Mata indah dengan larian kecil mulai terdengar di telingaku yang ku dengar ternyata benar dirimu, manusia baik hati dengan tawanya yang sangat alami nan indah masuk ke dalam pendengaranku, wajahmu yang manis dengan postur tubuh tinggi yang sangat diriku suka menghadap kepadaku.
Pada saat itu pikiranku hanya tertuju pada dirimu yang memang sangat di sayangi untuk tidak ditatap dengan pemikiranku yang selalu berucap "apakah diriku bisa bersamanya?" namun aku hanya bisa berharap hal itu terjadi.
Kami bermain bersama dengan ceria tetapi pada saat itu diriku masih merasa malu untuk bertemu padahal diriku ingin sekali selalu melihat keindahan dirinya, hari mulai larut diriku ini dengan bodohnya berpamit seakan memang sudah benar benar akhir dari pertemuan,
"Gue pulang ya." keesokan harinya diriku pergi bermain lagi bersamanya dan kawan kawannya yang begitu jail dan selalu terlihat ceria bermain layaknya anak kecil yang tidak tau apa apa padahal di usiaku yang dahulu ingin memasuki 14 tahun.
Mataku ini memang tidak bisa di ajak kompromi apalagi dengan persoalan hati terus saja aku se memandangi parasnya yang begitu menawan sangat sekali diri ini berucap "apakah dirimu sudah ada pendamping tuan?" itu yang selalu ada di pikiranku untuk kedua kalinya.
Tapi, kebetulan saja diri ini dekat dengan salah satu sahabatnya itu kebetulan atau sudah dirancang oleh tuhan, informasi mengenainya selalu diriku tanyakan pada sahabatnya untung saja sahabatnya sangatlah baik seperti dirinya tetapi diri ini ragu untuk memulai menanyai informasi-informasi yang tertuju pada dirinya, diriku juga takut jika sahabatnya ini menjadi tidak senang ataupun merasa risih dengan perlakuanku yang selalu menanyakan dirinya dan mencari informasi darinya.
"Gue mau nanya dong lo pasti taukan nama dia siapa?" ucap diriku.
"Namanya Malik Alastar Fadillah." ucap sahabatnya.
Ternyata selain memiliki paras yang menawan, dirinya juga memiliki nama yang indah Malik Alastar Fadillah, indah sekali dan gampang untuk di utarakan sebagai puisi.
"Duhhhhh, besok gimanaya? gue panggil dia Malik, Ala, atau Fadhil? udah deh besok lagi aja gue mikirnya sekarang waktunya gue buat tidur." dialogku pada malam hari.
Pagi hari diriku terbangun dengan wajah yang merasa bahagia karena kemarin telah menemukan nama spesial yang selalu diri ini rindukan, siang harinya diriku mulai merapikan sambil menyetel musik favoritku dan tetap saja yang tersetel di otakku bukan lirik lagunya namun namanya.
"Kenapa gue jadi mikirin ini anak terus yaa? apa gue bener-bener udah kepincut sama anak ini? duhhh apasihhh kok jadi begini siih, gak boleh tau thaaa." dialogku dengan diri sendiri.
Sore haripun tiba diriku sangat bingung harus melakukan aktifitas apa lagi untuk membuat ini lelah dan tidur cepat untuk hari esok, pada akhirnya diriku lebih memilih merapihkan dapur dan sekitar kasurku yang penuh dengan pakaian yang baru di lepas dari gantungannya setelah sekian banyaknya yang harus di rapihkan, jam menuju pukul 21.00 yang artinya harus sudah tidur namun diri ini masih ingin mengetahui banyak tentang lelaki itu.
"Halloo, udah tidur lo? mau nanya dong, dia suka apa aja siih?"
"Hallo?"
"Wehhh?"
"Udah tidur kayanya nii anak." ucap diriku.
Jam menuju pukul 05.30 dan artinya sudah pagi diriku bergegas mandi dan pergi ke sekolah, sesampainya di sekolah diriku melihat seseorang yang mirip sekali dengannya dan ternyata benar yang diriku lihat memang benar dirinya.
"Santai-santai jangan panik, jangan salting gaboleh." ucap diriku.
Bel masuk berbunyi diriku bergegas masuk ke dalam kelas, selama pembelajaran dimulai hingga istirahat yang ada dipikiranku hanya tentang nya, entah sampai kapan pikiran ini akan terus menuju kepadanya, bel pulan berbunyi dan diriku bergegas untuk pulang ke rumah.
"Duhh cape banget." keluhku. Disaat itupun diriku ketiduran hingga jarum jam menuju pukul 23.00, diriku terbangun untuk ke kamar mandi dan melanjutkan untuk tidur.
Pagi menunjukan pukul 07.00 ini hari libur jadi bangun pagi dan tetap saja bingung harus melakukan apa di pagi hari yang mendung disini. Diriku menuju ke ruang tamu dan melihat kalender dan terkejut karena besok sudah memasuki bulan maret.
APA YAAA YANG AKAN TERJADI PADA BULAN MARET? MENGAPA BEGITU MENEGANGKAN? KALIANN TUNGGU YAAAA!!!!! SEE YOU WHEN I SEE THIS STORY.
JANGAN LUPA UNTUK FOLLOW DAN KOMEN DI SETIAP POSTINGANNYA YAA!!!!
INSTAGRAM: jcklyn.mrgrttha
YOU ARE READING
FOR THE FIRST & LAST
FantasyMencintaimu memang membuat diri ini menjadi bodoh namun jika diri ini tidak bersamamu mungkin hidupku tidak akan memiliki kisah yang sangat hebat ini. Terimakasih, MALIK ALASTAR FADILLAH.
