Seorang gadis kecil sedang berlari menuju mamanya, ya itu adalah Gelita Ayudisha, atau bisa di panggil dengan sebutan Gelita. Dia berlari sambil membawa sebuah kertas yang berisi kan gambaran yang cukup elok, lalu dia berhenti tepat di hadapan mamanya.
"Mama, lihatlah Gelita bisa menggambar loh" Ucap Gelita sambil menyodorkan kertas itu kepada mamanya yang sedang duduk di sofa.
Mama pun melirik ke arah Gelita dan mengambil kertas itu, beliau lalu tersenyum.
"Gambaran yang cantik Gelita, kamu dari mana belajar menggambar sayang? "
Mendengar hal itu Gelita lantas menjawab nya dengan kegirangan.
"Gelita bisa sendiri, makanya gambaran nya bagus" Gelita mengambil kembali gambaran nya itu.
Mama pun sontak sumriah senang, dia lalu memeluk anak semata wayang nya itu.
"Anak mama pintar, terus juga cantik, mama jadi makin sayang sama Gelita" Ucap mama sambil membawa Gelita dalam pelukan hangat nya, beliau juga mengelus dengan lembut rambut Gelita dengan penuh kasih sayang.
Gelita dengan senang nya, dia mencium pipi sang mama.
"Gelita juga sayang, mama janji kan untuk selalu ada di sisi Gelita? " Ucap Gelita sambil mengulurkan kelingking kecil nya.
"Iyaa mama janji, akan selalu ada di sisi Gelita, mama gak akan ingkar" Ucap mama sambil mengaitkan kelingking nya.
Kedua ibu dan anak itu pun berpelukan.
****
Pagi itu, anak-anak dari 'Tk mentari', sedang ada tugas menggambar yaitu sebuah keluarga bahagia. Dengan keahlian baru nya sekarang, Gelita jadi lebih bersemangat untuk bisa menyelesaikan tugas itu.
Saat sedang asyik menggambar dan mewarnai, tiba-tiba saja bu Alisa menghampiri Gelita.
"Gelita, gambaran mu bagus sekali, siapa yang ajarin Gelita di rumah? " Puji bu Alisa pada Gelita.
Gelita menggeleng dan menjawab nya dengan lembut.
"Gak bu, Gelita belajar sendiri" Ucap Gelita sambil tersenyum senang kearah bu Alisa.
"Yasudah kalau begitu, lanjutkan gambaran mu yah" Ucap bu Alisa sambil berlalu ke arah murid yang lain.
Ketika itu semua anak-anak sudah selesai menggambar, mereka lalu di perbolehkan pulang dan membawa hasil gambarannya ke rumah masing-masing.
Gelita dengan cepat berlari menuju mamanya yang sedang menunggu di depan gerbang sekolah, dan menujukan hasil gambaran nya tadi.
"Mama coba lihat, Gelita dapat nilai 'A' tadi pas menggambar, bagus kan" Ucap Gelita dengan antusias menujukan gambaran nya.
"Oya?, bagus banget ada mama, papa terus sama Gelita, wih bagus banget" Puji mama kepada Gelita sambil mengandeng tangan putri semata wayang nya itu.
Ibu dan anak itu bergandengan tangan menuju mobil untuk pulang. Dalam perjalan di dalam mobil Gelita sempat rindu dengan papanya yang ada di luar negri untuk bekerja.
"Kok melamun sih sayang? " Tanya mama prihatin, sambil terus fokus menyetir mobil.
Gelita kaget, dan segera menjawab dengan kikuk.
YOU ARE READING
Jari-jemari kecil Gelita
RomanceGelita, adalah seorang gadis yang ceria, dia memiliki hobi menggambar. Sejak kecil dia memiliki keluarga yang akur, latar belakang keluarga nya pun bisa di bilang cukup berada. Namun, di balik itu semua pastinya ada hal yang di sembunyi kan di balik...
