My muse, and my blesses. Giselle
- aerichan_desu
⭒It's BXG, GXG, and GXB story. And the main character is Giselle x Idol.
I wrote it just for fun, hope y'all will love it. I'm sorry if it's kinda messy.
Oops! This image does not follow our content guidelines. To continue publishing, please remove it or upload a different image.
Helga
Majoring in Visual Communication Design at ITS. A senior with full of projects. Her love language is all of 5 love languages.
Oops! This image does not follow our content guidelines. To continue publishing, please remove it or upload a different image.
Lily
Majoring in Business Management at UPH. A senior year and an influencer. Have a good sense of humor.
⭒ㅤㅤㅤ⭒ㅤㅤㅤ⭒ㅤㅤㅤ⭒ㅤㅤㅤ⭒
Oops! This image does not follow our content guidelines. To continue publishing, please remove it or upload a different image.
Oops! This image does not follow our content guidelines. To continue publishing, please remove it or upload a different image.
Bukankah Surabaya selalu terik? Bahkan rasanya kulit manusianya ibarat didekap dengan erat oleh baskara. Lantas kenapa tanganku dingin saat ini? Bahkan hatiku gundah, debar yang tak kunjung musnah. Helga, tenangkan dirimu, jangan sampai kalimat yang tlah kau susun lenyap seketika.
Tidak bisa, bahkan tanganku semakin menggelungut, bibirku kelu, dan nafas yang kian menderu. Sedari tadi aku tlah mencoba mengatur nafasku. Namun, setiap tapak yang ia ciptakan tuk mengikis jarak diantara ia dan kursi taman yang ku duduki. Begitu pula diriku semakin tercekat. Dan kotak kecil yang ku remat. Menyalurkan rasa sesak.
"Helga!" Oh, dia menyapaku.
Ku tanggalkan kursi yang sebelumnya menjadi tempat menungguku. Aku tidak tahu apakah senyum yang aku kembangkan ini adalah senyum terbaikku, kali ini aku hanya ingin melakukan semampuku.
"Hai, Lily!" Iya, aku menyapanya. Ini adalah saatnya. Hanya aku yang dapat memberi semangat pada diriku saat ini. Jangan rusak momen ini, Helga.
Tanganku terulur menyerahkan kotak yang tadi sempat ku remat. Hanya itu yang dapat ku lakukan. Persetan dengan semangat yang tadi kuucapkan. Bahkan bibirku tetap setia mengatup. Hingga suaranya menyadarkanku untuk menjelaskan apa tujuanku hari ini.
"Ah, aku hanya ingin memberikan hadiah ini. Since this is our last meeting. I'm not ready to come to your wedding." Ujarku sambil mengendikkan bahuku acuh.
"May I open it now?" tanyanya meminta izin.
"Sure, open it."
Puan itu menyihirku lagi dengan tatapan berbinar itu. Bagaimana mungkin aku dapat mencampakkan ia dari memoriku?
"Palette ini sangat cantik, Hel. Van Gogh-" ia menjedanya dengan kekehan kecil. "Salah satu pelukis favoritmu. Dan pamerannya, tempat pertama kamu menciumku."
Tidak ada yang bisa ku remat sekarang. Aku hanya bisa menyalurkannya lewat telapak tanganku yang kutusuk dengan kuku jariku sendiri. Rasanya bahagia, kala hipokampusku memutar ulang memori itu. Kendatipun hal itu mendorongku jatuh ke dalam jurang kegelapan semakin dalam. Sakit rasanya mengingat ia tlah didekap jejaka lain.
"Dan kau tahu kenapa aku memberimu eyeshadow palette sebagai hadiah perpisahan kita?" pertanyaanku mendapat gelengan kepala darinya.
"I love your eyes. Even at the first time we met and at the end of our meeting, those eyes bewitched me. I always love your eyes, with or without eye make-up. That's why I always kiss your eyes every time we meet. I can't wait for you to get the best eye make-up when you get married." rasanya bukan hanya jantungku yang terasa sakit. Namun sekujur badanku bak ditindih berjuta juta ton batu.
Tubuhku terhuyung kebelakang setelah ku selesaikan kalimat terakhirku. Ia memelukku, erat dan hangat. Pelukan yang selama ini menjadi tempat berpulangku. Hatiku tersayat tatkala aku sadar ia menangis. Biarkan aku merengkuh tubuh ini sekali lagi saja ya? Dan ku tumpahkan semua rasa sakitku selama ini. Lily, you'll always be my butterflies giver.
Setidaknya, epilog tlah ku selesaikan. Kupu-kupu yang slama ini ku lindungi dengan aku sebagai kepompongnya, dapat terbang dengan bebas. Jadi, apakah ini akhir yang bahagia?
"Happy wedding, Lily."
⭒ㅤㅤㅤ⭒ㅤㅤㅤ⭒ㅤㅤㅤ⭒ㅤㅤㅤ⭒
Inipertamakalinyaakubikincerita. I'm sorry if this short story haven't touched your heart. Feel free to give me criticism and advice, ya. Thank you ♡