Di sebuah taman ada seorang ibu dengan anak kembarnya,mereka sedang duduk di kursi pinggir taman.tengah menikmati semilir angin.
"Bunda,edelyn mau nanya boleh?"
"Boleh...memang edelyn mau tanya apa?" Edelyn pun menghela nafas sebelum mengajukan pertanyaan.
"Sebenarnya...ayah kemana Bun,kok sampai sekarang belum pulang?" Tanya edelyn agak gugup.
Bunda terdiam,senyum bahagia yang ia tunjukkan perlahan luntur.
Sang kakak,Evelyn yang mendengarnya pun langsung menatap tajam sang adik walaupun dalam hatinya ia selama ini juga ingin mengatakan pertanyaan itu,edelyn yang ditatap seperti itu pun nyalinya langsung menciut
'mungkin ini waktunya untuk memberi tahu mereka' batin bunda.
"Jadi ayah kalian itu...."
"Evelyn,edelyn,ayo sarapan dulu!"
Panggil bunda pada anak kembarnya.
"Iya bunn" jawab edelyn seraya menuju meja makan
"Mana Evelyn?"tanya bunda
"Biasa Bun,masih ngaca"tidak lama setelah itu Evelyn muncul dan duduk lalu mereka mulai makan dengan tenang.
•••••
"Ada yang ketinggalan gak?" Tanya bunda saat mereka sudah di dalam mobil kompak mereka mengecek tas masing masing.
"Gak ada Bun"ucap Evelyn
"Edelyn ada yang ketinggalan?"
"Bentar...gak ada Bun"jawab edelyn
"Oke,kalo gitu kita berangkat"mobil mulai menjauh dari area pekarangan rumah
•••••
"Kalian belajar yang rajin ya,biar pinter"
"Oke Bun,kita bakal belajar sampai pintar dan membuat bunda bangga"ucap edelyn sembari mengacungkan jempol.
Bunda pun tersenyum,ia mengelus kepala dan mencium pipi mereka bergantian.
Setelah berpamitan,bunda segera menuju ke kantornya.
Di sepanjang perjalanan bunda hanya diam,lantunan lagu Miss you - Bang Yedam mengalun lembut di dalam mobil.saat bunda tengah menikmati lagu, tak sengaja ia melihat di tepi jalan ada keluarga yang terdiri dari SUAMI ISTRI serta 2 anak,laki-laki dan perempuan.
Keluarga itu tampak sangat senang, senyum tanda bahagia ada di bibir masing-masing.
Bunda terdiam, ia teringat akan masa lalunya yang kelam dimana ia ditinggal pergi oleh David Adirama,suaminya sendiri dengan anak kembarnya.
Mengurus 2 anak perempuan sendirian tentu saja sulit dan melelahkan, karena kebutuhan perempuan lebih banyak dari laki-laki.
|•••••|
Bunda perlahan membuka mata,samar-samar terlihat David,suaminya sedang menggendong bayi yang lain tidak lain adalah anak yang baru saja ia lahirkan,bayi itu tidur dengan nyenyak di pelukan ayahnya.
Menyadari istrinya sudah bangun,David pun langsung tersenyum sumringah,ia langsung mendekatinya.
"karina,anakmu sudah lahir.meraka cantik seperti dirimu"ucap David menunjukkan bayi itu.benar,bayi itu sangat mirip dengan dirinya,namun apa yang dimaksud dgn 'mereka',apa anaknya kembar,karena selama mereka melakukan USG,mereka memang sengaja memberi tahu dokter untuk tidak memberi tahu hasilnya,kata karina agar surprise.
Karina pun duduk dengan dibantu David,lalu David menyerahkan bayi itu yang dengan sigap digendong karina,David pergi ke box bayi dan kembali dgn menggendong 1 bayi lagi.
"Tunggu...apakah anak kita kembar?"karina menahan senyum.
"Ya,anak kita kembar perempuan"ucap David dgn senyum yang tak luntur dari tadi,lalu menyerahkan 1 bayi lagi ke gendongan Karina
"Sepertinya mereka lapar,susuilah mereka dulu"Karina pun langsung menyusui anaknya,mereka dengan lahap menyusu pada ibunya.
Karina memandang senang pada anak-anak nya
"David,kita belum memberi mereka nama"
"Tenang saja,aku sudah menyiapkan nama yang sangat bagus"
"Benarkah,apa itu?"tanya Karina antusias,David pun tersenyum
"Yang lahir lebih dulu aku beri nama Evelyn Adirama,sementara adiknya aku beri nama edelyn Adirama,bagaimana pendapatmu?"
"Sangat bagus,aku setuju!"Karina tersenyum bahagia.
David yang ikut bahagia pun mencium dahi dan memeluk Karina,ia senang membuat istrinya bahagia.
Sampai pada saat Evelyn dan edelyn berumur 1 tahun...
Karina baru bangun dari tidur nyenyaknya.memang sudah biasa ia bangun jam 4-5 untuk menyiapkan sarapan dan keperluan kerja David.
Namun kali ini Karina yang baru bangun nampak bertanya-tanya,David yang biasanya bangun jam 6 sekarang tidak ada di sampingnya.
Karina pun berfikir mungkin david sedang ke kamar mandi,tapi saat ia mengecek ke kamar mandi dan seluruh penjuru rumah pun ia tidak menemukan keberadaan David.
Karena Karina khawatir ia pun mencoba menelfon suaminya.namun nihil,yang ada nomornya di blok oleh David.
