Chapter 0.1

7 0 0
                                        

hari ini aku bisa bernapas dengan bebas tanpa ada kata-kata mereka. Namun, itu terasa menyakitkan.

Aku telah berteman dengan semua pedih peri jiwa dan raga-ku. Seluruh sayatan, pukulan, dan makian terasa seperti belaian tangan yang mengusap-usap kepalaku.

Entah kenapa aku merindukan itu semua. Aku ingin tangan dan lidah itu kembali menyorotku sebagai bintang utama dalam panggung dunia.

"Kembalikan rasa sakit ku seperti sedia kala, aku mohon," bisik ku kepada gelapnya samudra malam.

"Aku gak papa kok, balikin semuanya ya." Bentala biru gelap yang bertaburan gemintang itu ku beri senyuman. Agar ia tak kembali merenggut apa yang ku alami.

"Aku rindu kalian, kangen kalian, aku gak mau ditinggal", lirih suara angin terdengar, "Biarkan aku merasakan sedikit lebih lama kasih sayang kalian".

                                                                                            ***

Dia sudah menjadi kenangan yang kelam bagi diriku, walaupun aku tetap menyayanginya. Aku tak bisa meninggalkan mereka. Maka kali ini, aku akan memberikan hal yang terindah bagi mereka. Untukmu yang telah lama berjuang, para manusia-hewan yang sedang berkeliaran, dan untuk seluruhnya yang hidup seperti biasa.

Semoga berhasil

Kamu telah mencapai bab terakhir yang dipublikasikan.

⏰ Terakhir diperbarui: Dec 23, 2025 ⏰

Tambahkan cerita ini ke Perpustakaan untuk mendapatkan notifikasi saat ada bab baru!

EuphoriaTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang