Prolog

328 24 1
                                        

Tempus Fugit.

__________

Feromon? Gue-

Nafasnya tercekat, suhu badannya seketika memanas, pandangan nya mulai mengabur, dia ingin menangis sungguh, ini menyiksanya.

"Lo ngapain, anjing! "

"Omega kaya lo, gak boleh ngomong kasar.." Dia memberontak, bahkan sampai melayangkan tangannya untuk memukul muka alpha bajingan yang tengah merengkuh nya kuat.

"Pukulan omega, lumayan kuat juga ya.. "

"Tapi harusnya tangan mulus ini digunakan untuk melayani alpha kaya gue aja..." Jari lentiknya dikecup bergantian.

Rayne terus menggeleng, walaupun dia tergolong memiliki fisik yang kuat tetap saja kewalahan menghadapi Alpha yang tengah Rut ini, lama kelamaan tenaganya terkuras. Tak lama Rayne tak sadarkan diri direngkuhan alpha tersebut.

____________

"Semalem gue ngeluarin nya didalem... Jadi... Gue mau gak mau harus bertanggung jawab" Matanya seketika terbuka lebar, kenapa dia harus mendengar ini saat baru saja membuka mata?

"Bangsat lo"

Buru buru dia beranjak dari kasur yang dia duduki, tapi tentu saja tidak semudah itu, badannya sungguh terasa sakit entah itu bagian bawah, maupun bagian kepala.

Dia di gempur seharian, bajingan.

"Gue gak sadar, lo tau sendiri gue lagi rut. Tapi ini semua terjadi karena lo menggoda sisi alpha gue, buat gue nandain lo- dan satu lagi, feromon lo harum"

Hah?

Rayne menggeleng menghilangkan pikiran yang buruk, "lo gak perlu tanggung jawab, karena gua beta, jadi kurang memungkinkan kalo hamil"

"Kalo lo beta, gue gak akan hilang kendali terhadap Rut gue. Bodoh... Lo sekolah kan?" Pintu kamar mandi tertutup.

Kontol, asal lo tau ya ipk gue 4 dan gue emang beta sialan.

Rayne mendengus, "bangsat. Lo Orter Madl kan?" Rayne yang masih bersandar di kasur langsung menatap kesal seseorang yang baru saja keluar dari kamar mandi.

"Kenapa lo baru sadar kalo gue Orter Madl? " Rayne memutar bola matanya malas. Dia sudah muak berurusan dengan seorang Madl jika boleh jujur. Maksudnya ya ini Orter ini. Dia tidak mengenal Madl lain.

"Gue ga mau berurusan sama seorang keparat Madl kaya lo" Yang tersindir tertawa.

"Hmmm. Lo ga bisa santai dikit ya, kalo ngomong sama gue"

Rayne mendecih.

"Nanti abis gue bimbingan, gue harap kita bisa ngobrol" Rayne langsung melotot tak terima.

"Lo ga denger ya? Gue udah ga mau berurusan sama Madl lagi, gue tegasin lagi, gue beta, gue ga mungkin hamil ngentot sekali sama lo. Lo naksir ya sama gue?" Yang di tanyai hanya mengangkat bahu acuh.

"Gue ada bimbingan dulu. Lo mau balik ke kos apa disini aja? Nanti gue jemput lo jam 12" Rayne menghela nafas.

"Lo- udah gue bilang gue ga mau berurusan lagi sama lo. Dan satu lagi, sekarang baru jam 8 ya kali gue bengong kek orang bego disini selama itu? terus Hp gue dimana Madl? "

"Gue ga terima penolakan Ray, kalo lo pengen hp lo balik, turutin apa kata gue dulu ya" Rayne lagi lagi menghela nafas.

"Gue ga peduli apa kata lo, gue bisa beli hp lagi. Sekarang gendong gue, dan balikin gue ke kos" Orter tertawa senang didalam hati, dan langsung membawa keluar Rayne di gendongannya.

Jadi sekarang waktunya ya, walau pertemuan kita yang kali ini diluar akal sehat.

Gue mana bisa sih beli hp lagi, Madl bajingan.

_____________

Time Flies.

test ombak.

Time Flies | OrterayStories to obsess over. Discover now