➹➷➹➷➹➷➹➷
Hai semua... kalian bisa panggil aku Vi yaa. mohon bantuannya ya teman-teman, kalau ada typo and kekurangan didalam cerita ini...
jangan lupa vote yaa (。>﹏<。)
➹➷➹➷➹➷
Disebuah kamar
Seorang laki-laki menerjapkan kedua matanya, rasa pusing dikepalanya membuat matanya enggan terbuka.
"Ssshhh- aduh kepala gw kenapa dah pusing gini" ucap pemuda itu dengan mata masih terpejam dan tangan yang berada dikepala.
Dengan perlahan ia membuka kedua matanya, menerjap dengan perlahan sampai akhirnya pandangannya jelas. alisnya mengernyit melihat ruangan asing didepan matanya itu.
Waw dimana ini?
Matanya menelusuri setiap sudut ruangan itu lalu berhenti ketika melihat kaca besar yang berada di tembok tak jauh dari ranjangnya.
Ia mencubit pipinya sendiri dengan keras.
"ADUH buset sakit bener, lah ga lagi mimpi nih? terus itu siapa?" entah tanyanya pada siapa sambil menunjuk kearah kaca besar itu.
Ceklek
Bunyi pintu yang baru dibuka membuat atensi laki-laki itu teralihkan, wajahnya semakin bingung dengan kehadiran orang yang tak ia kenali.
Seorang wanita dengan usia sekitar 40an menghampirinya dengan muka cemas.
"Kamu gapapa kan sayang? ada yang sakit? mana yang sakit? apa perlu mama panggilkan dokter?" Pertanyaan beruntun terlontar dari wanita dewasa itu.
"Yaampun Altha pipi kamu merah sekali, kenapa itu?" tanya seorang laki-laki yang terlihat lebih tua sekitar 3-4 tahun darinya.
dan tiga orang lainnya hanya menatapnya dengan diam.
"Aku gapapa" Jawab laki-laki itu, yang tidak lain adalah Altharel Saputra. Sekali lagi kernyittan kembali muncul diwajahnya.
"mereka siapa? kok kenal gw? terus tante ini nyebut dirinya sendiri mama? mama gw kan dah ga ada. tau ah males" ucapnya bingung dalam hati.
Pria berumur sekitar 40an lebih yang semula hanya menatapnya diam kini membuka suara memberi pertanyaan kepada Altharel, di ikuti kedua pemuda kembar.
"Beneran tidak apa? tadi papa dengar seperti suaramu yang sedang kesakitan" tanya pria dewasa itu.
"Mungkin emang dia gapapa kali, lagian dokter juga bilang keadaan dia ga ada yang perlu dikhawatirkan" ucap salah satu dari pemuda kembar itu.
Altharel menatap wajah mereka satu persatu kemudian berkata.
"Eee iya Aku gapapa, boleh aku minta waktu untuk sendiri?" ucapnya yang diangguki mereka semua.
"Tapi kalau ada apa-apa panggil mama, papa, atau abang kamu yang lain ya?" ucap wanita itu yang diangguki Altharel.
Mereka semua pergi meninggalkan Altharel, dan ya, kini ia hanya sendirian di dalam ruangan yang cukup luas itu.
Altharel berjalan pelan menuju kaca besar yang dari tadi menarik perhatiannya.
"Buset ini mukanya napa serem banget dah? " ucapnya setelah melihat dengan jelas bayangannya yang ada di kaca.
"Lah? ini muka siapa?!! gue siapa!!? ini dimana!?!" ucapnya dengan ekspresi terkejut.
Masih dalam rasa keterkejutannya, ia mencoba menggeledah laci didalam ruangan itu, ia harus menemukan suatu petunjuk.
Dilaci paling bawah Altharel menemukan Album foto, dengan cepat ia mengambil dan membawanya ke atas kasur.
"Gw pindah jiwa apa gimana si? tapi mustahil, tapi kok gw bisa ada di sini?!"
"Pertama-tama gw harus tau ini tubuh siapa! semoga ada petunjuk deh di album ini. ah apa ini cuma mimpi ya? lagian gw kan tadi cuma mau tidur bentar habis nyelesain bacaan novel!" ucapnya dengan kesal, tangannya membalikkan setiap lembar album.
"Lah Nama-nama ini kan, nama-nama karakter novel yang barusan banget gw baca ni sebelum terdampar disini! kok bisa si!?" ucap Altharel dengan tidak santai.
"Tapi bagus deh gw cuma jadi karakter figuran" ucapnya bernafas lega.
"Tapi gw ga terima banget nih, gimana caranya kok gw bisa ada disini?" kesalnya, ia menutup album itu kemudian mengembalikannya ketempat semula.
"Tau deh gw mau tidur, semoga ini cuma mimpi" ucapnya kemudian memejamkan matanya, dan tak lama ia tertidur dengan pulas.
➹➷➹➷➹➷
Aku mau ngasih tau sedikit tentang alur di cerita ini, intinya Altharel ga peduli sama alur di novel karena dia hanyanya menjadi karakter figuran. paham? kalau gapaham yaudah. ☺
➹➷➹➷➹➷➹➷
Thanks for reading, jangan lupa pencet tombol bintang ⭐
kamis/20/03/25
YOU ARE READING
Altharel
RandomAltharel Saputra atau kerap disapa Al, pemuda berusia 17 tahun yang harus mengalami nasib sial. Raganya terdampar di tubuh seseorang yang tak lain adalah Altharel Senjaya, karakter figuran dalam novel yang baru saja dibacanya. Novel rekomendasi dar...
