Jadi anak tengah itu gak mudah, walau gak semua anak tengah ngerasain kasih sayang yang gak adil, tapi faktanya aku merasakan itu.
Sekeras apapun aku berusaha, pada akhirnya itu gak akan pernah cukup untuk ayah dan ibuku.
Beginilah anak tengah, di...
Hii para pembaca @ceritasenja92 Selamat datang di ceritaku, mohon maaf jika dalam penulisan dan tata bahasa masih kurang rapi dan kurang jelas karna aku masih dalam tahap belajar. Semoga ceritaku bisa menghibur kalian. Selamat membaca!
Tujuh belas tahun aku menjadi anak ke dua dan empat belas tahun sudah aku berpredikat sebagai anak tengah yang ternyata itu bukanlah sesuatu yang bisa dibilang mudah. Mungkin banyak orang berpikir menjadi anak kedua itu melegakan karena tidak memiliki tanggung jawab yang besar seperti anak pertama dan memiliki seorang adik itu sesuatu yang dipikir menyenangkan karena bisa dihormati.
Nyatanya anak tengah justru sering menjadi bahan perbandingan dan dituntut untuk patuh pada sang kakak dan mengalah pada sang adik.
Sebelumnya kita kenalan dulu ya sama beberapa tokoh yang ada di cerita ini.
Oops! This image does not follow our content guidelines. To continue publishing, please remove it or upload a different image.
Namaku Aruna Dewanggi Prameswari aku terlahir sebagai anak tengah. Aku sering merasa dibedakan perihal kasih sayang kedua orang tuaku. Aku yang sejak dulu jarang dibelikan barang yang baru dan lebih sering menerima barang bekas pakai dari kakakku Alina.
Diperlakukan sedikit berbeda membuat aku menjadi orang yang tertutup dan enggan mengutarakan segala apa yang aku rasakan pada ayah dan ibuku.
Memendam segalanya seorang diri sudah menjadi hal yang biasanya untukku. Hanya bantal dan tembok kamar yang menjadi tempat ku bercerita.
Narendra bilang aku ini orang yang pandai menutupi berbagai luka dengan senyum manis dan tawa riang ku. Sebenarnya bukan pandai tapi mukin lebih karena terbiasa.