prolog

12 2 1
                                        

"..Botak bajingan!!.". Aku berteriak, mataku perih..rasa kesal ku menumpuk di kepala..ingin sekali aku membunuh si bajingan botak Tang-hua,.tapi..itu sudah terlambat.
Mataku yang memerah membaca kembali salah satu paragraf halaman terdepan koran,..seorang agresor china Tingkat 3-SS Ditemukan meninggal berceceran bersama dengan seorang pria yang tidak di ketahui identitasnya, Penyebab kematian keduanya masih tidak diketahui...
Robert bajingan kau juga kenapa kau malah memilih bunuh diri dari sekian banyak pilihan, kenapa kau malah meledakan dirimu dengan si kepala bohlam keras kepala itu. Jalan mu seharusnya masih panjang masih banyak tempat dan misi yang belum kita selesaikan bukankah kamu berjanji untuk melihat akhir perang dunia empat bersamaku...
Ah..sudahlah yang sudah mati tidak akan kembali, kalau aku bersedih terus seperti ini aku tidak bisa menjaga janjiku pada robert...
"Jangan bergerak.".
Ya tuhan wahai sang pemilik waktu..baru aku berdiri dan hendak pergi dari sini.
"Maaf bu..apa yang saya lakukan hingga ibu mengikat kaki saya dengan akar akar ini..." aku berusaha tetap tenang, lawan yang menemukan ku saat ini memiliki tingkat kekuatan yang sama dengan si botak..selain itu dia bisa mengeluarkan sihir akar tanpa kusadari.
" jahat sekali kau memanggilku ibu di saat sebulan yang lalu kau memujiku wanita tercantik yang pernah kau temui..". Dia melepaskan sihirnya, akar akar di kakiku menghilang..syukurlah setidaknya nyawaku sedikit aman., tapi suara ini.....
" Ha..hana apa yang kau lakukan di china..?". Tanyaku gelagapan setelah sosok nya terbantu jelas terlihat oleh cahaya rembulan.

Magial arts zeroWhere stories live. Discover now