‎ daging kelapa°

7 1 2
                                        

‎ﮩ٨ـﮩﮩ٨ـ

"Kau seperti dokter yang berasal dari dunia lain."

Sebelah tanganku bergelayut pelan pada kerahmu yang bersih.

Kau tersenyum miring, sangat samar. Orang yang tidak mengenal tabiatmu mungkin tidak akan melihatnya.

Aku menunggumu bertanya apa maksudku. Aku tak sabar menjelaskan. Namun kau lebih tertarik pada apa yang terjadi di dalam diriku, seharfiah-harfiahnya .... Haha.

Kau meraba debarku.

Aku beralih memperhatikan bibirmu yang membuka.

"Ok. Boleh ke taman hari ini."

"Yey!"

Aku melompat turun dari ranjang rumah sakit. Suasana cerah di luar jendela serasa siap menyambutku.

Aku meraih lenganmu tanpa ragu akibat euforia.

"Temani aku, ikut aku, ya?"

Kau langsung tampak enggan.

"Banyak pasien lain menungguku. Ingat? Patient patient."

"Patient patient," kuulangi, seolah mencemooh (tetapi kutanamkan dalam benak, karena aku suka kata-katamu/cara berpikirmu/interior otakmu.)

Punggungmu membelakangiku, seperti biasa terlihat merapikan hal-hal kedokteranmu. Aku hampir lupa bagaimana wajahmu ketika tidak melakukan apa-apa, yang lebih kuingat malah penampakan dinding putih yang adalah dirimu.

"Mm, lagi pula, aku dokter, bukan perawat."

Aku menoleh padamu lagi, tidak menyangka kau melanjutkan interlokusi kita. Bahkan aku masih tidak percaya orang sepertimu bisa mempedulikan yang remeh-temeh.

Aku tidak peduli apa isi dalam kata-katamu. Aku senang kau berbagi aliran denganku dan itu lebih dari cukup.

Kupandang punggungmu mendayu.

Berkata hati-hati, "Aku jatuh cinta pada perawat di dalam dirimu."

(Namun aku merasa berada dalam keadaan trans. Namun aku merasa tidak pernah sehati-hati ini.)

Aku menggeleng-geleng, menetralkan diri sebisaku.

Tidak ingin menunggu reaksimu, aku buru-buru melanjutkan, pura-pura mencibir, "Dan kutunggu hari ketika kau hanya merawatku seorang."

Tidak ingin melihat reaksimu, aku berjalan selangkah demi selangkah lalu berlari kecil melintasi celah pintu.

Kamu telah mencapai bab terakhir yang dipublikasikan.

⏰ Terakhir diperbarui: 3 days ago ⏰

Tambahkan cerita ini ke Perpustakaan untuk mendapatkan notifikasi saat ada bab baru!

Derajat PucatCerita yang bikin terobses. Temukan sekarang