"Diem dulu, gue lagi sibuk." Hah? "gue"? sibuk? Batin Chan.
˚ ✦ . . ˚ . . ✦ ˚ . ★⋆.
Merasa kesepian, berharap akan ada orang lain yang akan menemani kita melawan rasa kesepian tersebut. Seseorang yang memahami kita dan tidak ragu menjulurkan tangannya serta memberikan kasih sayang untuk kita. Saat orang lain menunjukkan kasih sayangnya dalam berbagai bentuk, kita tentu akan merasa senang dan dicintai. Hal tersebut juga berlaku sebaliknya.
Merasa kesepian itu tidak enak, mengapa orang-orang mempunyai yang namanya teman sedangkan aku tidak punya teman sama sekali? Dunia tidak adil.
.𖥔 ݁ (๑ᵔ⤙ᵔ๑)
Bangchan, seorang laki-laki yang sangat kesepian didalam hidupnya, tidak mempunyai teman satupun. Suatu hari saat ia sedang membaca buku ditaman -luar kampus- seperti biasanya, ia bertemu dengan pria tampan yang bernama Hyunjin, ia duduk disampingnya dan tersenyum, entah mengapa tiba-tiba ia merasa dadanya terasa aneh, jantungnya berdetak kencang. Agar tidak merasa canggung dan karena Chan ingin berbicara dengannya, Chan pun memulai obrolan dengannya, walaupun agak sedikit gugup.
"Eumm, halo.. boleh kenalan..?"
Pria itu pun menoleh kearah Chan, menatap matanya yang cantik seperti mata puppy dan tersenyum, ia mulai membuka mulutnya.
"Ah, kayaknya lo gak kenal gue. Kenalin nama gue Hyunjin, gue dulu kuliah di universitas xxx, lo juga pernah kuliah disitu kan? Bangchan."
Chan bingung, matanya terbuka lebar, memiringkan kepalanya. Ia kaget saat mendengar hal itu, mereka satu kampus tapi ia tidak mengenalinya. "Ah.. um.. iya..? Aku gak kenal kamu, kayanya aku kurang berinteraksi sama orang, haha.. By the way salam kenal Hyunjin," ia pun tertawa kecil.
"Padahal gue sering liat lo duduk ditaman kampus lagi baca buku, lo suka baca buku ya?" Hyunjin menambahkan pertanyaan didalam obrolannya.
"Biasanya sih baca buku pelajaran doang, kalau novel.." ia membuka tasnya dan mengambil buku novel dari dalam tasnya, lalu ia menunjukkan buku novel yang ia sukai kepada Hyunjin.
Hyunjin membuka mata dan mulutnya, satu tangannya menutup mulutnya yang terbuka lebar "Eh gue juga suka baca novel ini...."
Mereka berdua saling membicarakan tentang novel yang mereka sukai, tertawa bersama. Tak lama kemudian tiba-tiba air dari langit turun mengenai Chan, Ternyata hujan.
Chan melindungi kepalanya dengan tas dari pangkuannya. sebelum hujannya mulai deras, Hyunjin mengambil payung dari dalam tasnya, membuka payungnya dan melindungi kepala Chan dengan payungnya.
Mata mereka berdua bertatapan, lalu tersenyum.
"Ayo kita pindah" kata Hyunjin.
Chan hanya mengangguk kecil, lalu mereka berdua berdiri bersamaan. Aku kira mereka akan kembali ke rumah mereka masing-masing, ternyata tidak. Hyunjin mengajak Chan berkencan di sebuah tempat makan.
Pov tempat makan:
¡Ay! Esta imagen no sigue nuestras pautas de contenido. Para continuar la publicación, intente quitarla o subir otra.