°Perasaan aneh.

21 1 0
                                        

Bisa kah anda membayangkan kehidupan tanpa ekspresi ataupun tanpa perasaan? Tidak semua orang memiliki perasaan ataupun ekspresi dalam hidup mereka. Sama seperti anak cantik tanpa ekspresi dan perasaan yang bernama (name) ia tak pernah membayangkan bahwa kehidupannya akan berjalan tanpa ekspresi maupun emosi, karena ia tak memilikinya sejak ia lahir. Keluarga nya mengira bahwa ia adalah anak yang aneh TIDAK bukan hanya keluarganya tetapi temannya juga berpikir bahwa (name) adalah anak yang aneh. Tapi (name) tak pernah merasa bahwa ia adalah anak yang aneh setidaknya dia merasa seperti itu. Akhirnya orangtuanya membelikannya sebuah kamera agar mereka tau apa saja hal hal yang di sukai (name) semakin (name) dewasa dia semakin sulit di tebak siapa sangka anak tanpa perasaan seperti (name) bisa jatuh cinta pada seseorang. (name) jatuh cinta pada seseorang pada pandangan pertama, padahal orang itu hanya membantu (name) yang jatuh agak bego emang.
AUTHOR POV: END.

NAME'S POV: START

"Kayaknya telat deh." Sesaat setelah ia mengatakan itu ia terjatuh tersandung batako yang di taruh di tengah jalan. BRUKKKK . "Wah suara jatuhnya renyah ya. Btw lu ga mau berdiri?" lelaki yang berada di depannya mengulurkan tangan. CEKREK . Suara dari hp orang yang di depannya berbunyi, pasti lelaki di depannya memfotonya secara diam diam. "Ah iya makasih" ucap (name) menerima uluran tangan laki-laki di depannya. "Lu murid baru ya?" Ucap lelaki bermata sipit di depannya. "Iya, kamu siapa?" Jawab (name) dengan polosnya yang tidak mengenali suna. "ih kok anak itu ga kenal sih sama Suna-san parah banget" ucap seorang perempuan yang memiliki paras yang lembut tetapi muka yang jahat. "Iya ih geli banget" jawab seorang perempuan di sebelah gadis cantik itu. "Jangan pedulikan mereka, btw nama gw Suna Rintarou salken ya. Btw nama lu siapa?" Ucap Suna. Ah itu adalah pemilik nama yang sangat dia sukai. Bodohnya ia tak mengenali paras orang yang dia sukai. Benar (name) menyukai Suna sejak mereka SD, sekarang ia bahkan tak mengenali Suna lagi. Ia sudah banyak berubah semenjak (name) pindah. "Nama gw (name) salken juga" jawab (name) dengan muka yang biasa aja padahal hatinya udah jedag jedug. Ia bingung perasaan apa itu? Perasaan apa yang sekarang dia rasakan sekarang? Ia tak tau. Ia tak mengerti. TRINGGGG. Bel pun berbunyi menandakan penderitaan akan di mulai untuk beberapa murid, termasuk (name). Ia tak pernah mendapatkan kenangan sekolah yang baik. Maka dari itu ia selalu berpindah pindah sekolah. "Gw duluan yak, udah bel" belum sempat (name) menjawab perkataan orang yang berada di depannya ternyata orang di depannya sudah berjalan pergi ke kelasnya. Hahh sangat menyedihkan. Itu lah yang (name) pikirkan. (Name) Pergi ke kelasnya karena ia sudah di beritahu kelasnya di mana. Sesampainya ia di kelasnya orang-orang mulai berbisik-bisik. Kalian pasti bertanya kenapa? Jawabannya adalah (name) ternyata orang yang cantik. Mereka tidak menyangka bahwa ternyata anak murid yang mereka dengar tidak memiliki ekspresi ataupun perasaan secantik ini. (Name) Tidak memedulikan bisikan-bisikan mereka karena dia sudah terbiasa. "Hah orang orang ini seperti melihat alien saja" ucap (name) dengan suara kecil.

NAME POV : END.

AUTHOR'S POV : START

Lima menit kunjung berlalu tetapi kenapa guru ini tidak masuk masuk? Tidak tau mungkin dia lagi BAB di wc karena kebanyakan makan batagor pakai boncabe satu botol. Mungkin.

