prolog

3 0 0
                                        

Nerisha

Rasa anggur pagi ini masih terbilang manis, apalagi jika diicipkan sambil mataku melongos keluar jendela. Seperti biasa hari ini juga hujan.

"Pagi sekali" pikirku
Muncul keinginan untuk berjalan jalan sejenak di kepalaku.

"Haah" sambil menghela nafas panjang ku sandarkan badanku ke kursi hitam itu leherku kukebelakangkan menghadap langit langit kamar

"Tidaklah aku terlalu malas"

Aku bergegas menuju kasur dan kupelantingkan badanku ke tengahnya rasanya sangat nyaman. Sampai sampai tak berkira untuk mengakhiri hidup di dunia.

"Baiklah mari istirahat sejenak untuk hari ini"

Mungkin esok aku sudah harus berlari menuju orang yang hampir mati. Atau mungkin diam diam ku topang mereka yang hampir menyentuh tanah. Sudahlah apapun itu aku lelah

"Di sini kalau tidak hujan yah panas" aduh aku kenapa tidak dilahirkan di amerika atau korea saja sih pikirku

Kuambil secarik kertas surat dari mejaku
"Semangat neri kelas 12nya" begitu isinya membuat senyumku mengembang dalam tempo hari sehari yaitu hari ini

Semangat untukku dan amalku "hahahahah" tawaku kecil

Has llegado al final de las partes publicadas.

⏰ Última actualización: Mar 09, 2024 ⏰

¡Añade esta historia a tu biblioteca para recibir notificaciones sobre nuevas partes!

lenteraHistorias para obsesionarse. Descúbrelo ahora