Sore hari itu, Gita Dirgantara–marching band kebanggaan para karbol AAU, melakukan display di pelataran Candi Prambanan, Yogyakarta. Para masyarakat dan pengunjung Candi Prambanan begitu terpukau menyaksikan bagaimana stick master memainkan tongkatnya dan para pembawa bass drum dengan kostum elang, penerbang dan lainnya bergerak berirama penuh semangat.
Display itu selesai ketika si stick master kembali turun dari tumpukan bass drum yang dibentuk meninggi ke atas. Keringat yang mengucur di dahi, tak menjadi masalah bagi Sermatutar Ganesha Ebrahim, sang penatarama untuk kembali sibuk melayani para penonton yang ingin berfoto bersama. Tentu saja mereka-mereka itu yang kebanyakan para kawula muda tak ingin ketinggalan momen tersebut. Bisa sedekat sampai mengabadikan foto bersama dengan karbol satu itu adalah dambaan kaum hawa.
Seperti artis yang memiliki banyak penggemar, seperti itulah yang dialami taruna wreda yang kerap dipanggil Ebra. Memiliki wajah oriental dan kulit kuning langsat yang tetap terjaga meskipun menjalani beratnya pendidikan tentara udara. Postur proposional yang bisa membuat hawa tak berkedip saat terbalut seragam press body juga menjadi poin besar yang membuat Ebra dikenal masyarakat luas selain karena keahliannya sebagai penatarama Gita Dirgantara.
Yang paling utama, karbol satu itu hingga sekarang masih tidak ber-rekanita. Alias jomblo!
Tapi sepertinya predikat jomblo ngenes itu akan segera berakhir. Karena kini hatinya terus bertalu setelah bersitatap dengan salah seorang penonton. Ebra Tak sabar untuk mencarinya yang hilang entah ke mana dari pandangannya.
Selesai melayani para penonton yang ingin berfoto bersama, Ebra bersiap untuk misi pencariannya. Mencari seorang bidadari di antara banyaknya orang-orang itu. Senyumnya mengembang tak tertahan. Belum sempat mengambil langkah pertama, seseorang menahan pundaknya. Ebra menoleh ke belakang.
"Mau kemana, Suh?" tanya laki-laki berkostum elang. Sermatutar Allen namanya. Sahabat Ebra dari boarding school di Taruna Nusantara. "Buru-buru banget, mau nemuin siapa sih?"
"Calon masa depan," sahut Ebra. Membuat kerutan di dahi Allen.
"Maksud lo apaan, Suh?"
Ebra berdecak, "ck! Pura-pura nggak tau lo, Suh!" Ebra merangkul Allen dan berbisik di telinganya. "Gue tertarik sama satu cewek, Suh."
"Serius? Siapa? Mana gue pengen liat?" tanya Allen bertubi-tubi lengkap dengan ekspresi terkejut.
"Iya, Suh. Gue nggak tau dia siapa. Gue baru lihat pertama kali tadi. Dia bikin gue nggak konsen pas display tadi, Suh. Ini gue baru mau cari tapi lo main nahan aja, Suh."
Allen terkekeh, "sorry, bro! Gue nggak tau."
"Sekarang lo udah tau, Suh. So, doain gue ya, Suh! Semoga dia masih ada di sini dan syukur-syukur welcome sama gue."
"Pasti deh buat sasuhku yang still saktaek ini! Tapi ingat, Suh, jangan aneh-aneh. Nggak usah meninggi, pokoknya yang sopan. Jangan maksa kenalan kalau dianya nggak mau." Allen segera memberi pesan untuk Ebra yang akhirnya mengaku sedang tertarik dengan lawan jenis tersebut.
"Siap, Suh!" Keduanya saling tos ala-ala mereka. Setelah itu, barulah Ebra pergi dengan membawa segenggam harapan.
Allen kemudian memutuskan bergabung dengan kawan-kawannya yang lain. Lama-lama di tempat itu yang jauh dari gerombolan kawannya, membuat Allen merasa seperti tidak laku saja. Apalagi saat matanya tak sengaja melihat juniornya sedang ber-selfie ria dengan rekanitanya. Jiwa jomblonya meronta-ronta karena sedikit merasa iri.
💌💌💌
Ebra mengerut dahinya yang mendadak pusing. Ke sana kemari mencari gadis yang membuatnya tertarik namun tidak kunjung ketemu. Rasa lelah mendominasi keadaan tubuhnya. Ebra beberapa kali memutuskan lari dengan menebar mata kemanapun. Sayangnya itu juga tidak berhasil. Justru yang ada, sejauh Ebra mencari, ia justru diberhentikan oleh warga yang ingin berfoto dengannya.
YOU ARE READING
Jogja Kala Itu
RomanceSeperti sudut kota Yogyakarta yang memiliki tempat tersendiri bagi pengagumnya, seperti itu pula seorang Aretha Slavina yang memiliki tempat tersendiri di hati Ganesha Ebrahim. Bagi karbol AAU yang menjadi idaman kaum hawa kala itu-Aretha sama halny...