Karena guru tidak kunjung masuk akhirnya orang orang yang berada di kelas (name) menyuruhnya perkenalan duluan karena guru tidak kunjung masuk. (Name) Hanya mengikuti kata mereka. "Hai nama saya (name) semoga kita bisa berteman baik" ucap (name) dengan singkat, padat, jelas, dingin, tanpa ekspresi. Orang-orang di kelas tidak membayangkan bahwa (name) sangat tidak ada ekspresi ataupun perasaan. Bego emang. Sesudah (name) perkenalan orang-orang dalam kelasnya pun kembali ribut. Ada yang loncat-loncat ada yang teriak teriak kayak di hutan ada yang lagi mukbang batagor pakai nasi ada yang cosplay monyet aneh memang. "Aneh, manusia itu aneh" ucap name yang tidak akan kedengaran satu orang pun karena kelasnya begitu ramai seperti pasar. Tidak keributan ini bahkan lebih dari keributan di pasar. Tiba tiba entah dari mana Suna datang ke kelas (name). Enggak bercanda Suna ama (name) sekelas :)
Saat ia melihat Suna ada sebuah perasaan yang tidak dia ketahui asalnya dari mana, perasaan apa ini, apakah arti dari perasaan ini? Ia tidak tahu. Tapi ia tak berani bertanya kepada orang-orang apakah arti dari perasaan itu. Daripada ia lelah memikirkan apa arti perasaan itu mending ia foto Suna secara diam diam. Ia ambil kamera dari tasnya dan ia foto Suna secara diam-diam dan secara perlahan-lahan tidak ada yang sadar bahwa ia sedang memfoto Suna. Setelah mendapatkan foto suna ia print foto itu. (KALIAN TAU GAK SIH KAYAK KAMERA YANG BISA LANGSUNG PRINT FOTO NAH ITU KAMERA YANG DI PAKE NAME JADI BISA LANGSUNG DI PRINT) setelah selesai foto itu di print entah kenapa suara di dalam otaknya menyuruhnya untuk menaruh foto itu di dalam casing hpnya. Karena casing hpnya gelap tidak akan ada yang sadar bukan ada foto seorang Suna di dalam nya? Karena ia yakin tidak akan ada orang yang melihatnya akhirnya ia pun menaruh foto itu di dalam casing hpnya. Tiba tiba ia merasakan perasaan itu kembali lagi. Ia bingung perasaan apakah itu? Ia tak mengerti. Karena ia lelah akhirnya ia pun tertidur di atas mejanya. "lucu" itu kata yang ada di otak Suna saat melihat (name) tertidur di atas mejanya sendiri. Ia sangat ingin membangunkan (name) tapi ternyata mereka jamkos sampai pulang jadi tidak apa bukan ia tak membangunkan (name). Ia merasa bahagia telah bertemu pujaan hatinya sejak SD tapi sepertinya (name) tak mengenali nya lagi. Teman-teman Suna pun bingung kenapa Suna melihat ke-arah (name) terus tapi tak terlalu mereka pedulikan karena mana mungkin seorang Suna jatuh cinta bukan? Ah sepertinya mereka salah. 30 menit pun berlalu akhirnya (name) terbangun ia. (Name) Bosan sehingga akhirnya ia mengambil hpnya dan bermain sebuah game yang bernama 'roti tangkap telur' di dalam game itu kita menjadi roti dan kita harus menangkap telurnya. (Name) Selalu bermain sendiri karena game itu tidak terlalu populer dan di dalam gamenya ia juga tidak punya teman karena avatar nya di dalam game itu agak aneh. Bagaimana tidak aneh avatar nya menggunakan kacamata capybara dan tidak menggunakan baju sama sekali dan hanya menggunakan beberapa aksesoris yang berlebihan. Ya tak apa sih tidak menggunakan baju lagipula ia kan roti. Tetapi tetap saja aneh. Akhirnya (name) memainkan game itu sampai jak waktu pulang pun tiba. Sebelum (name) keluar dari kelasnya ia menatap Suna sekilas. Tentu saja Suna tidak sadar karena ia sibuk bicara dengan temannya, tapi (name) merasa tak apa ia tak sadar. Lebih baik ia tak sadar. Setelah menatap Suna beberapa detik ia pun keluar dari kelasnya dan berjalan pulang.



                            
                               End
            Please wait for chapter 2

Camera (Suna Rintarou × reader)Historias para obsesionarse. Descúbrelo ahora