Seorang wanita cantik dan elegan yang seenaknya sendiri. Tidak suka diatur tetapi dia tahu aturan
Keluarga nya bekerja sama dengan keluarga pengusaha bisnis industri barang.
Membuat wanita itu harus terpaksa menikahi salah satu anak dari keluarga te...
Suasana ramai di kediaman Raymond. Pesta Topeng berjalan dengan meriah, seiring berjalannya waktu tak terasa pagi akan tiba.
"Haha, kalau begitu aku keluar sebentar." ucap seorang wanita yang sedang berbincang dengan salah satu temannya sembari mendekati lelaki teman masa kecilnya Raiven.
¡Ay! Esta imagen no sigue nuestras pautas de contenido. Para continuar la publicación, intente quitarla o subir otra.
Raiven Valiz 23 tahun.
"Haah~ sejuk sekali udaranya, Raiven apa kamu senang?" tanya wanita nan cantik dan tatapan polos. "Jika kamu senang aku pun ikut senang."
Sahut lelaki teman masa kecilnya dengan tatapan mata penuh rasa. "Tunggu berapa umur laki-laki itu?" bisik teman-temannya, mendengar teman-temannya sedang membicarakan mereka wanita itu langsung mendatangi temannya dan membalas pertanyaan yang dilontarkan temannya.
"Dia Raiven Valiz, umurnya yaa...diatas ku 23 tahaun" jawab wanita itu. "Iya... Kah..., lalu dia siapamu?" tanya temannya lagi, dan wanita itu menjawabnya sembari menjelaskan.
"Dia teman masa kecilku, dulu aku tak sengaja bertemu di event pameran barang antik. Dan sekarang kami tidak sengaja bertemu lagi,"
"Terimakasih telah menjelaskan kami, tetapi kami akan makan jamuan yang ada disana. Sudah dulu yaa...Daa...!" seru teman-temannya.
Wanita itu kembali lagi ke Raiven dengan muka riang, "Raiven mau meminum alkohol?" tawar wanita itu. "Loh...dulu kan aku sudah pernah bilang kalau aku tak menyukai alkohol."
Dengan wajah menyeringai lelaki itu menatap wanita teman masa kecilnya dengan wajah menggoda. "Aah~aku lupa, kalau begitu aku akan mengambil minuman lagi." ucap wanita dengan wajah bingung.
Suara langkah kaki yang tak asing bagi pria yang bersandar di dinding bagian pojok, "aah... Sudah habis ya?." tanya wanita itu dengan harap "minumannya masih", jawab salah satu pelayan "Masih ada nyonya, sebentar saya ambilkan."
Dengan sabar wanita yang menunggu minumannya, matanya tertuju pada pria yang sedang bersandar di dinding dan menatapnya. Dengan tatapan dingin dan mata biru yang menyala membuat sekujur badan wanita itu bergetar.
Serasa pernah menemui tatapan yang sama persis pada waktu ia di acara perpisahan sekolahnya saat berumur 18 tahun.
Tiba-tiba pelayan datang membawakan minumannya. "Permisi nyonya, saya membawa permintaan anda." kaget, wanita itu langsung mengambil minumannya dan berkata "Terimakasih" Lalu pergi menuju Raiven.
Di perjalan pria tadi memandangi wanita itu lagi dengan tatapan mata yang tajam dan dingin, wanita yang tak sengaja melirik langsung terburu-buru agar sampai ke Raiven.
"Kenapa lama sekali?." Raiven bertanya, "tadi menunggu minumannya datang." sahutnya "tadi kau di perhatikan oleh seorang pria...ya kan" "iya... Raiven..., aku ingin tanya kepadamu. Apa kau kenal dia?" ucap dan tanya wanita, "Aku mengenalnya waktu aku satu sekolah dengannya, dia kakak tingkatku. Sebastian Heartnet itulah namanya. setahuku dia lebih tua dariku 3 tahun sekitar 25 tahunan.
Keluarganya adalah pengusaha bisnis bidang industri barang. Nama keluarganya adalah keluarga Duke." Raiven menjelaskan. "Apa dia sering datang ke pesta? Aku tidak pernah melihatnya di pesta dan tidak sempat melihat daftar tamu yang di undang oleh ibuku." tanya wanita itu lagi dengan harap.
"E-ee kemungkinan tidak, baru kali ini dia datang ke pesta setelah 2 tahun membantu keluarganya mengerjakan bisnis," jelas Raiven lagi.