Harry Potter, anak lelaki berusia 12 tahun, berkacamata bulat, berambut acak-acakan yang enggan dirapihkan, serta berbekas luka bentuk sambaran petir di dahinya, kini sedang menyiangi rumput liar di taman kecil kesayangan Bibi Petunia. Ia belum diberi sarapan karena terlambat bangun akibat tidak bisa tidur lantaran Hedwig begitu berisik di dalam kandangnya. Harry tidak menyalahkan burung hantu seputih salju itu, melainkan Pamannya (meski hanya bisa di dalam hati) karena Paman Dursley melarang Harry melepaskan Hedwig karena khawatir keponakannya itu akan mengirim surat-surat kepada teman-teman penyihirnya. Lagipula, Harry merasa Ron dan Hermione tidak ada niatan atau bahkan ingat untuk mengirim surat padanya. Karena setelah insiden telepon rumah yang dilakukan oleh Ron, selembar surat pun tidak ada yang sampai pada Harry. Ini semua membuat Harry merasa sedikit frustasi.
Meski begitu, Harry punya hiburan tersendiri. Ini hiburan baru karena sepulangnya Harry ke rumah di Private Drive itu, Dudley terlihat sedikit takut pada Harry. Sepertinya bocah gendut dan manja itu takut Harry akan merubahnya menjadi babi gemuk merah jambu yang cocok dengan ekornya yang dibuatkan Hagrid untuknya tahun lalu. Meski begitu, terkadang Dudley masih suka mengejek Harry.
Dan hari ini pun tampaknya menjadi jadwal Dudley mengganggu Harry. Bocah itu menghampiri Harry dengan langkahnya yang dibuat-buat. Harry tidak memedulikannya sampai Dudley berkata : "tampaknya ada yang tidak punya teman."
Harry masih berusaha tidak peduli dan terus mencabuti rumput-rumput liar itu di bawah terik matahari yang membakar tengkuknya. Tapi Dudley memprovokasinya dengan menyesap minuman segar dari gelasnya yang jelas Harry pun juga tidak peduli.
"Aku yakin teman-teman eksentrikmu itu tidak mau berteman lagi denganmu yang bahkan lebih aneh dari mereka." Ucapnya. "Apa kamu juga akan dikeluarkan dari sana karena dirimu yang payah?"
"Orang tuamu pasti tidak senang kalau mereka tau kau membicarakan sekolahku." Balas Harry sambil masih mencabuti rumput.
"Tidak perlu pedulika orang tuaku. Perhatikan saja orang tuamu." Balas Dudley. "Oh ya! Kau kan tidak..."
Tapi Dudley tidak berani menyelesaikan kalimatnya karena Harry sudah bangkit berdiri dan menghadapinya dengan menyeramkan, setidaknya dalam penglihatan Dudley. Harry mulai menggumamkan mantra bohongan untuk menakuti Dudley dan ia berhasil. Dudley lari terbirit-birit memasuki rumah hingga isi gelas minumannya tumpah kemana-mana.
"Mum!! Mum!!! Harry mengatakan kata-kata S itu! Ia mencoba melakukannya padaku!" Jerit Dudley.
Kepuasan sesaat Harry melihat Dudley kalang kabut itu harus dibayarnya dengan tidak mendapatkan makan malam. Harry hanya bisa pasrah. Toh, hukuman tidak mendapat makan bukanlah hukuman yang berat baginya. Selama ia tahu dirinya masih bisa kembali ke Hogwarts, ia akan menahannya sebaik mungkin.
---
Masih di hari yang sama dan malam hari telah datang. Setelah keluarga Dursley selesai makan malam dan Harry tengah mencuci piring sementara paman dan sepupunya sedang asik menonton televisi di ruang keluarga sementara Bibi Petunia sedang menata bunga-bunga ke dalam pot, tiba-tiba bel rumah mereka berbunyi. Bibi Petunia yang merupakan ibu rumah tangga yang sigap segera berjalan ke arah pintu utama dan menyambut tamu itu.
Harry menguping dengan usaha yang keras di tengah suara air keran yang mengalir.
"Siapa kalian?" Suara Bibi Petunia yang bingung terdengar dari arah lorong.
Ada suara yang menjawab, sepertinya yang berbicara adalah seorang wanita yang sudah cukup tua karena Harry tidak bisa mendengar apa yang wanita itu katakan saking lirihnya suaranya. Tapi Harry mendengar wanita itu menyebut-nyebut kata keponakan.
"Aku tidak punya keponakan lain selain Harry." Ucap Bibi Petunia tegas. Untuk pertama kalinya dalam hidupnya Harry mendengar Bibinya menyebut dirinya sebagai keponakannya. Harry nyaris tersenyum ketika ada satu suara lagi yang menjawab Bibi Petunia, kali ini suara lelaki dan syukurnya suaranya cukup jelas meski sangat dalam.
YOU ARE READING
I Became a Harry Potter's Sister : First year
FanfictionSetelah melalui tahun pertamanya dengan memenangkan pertarungan melawan Voldemort di ruang bawah tanah dan berhasil membuat Griffindor mendapatkan House Cup, Harry Potter, Bocah Lelaki Yang Bertahan Hidup itu mendapat album foto dari Hagrid. Ia meli...
