ketakutan) mmm es ini sangat dingin sekali , ini bukan suhu es pada normalnya atau di suatu negara atau Antartika ಠ﹏ಠ"
"Zhen : maksud?"
"Viku : ya maksud ku , es ini tidak normal , ini bukan suhu es pada biasanya"
"Zhen : e...... (Loading)"
Dan seorang guru tua sekolah menghampiri tempat itu yang sedang ramai.
"Zhoun : maksud dari Viku , es itu lebih dingin sekali dan tidak biasa , ini bukan sihir es pada biasanya , tidak ada sihir es sekuat ini"
"Zhen : jadi.... Siapa dalang dibalik semua ini???"
"Youn : kalau tidak salah , yang menggunakan sihir es hanyalah...."
Seketika semua murid yang berada disana menatap aiku semua.
"Aiku : ke-kenapa menatapku seperti itu 😫"
"Zhoun : bukan apa apa nakku aiku , hanya saja , di sekolah ini hanya kamu yang menggunakan sihir es , jadi bisakah tolong katakan sejujurnya anakku aiku"
"Aiku : ta-tapi , i-itu bukan aku 😫"
"Youn : dia bohong guru , itu pasti ulahnya!!! Aku sangat yakin itu pasti ulah aiku"
"Aiku : bu-bukan 😫 (air mata berlinang)"
"Youn : KAU PEMBOHONG, DASAR PENYIHIR KEJAM!!!"
"Zhen : (mendorong youn) HEI!! JANGAN KASAR SAMA PEREMPUAN, BELUM ADA BUKTI JELAS KALO AIKU BERSALAH!!!"
"Youn : SUDAH ADA BUKTI DI DEPAN KALIAN , TEMANKU TERBEKU!!! SIAPA LAGI YANG MENGGUNAKAN SIHIR ES KALAU BUKAN DIA!!!"
"Zhen : (menggerakkan kesal)"
"Aiku : (air mata menetes ke wajah aiku)"
Dan ketika itu terjadi pada aiku , es tajam dengan warna gelap keluar dari lantai dan mengelilingi sekitar aiku , seakan melindungi aiku.
"Viku : a-aiku , ka-kau (terkejut dan terdiam)"
"Youn : TUH KAN AKU JUGA BILANG APA!!! , DASAR PENYIHIR!!!!"
"Zhen : aiku..."
"Aiku : (menangis dan berlari ke kelas dengan menangis)"
"Viku : aiku!! Tunggu!!! (Berlari Mengikuti aiku)"
Dan semua murid menatap aiku yang sedang berlari , semua murid memandangnya dengan sinis dan jahat.
"Youn : tcih , penyihir memang pantas begitu!!! (Dengan marah)"
"Zhen : aiku.. (dengan wajah menatap melas aiku berlari , Zhen percaya bahwa pelakunya bukan aiku)"
Scene berpindah ke kelas dimana aiku menangis di tempat duduknya sambil menundukkan kepala , dan Viku menenangkan aiku.
"Viku : sudahlah jangan sedih , aku tau ini bukan salahmu , aku percaya kok"
"Aiku : (masih menangis)"
"Viku : siapa sih pelakunya , kok jadi aiku yang kena , kalo ketemu nanti bakal ku cincang tuh orang (dalam hati)"
Dan ketika Viku menenangkan aiku , kelas sangat sepi disaat itu karena murid lain tidak berani masuk ke kelas itu , tapi ada 1 laki laki yang berani masuk.
"Viku : (mengelus punggung aiku , dan melihat ada satu siswa yang membuka pintu kelas) hmm??"
"??? : (masuk ke dalam kelas , dengan wajah datar dan duduk di kursi paling belakang)"
"Viku : hmm?? Itu bukannya?? , eh aiku , itu siapa ya , aku lupa 😅"
"Aiku : (mengangkat kepala dan melihat ke arah seint) mm itu... (Menutup wajah dengan buku) Aku tidak yakin dia akan percaya kalau aku bukan penyihir itu (;ŏ﹏ŏ)"
"Viku : aku bertanya dia itu siapa kocak -_"
"Aiku : mm dia itu , (dengan malu) itu seint.... (*・~・*)"
Bersambung!!!
YOU ARE READING
Wild World : without cause
Fantasysebuah cerita yang mengenalkan zaman para penyihir dan monster lain dimana bumi masih keadaan hutan , dan juga sebuah peradaban kuno legendaris kerajaan, terdapat sebuah kelompok yang di anugerah sebagai penjaga, tapi masih banyak tantangan yang har...
