1.

3.1K 190 4
                                        

Jennie pov

Sudah 1 tahun sejak aku dan lisa menikah, kehidupan kami setelah menikah sepertinya tidak jauh berbeda dengan sebelumnya. kami tetaplah pasangan yang dipenuhi cinta satu sama lain yang dimana perasaan itu terus bertambah dan bertambah setiap harinya. ya, walaupun tidak mudah bagi kami untuk sampai di titik ini, dengan segala masalah dan kerumitan yang kami alami, tapi aku sangat besyukur kepada tuhan karna tuhan telah mempertemukan aku dengan lisa yang sebegitunya bisa menerima,mencintai, menyayangi dan menjagaku sepenuh hatinya. Lisa selalu menjadikanku yang teratas dalam segala hal, ditengah kesibukannya sebagai seorang pengusaha properti wanita tersukses di korea, lisa akan tetap selalu ada dan siap siaga ketika aku sangat membutuhkannya, dan itu hanya membuatku semakin mencintai lisa setiap harinya, lisa adalah hal terbaik yang aku terima dari tuhan, dan selamanya akan seperti itu.

Kehidupan pernikahan kami berjalan sangat normal hingga suatu ketika lisa memberitahuku bahwa ia ingin memiliki anak. Ya "seorang anak" dari aku dan lisa. Mungkin ini terdengar sangat tidak memungkinkan karna seperti yang diketahui bahwa aku dan lisa adalah sesama wanita, jadi mustahil bagi kami untuk bisa memiliki anak kandung. Akhirnya dengan segala diskusi dan research yang telah aku dan lisa lakukan, kami pun memutuskan untuk melakukan prosedur bayi tabung.

Flashback

Lisa pov

aku terbangun dari tidurku dan aku langsung melihat jam yang berada di samping tempat tidurku, waktu menunjukkan pukul 06.30 pagi. Disampingku kulihat jennie yang masih terlelap dalam tidurnya, kurasa dia kelelahan setelah semalam kukuras seluruh energinya sampai jennie benar-benar lemas tidak berdaya. seminggu lamanya kami tidak bertemu karna aku harus melakukan perjalanan bisnis ke hongkong, tentu saja aku sangat merindukan jennie dan jennie pun sepertinya begitu, jadilah semalam kami benar-benar meluapkan kerinduan kami sampai kami benar-benar kelelahan terutama jennie.
Aku menatap jennie yang masih terlelap sambil mengusap pipinya dengan ujung jariku, menyadari bahwa betapa cantiknya istriku bahkan ketika ia sedang tertidur. kulitnya sangat bersih dan halus. tanpa riasan make up, wajahnya terlihat sangat polos seperti bayi, pipi mandunya sangat menggemaskan membuatku ingin setiap saat menciumnya dan itulah yang aku lakukan saat ini, aku mengecup pipi jennie perlahan dengan penuh kegemasan dan cinta tentunya. Perlahan aku bagun dari tempat tidur berusaha untuk sama sekali tidak membuat suara apapun karna aku tidak ingin membangunkan jennie dan akan membiarkannya sampai ia bangun dengan sendirinya.
Hari ini aku mengambil libur sampai 1 minggu kedepan, setelah perjalanan bisnis yang sangat melelahkan, akhirnya aku bisa berada di apartementku menghabiskan waktu dengan jennie seharian penuh, jujur saja sesungguhnya itu lah yang paling aku butuhkan ketika aku sudah mulai mumet dengan urusan pekerjaan dikantor.

aku berjalan kedapur untuk membuat segelas susu coklat hangat dan kemudian duduk di balkon apartement menikmati suasana pagi yang cerah.
Sebenarnya beberapa waktu ini ada hal yang sedikit mengganggu fikiranku, aku tidak bisa berhenti memikirkannya sampai terkadang membuatku tidak fokus dalam melakukan hal apapun. Sebenernya ini hanyalah sebuah keinginan yang aku sendiri tidak tau apakah aku bisa mendapatkannya atau tidak, karna sejujurnya ini adalah hal yang bisa dibilang sangatlah mustahil yaitu aku ingin memiliki anak dari jennie. Ya benar "seorang anak" terdengar mustahil bukan? Sebenarnya bisa saja kita mengadopsi seorang anak untuk dibesarkan, namun bukan itu yang aku inginkan, aku ingin seorang anak yang terlahir dari rahim jennie. Aku dan jennie memang beberapa kali mendiskusikan tentang hal ini, namun hal tersebut selalu merujuk pada mengadopsi, dan jujur saja aku kurang setuju akan hal itu. Katakanlah aku egois, aku ingin jennie sendiri yang mengandung anaku tanpa aku tau apakah jennie bersedia atau tidak karna sampai sekarang pun aku belum mengatakan hal ini pada jennie atau siapapun, aku takut jennie tidak akan setuju dengan mengingat bahwa kehamilan itu bukan sesuatu yang mudah dan menyakitkan, terlebih lagi kami adalah pasangan sesama wanita yang membuatku berfikir kembali bagaimana caranya agar membuat jennie hamil, tidak mungkin aku menyuruh jennie berhubungan seks dengan seorang pria karena demi yesus christ sampai kapanpun aku tidak akan merelakan jennie berhubungan seks dengan siapapun kecuali aku.

skylaWhere stories live. Discover now