1. Pupus

1.7K 45 3
                                        

Di pertemukan, di dekatkan, lalu takut kehilangan.

Mencintaimu mungkin sebuah anugerah, namun merelakanmu jauh lebih indah dibandingkan membencimu untuk melupakanmu.

Awalnya ku kira, kamu menganggap ku sebagai rumah. Ternyata aku salah, aku hanyalah sebuah tempat singgah yang bisa sewaktu-waktu kamu tinggali lalu pergi tanpa harus kembali.

Terimakasih, telah mengahadirkan rasa itu. Rasa yang tak pernah padam, namun tak pernah terbalaskan.
Karena kita, adalah rasa yang di salah artikan.

Salma S.

. . . . . .

. . . . . .

. . . . . .

Salma salsabila, wanita cantik berusia 22 tahun itu kini tengah menikmati suasana malam kota Jakarta dari rooftop kost an nya. Hiruk pikuk kota Jakarta membuat siapapun yang berada disana merasakam betapa melelahkannya berburu dengan waktu hanya demi tercukupinya kebutuhan mereka.

Salma memandangi kota dengan pandangan yang sangat teduh sampai-sampai senyuman merekah di bibirnya.

"Hhhh.. " Salma menghela nafas pelan.
"Udah lama gue ga kesini, ternyata suasananya masih sama ya? " Ucap wanita itu pada dirinya sendiri.

"Ron.. gue kangen. Bolehkan? "

Memang setelah pertunangan nya Roni terjadi, Salma tidak lagi menginjakkan kakinya ke rooftop kostan nya. Karena itu hanya akan membuatnya merasakan bagaimana sakitnya cinta tak terbalas.

Kemudian Salma melihat jam tangannya sekilas. Pukul 23:17 . Lalu Ia bangkit dari tempat duduknya, sudah 3 jam Salma berada disitu menikmati malamnya seorang diri.

"Huhhh.. " Salma menghela nafasnya lagi, namun kali ini lebih berat.
"Kapan ya.. Gue bisa kesini lagi? "

Sebelum Salma benar-benar pergi ia membenarkan hijab yang di kenakannya terlebih dahulu. Malam itu sangat dingin hingga beberapa kali Salma meremas-remas tangannya karena merasa kedinginan. Kemudian Salma melangkahkan kakinya meninggalkan rooftop dengan segala kenangannya. Meninggalkan rasa dengan segala kesedihannya. Meninggalkan semua yang terjadi padanya dengan masa lalunya.
Kini ia ingin berhenti, untuk mengharapkan segala kemungkinan yang tak akan pernah terjadi.

. . . . .

. . . . .

. . . . .

Sesampainya di kamar sebelum beristirahat ia membersihkan dirinya terlebih dahulu karena pasalnya sepulang bekerja ia langsung pergi keatas rooftop kostan.

30 menit berlalu, Salma keluar dari kamar mandinya hendak mengeringkan rambutnya yang basah. Tak selang lama suara ponselpun berbunyi menandakan sebuah panggilan masuk dari seseorang.

"Roni? " Ucapnya sebelum mengangkat telfonnya.

Apa Salma tidak salah melihat? Setelah sekian lama sekitar hampir setengah tahun, Roni menghubunginya? 'ini pasti salah' gumam Salma dalam hati nya.

Sekali, dua kali, Salma mengabaikan panggilan tersebut namun untuk yang ke tiga kalinya Salma benar-benar geram untuk apa Roni menghubunginya? Apa Roni tidak tau bahwa setelah apa yang terjadi hati nya benar-benar hancur? Aah, tentu saja Roni tidak tau, bukannya memang selama ini Roni hanya menganggap Salma teman, tidak lebih?

'Aah, sial. '

"Ngapain masih nelfon sih?! " Ucap Salma geram seraya mengambil handphone nya yang ia letakan di atas nakas.

*dalam panggilan*

"hallo Sal.. "
"iya.. kenapa Ron? "
"besok lo free ga? "
"kenapa? "
"temenin gue yaa beli skincare buat ngelengkapin seserahan nanti. "

FRIENDZONETempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang