.
.
.
.
.
.
Kaak! Kaaaak!
Suara burung gagak memenuhi hutan bambu pada malam hari itu. Angin berhembus dengan pelan. Udara masih dingin akibat hujan yang terjadi kemarin hari, masih dengan genangan-genangan air penuh dengan lumpur. Asap masih keluar dari rumah yang bahkan sekarang tidak layak untuk dipanggil sebagai rumah.
Rumah itu penuh dengan abu hitam dari perabotan dari rumah itu sendiri, serta beberapa pohon bambu yang ambruk ikut terbakar api ganas yang kini sudah berhasil dipadamkan oleh alam.
Sedangkan, tak jauh dari rumah hangus itu. Mungkin hanya sekitar 10 meter. Tergeletak anak perempuan dengan baju yang compang-camping dengan bercak hitam. Sang bocah itu tak sadarkan diri, tepat di bawah pohon, masih dekat dengan hutan bambu itu. Membuat makhluk-makhluk penghuni yang berada di hutan tertarik terhadap mangsa mudah yang mereka lihat. Namun, seperti alam berkata lain, mereka semua menjauh dari bocah itu. Kecuali, rubah yang keluar dari dalam hutan. Rubah itu melangkah ke arah bocah yang tergeletak tak sadarkan diri, dan mendudukan dirinya tepat di depan muka bocah itu sebelum menjilat sisa air mata yang berhasil keluar dari matanya.
Keesokan Harinya
Bocah yang tadinya tergeletak kini mulai membukakan matanya, menampakkan satu mata indah berwarna amethyst cantik, sedangkan satu yang lain tidak berisi, hanya meninggalkan rongga mata yang berwarna merah daging. Wajahnya lecet dengan luka bakar yang tidak serius, sedangkan kelopak mata bagian bawah yang merah. Sang bocah mengeluskan tangan kanannya ke perutnya, mendengar suara keras dari situ yang membuatnya ia terbangun. "Okaa-san..." bisikknya sebelum ia sadar dan mulai berdiri menghiraukan rasa sakit pada seluruh bagian tubuhnya dan lari ke depan, ke arah rumah yang hangus itu, rumahnya.
Sang bocah terus berlari hingga ia sampai tepat di depan rumah besar yang sekarang hanya tinggal abu dari kayu dan perabotan yang terbakar, serta tembok batu yang menghitam karena terkena api. Beberapa masih utuh, beberapa ikut ambruk.
Sang bocah membelalakkan matanya. Rongga yang kosong mulai mengeluarkan cairan bening, sedangkan yang satunya menunjukkan mata penuh dengan kesedihan. Ia berlari menuju ke dalam rumah itu, mengabaikan rasa perih pada telapak kakinya dan memanggil...
"Kaa..
Kaa-san!
Okaa-san...
Kaa-san doko?!
Kaa-san onegai, Oka-san!"
Ia memanggil dan memanggil. Namun tempat disitu sangat sepi. Sang bocah terduduk ke atas lututnya. Matanya benar-benar kosong, kosong sebelum mata amethyst itu ikut mengeluarkan cairan bening dengan deras. Tak kalah deras dengan rongga matanya yang tak terisi mata.
Ia benar-benar sendirian sekarang. Tak memiliki apapun, tak memiliki siapapun. Benar-benar sendiri di dalam hutan yang luas ini. Hanya dia sendiri.
Ia terisak, menangis, bergumam. "Okaa-san... jangan, hiks.. tinggalkan Chi... Oka-san!!....... Chi takut, hiks. Huwaaaa!" Ia mengeluarkan seluruh kepedihannya. Tidak menyadari ada sesuatu yang mendekatinya, seekor rubah. Sang rubah itu mendekat ke arah bocah bersurai lilac itu, lalu menaruh kepalanya ke atas paha sang bocah, membuat sang bocah berjungkit kaget dan menghentikan tangisannya.
Sang bocah memandang ke arah rubah itu, matanya masih basah dengan air matanya. Ia mulai mengelus sang rubah kecil dengan tangan gemetarnya. "Kamu.. apa kamu juga sendirian sepertiku.." gumam sang bocah sembari mengelus kepala rubah kecil itu. Sang rubah yang dielus hanya bisa memejamkan mata dan membuka matanya saat ia mendengar ucapan bocah itu. Walaupun mata sang bocah masih penuh dengan duka, ia mengangkat dirinya dan mulai mencari sesuatu yang bisa membantunya. Mencarinya dengan mengangkat kayu-kayu yang terbakar habis itu, masih dengan mata yang mengeluarkan air mata.
YOU ARE READING
Unmei [Jujutsu Kaisen x Reader/OC]
FanfictionDo you believe in destiny? Was it something that people has made up. Or is it true. . . . . . Apakah benar takdir yang menentukan hidup seseorang atau sesuatu? Ataukah.... Kita yang memilih ending seperti apa yang akan kita dapatkan. "Aku tidak mene...
![Unmei [Jujutsu Kaisen x Reader/OC]](https://img.wattpad.com/cover/343122253-64-k126045.jpg)