1 - Life after break up?

92 35 62
                                        

Semesta harus tau bahwa dirimu masih segalanya.

Nadin Amira Felisya

•••🌸•••

Happy Reading

•••🌸•••

"Aku mau hubungan kita sampai disini aja." Nadin Amira Felisya - menatap pria itu tidak percaya. Air matanya luruh seketika. Seperti mimpi buruk di siang bolong. Hubungan yang baik-baik saja, tidak ada perdebatan sebelumnya, harus kandas tanpa diduga.

"Setidaknya beri aku alasan, kenapa kamu mutusin aku?" tanya Nadin dengan mengusap pipinya.

"Aku udah nggak cinta sama kamu, Din."

"Jadi, selama dua tahun ini?"

"Cinta itu pernah ada tapi memudar dengan seiring waktu."

"Aku kurang apa, Ga?" bibir Nadin bergetar disaat menanyakan kalimat itu. Kalimat yang selama ini ia takutkan untuk diucapkan dan sekarang dia harus mengalaminya.

Alganata Febrian Anggara - tubuhnya yang tinggi dengan kulit sawo matang - cowok soft spoken.

Tatapan matanya terlihat tidak peduli sama sekali pada wanita yang menangis di hadapannya itu.

Alganata meninggalkan Nadin tanpa memberikan jawaban atas pertanyaan yang tujukan padanya.

Nadin tak mampu lagi meminta penjelasan sebab hanya diam yang dia dapatkan sebagai jawaban rasa sakitnya - hari itu menjadi hari terburuknya.

Siang itu, di taman sekolah yang terlihat sepi dan tenang. Seorang gadis ditinggalkan dengan tubuh yang terkulai lemah. Air matanya luruh tanpa henti. Dadanya semakin sesak menahan tangisnya. Seperti ingin berteriak tapi tidak mampu untuk bersuara lagi.

•••🌸•••

Tiga bulan telah berlalu semenjak kisah percintaan Nadin dan Alganata usai. Wajah yang dulu pernah di tatap dengan penuh cinta, kini seolah tidak saling mengenal ketika berpapasan di lingkungan sekolah. Bahkan dia selalu berusaha menghindar agar tidak bertemu lagi dengan pria itu.

Ketika seseorang sedang jatuh cinta, dia merasa selamanya dengan pasangannya. Padahal nyatanya, setiap orang ada masanya, dan setiap masa ada kenangannya. Tapi bolehkah aku meminta, masa denganmu, selamanya?

Fase terberat ketika mencintai seseorang adalah ketika menjalani life after break up. Hari demi hari di lalui dengan tangisan. Kenangannya masih ada tapi tidak dengan orangnya. Bahkan disaat dirimu sibuk merawat luka, kau juga harus melihat orang yang dicinta, merayakan cintanya.

Nadin Amira Felisya, remaja yang sedang merayakan patah hatinya. Putus di hubungan dua tahun dari seseorang yang memberikannya first experience.

Tidak ada yang salah ketika mencintai seseorang tapi terkadang kita terlalu berlebihan pada cinta yang salah.

Siang itu, di jam istirahat, suasana kelas XII IPA 2 terlihat begitu sepi. Hanya ada beberapa siswa yang memilih untuk tetap berada di kelas. Salah satunya Nadin yang memilih untuk menetap di dalam kelas.

Nadin menggeser layar handphone-nya. Sesekali ia menampilkan ekspresi sedihnya. Namun sesekali juga ia tersenyum seperti ada yang memberikan kebahagiaan di aplikasi yang ia buka. "Fotonya masih tersimpan rapi, chat-nya masih sering ku baca ulang. Sialnya senyuman itu sudah tidak lagi milikku. Senyuman yang dulu menjadi semangatku, kini hanya bisa ku lihat di galeri yang belum mampu untuk ku hapus." Helaan napas itu terdengar sedang menahan sesaknya. Nadin beralih ke aplikasi lain, masih tentang manusia favoritnya.

Love You to the Moon and BackStories to obsess over. Discover now