1

26 4 0
                                        

Surat dari Dunia yang Tak Pernah Dibayangkan

Musim panas itu seharusnya menjadi musim panas yang biasa bagi Hermione Granger.

Pagi itu, Hermione yang berusia sebelas tahun sedang duduk di ruang tamu rumahnya di London sambil membaca buku ensiklopedia tebal tentang tata surya. Seperti biasa, kedua orang tuanya, Helena Granger dan Joseph Granger, hanya menggelengkan kepala melihat putri mereka yang lebih senang membaca daripada bermain di luar.

Belum sempat Hermione menyelesaikan bab tentang planet Saturnus, terdengar ketukan di pintu depan.

Tok.

Tok.

Tok.

"Aku buka!" seru Hermione.

Namun sebelum ia sempat berdiri, ibunya lebih dulu berjalan menuju pintu.

Saat pintu terbuka, seorang wanita tua berdiri di sana.

Wanita itu mengenakan jubah panjang berwarna hijau bludru yang tampak sangat tidak cocok dengan lingkungan perumahan biasa mereka. Topinya tinggi dan runcing. Rambut peraknya tersanggul rapi, sementara sepasang mata tajam menatap mereka dari balik kacamata persegi.

Helena berkedip beberapa kali.

"Bisakah saya membantu Anda?"

Wanita itu tersenyum tipis.

"Saya Profesor Minerva McGonagall."

Ia menyerahkan sebuah amplop tebal berwarna krem dengan segel lilin merah tua.

"Dan saya datang untuk Nona Hermione Granger."

Hermione langsung berdiri.

"Untuk saya?"

Profesor McGonagall mengangguk.

Hermione membuka amplop itu dengan hati-hati.

Matanya membesar saat membaca isi surat tersebut.

---

SEKOLAH SIHIR HOGWARTS

Dengan ini kami memberitahukan bahwa Hermione Jean Granger telah diterima sebagai murid di Sekolah Sihir Hogwarts.

---

Hermione membaca surat itu dua kali.

Tiga kali.

Empat kali.

Lalu mengangkat kepala.

"Sihir?"

Ayahnya tertawa kecil.

"Ini pasti semacam promosi sekolah."

Ibunya mengangguk setuju.

"Atau lelucon yang sangat rumit."

Profesor McGonagall tampak sudah menduga reaksi itu.

"Saya memahami keraguan Anda."

Ia mengeluarkan tongkat sihir dari balik jubahnya.

Seketika Helena dan Joseph menegang.

"Apa yang akan Anda lakukan?"

"Hanya sedikit demonstrasi."

Dengan gerakan ringan, McGonagall mengayunkan tongkatnya.

Meja kopi di ruang tamu berubah menjadi seekor kucing belang.

Helena menjerit.

Joseph hampir jatuh dari kursinya.

Hermione justru berdiri dengan mata berbinar.

Kamu telah mencapai bab terakhir yang dipublikasikan.

⏰ Terakhir diperbarui: May 30 ⏰

Tambahkan cerita ini ke Perpustakaan untuk mendapatkan notifikasi saat ada bab baru!

Craving Into YouCerita yang bikin terobses. Temukan sekarang